Simak Pesan Bupati Matim untuk Tim AMDAL Pabrik Semen | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Simak Pesan Bupati Matim untuk Tim AMDAL Pabrik Semen


KAJI AMDAL. Bupati Matim, Agas Andreas menyampaikan sambutan saat membuka konsultasi publik untuk kegiatan AMDAL Pabrik Semen di Kampung Lengko Lolok, Desa Satar Punda, Kabupaten Matim, Sabtu (12/9). (FOTO: FANSI RUNGGAT/TIMEX)KAJI AMDAL. Bupati Matim, Agas Andreas menyampaikan sambutan saat membuka konsultasi publik untuk kegiatan AMDAL Pabrik Semen di Kampung Lengko Lolok, Desa Satar Punda, Kabupaten Matim, Sabtu (12/9). Kajian AMDAL ini akan dilakukan selama tiga bulan. (FOTO: FANSI RUNGGAT/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Simak Pesan Bupati Matim untuk Tim AMDAL Pabrik Semen


BORONG, TIMEXKUPANG.com-Pro-kontra rencana investasi pabrik semen di Desa Satar Punda, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), kini memasuki tahap analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL). Untuk menyusun dokumenya, tim AMDAL menggelar konsultasi publik berlangsung di halaman Kampung Adat Lengko Lolok, Desa Satar Punda, Sabtu (12/9).

Kegiatan ini dibuka Bupati Matim, Agas Andreas. Hadir saat itu tim AMDAL yang diketuai Hery Zadrak Kotta, unsur Forkopimda, pimpinan OPD, pimpinan DPRD Matim, pemerintah kecamatan dan desa, tokoh agama, dan masyarakat setempat.

Salah satu inti dari kegiatan tersebut, yakni mendengar pandangan dari Pemkab Matim, pandangan DPRD, pandangan pihak gereja, pandangan peneliti dari Undana Kupang, maupun pandangan masyarakat yang pro dan kontra terhadap kehadiran pabrik semen tersebut.

“Konsultasi publik ini tujuanya untuk mendengar penyampaikan dari sejumlah pihak, termasuk masyarakat setempat yang pro dan kontra. Nantinya ini menjadi suatu tahapan awal dalam penyusunan dokumen AMDAL,” ujar Bupati Agas, saat membuka kegiatan itu.

Wilayah Lengko Lolok Satar Punda, kata Bupati Agas, merupakan lokasi yang direncanakan untuk penambangan batu gamping sebagai bahan baku semen. Sedangkan di Luwuk, DDesa Satar Punda, direncanakan sebagai lokasi untuk pembangunan pabrik semen. Bupati Agas pun dalam kesempatan itu meminta tim AMDAL, dalam kegiatanya nanti harus mengkaji secara benar.

“Dampak negatifnya nanti harus benar-benar diperhatikan. Termasuk dampak positifnya. Tentu yang menjadi harapan semua pihak, agar dampak positiflah yang dirasakan oleh masyarakat manakala pabrik semen ini dibangun,” pesan Bupati Agas.

Menurutnya, tentu nantinya izin yang dikeluarkan oleh pemerintah, merupakan media untuk melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan perusahan itu. Sehingga, pemerintah berhak untuk mencabut izin, apabila dalam proses pelaksanaan, perusahaan tersebut tidak mengikuti AMDAL.

“Apabila AMDAL-nya sudah selesai, maka kami akan mengawasi itu. Misalnya, suatu saat nanti perusahaan ini dalam pelaksaannya tidak sesuai AMDAL, maka pemerintah berhak untuk mencabut izin. Karena apa yang telah disepakati oleh masyarakat dan perusahan itulah yang kami awasi,” katanya.

Sementara Ketua Tim AMDAL, Hery Zadrak Kotta, usai kegiatan konsultasi publik kepada wartawan mengatakan, pihaknya akan melakukan kajian AMDAL terkait penambangan batu gamping dan pembangunan pabrik semen di Desa Satar Punda, selama tiga bulan atau seratus hari lebih.

Selama itu pihaknya akan berproses dan menampung semua masukan serta menyusun kerangka acuan untuk mengetahui dampak lingkungan. Dalam konsultasi publik itu, pihaknya sudah menjabarkan skemanya. Pihaknya tentu akan bekerja sesuai skema tersebut.

Nanti hasil dari kajian AMDAL itu, kata Hery, akan diserahkan ke Dinas Lingkungan Hidup Provinsi NTT di Kupang. Tentu untuk selanjutnya dibahas kembali bersama Peneliti AMDAL, guna mengetahui dampak lingkungannya.

“Setelah dikaji, Kami akan duduk lagi untuk membahas bersama hal-hal yang berkaitan dengan dampak lingkungan,” kata Hery.

Terkait apa saja kajian yang dilakukan, Hery menjelaskan semua tahapan pasti dikaji. Itu mulai dari persiapan, rekrutmen tenaga kerja, pembersihan lahan pertanian, kontaminasi penyakit, kawasan karst dan masih banyak hal lainya.

“Mengenai kawasan karst, kami akan lebih dulu menelusuri aturannya untuk bisa memastikan apakah itu Karst kering atau Karst basah. Karena Karst itu ada aturannya. Kalau aturannya memungkinkan kita untuk mengkaji, ya kami siap lakukan. Tapi kalau tidak, memungkinkan, ya tidak akan Kami lakukan,” jelas Hery.

Sebab lanjut Hery, alam itu tidak mungkin menipu. Kalau memang itu Karst basah, tentu tetap basah. Sebaliknya, kalau memang itu karst kering, tentu tetap kering. Disini maksud dari karst kering itu ibarat batu gamping yang memiliki topografi, tetapi fungsinya bukan sebagai penampung melainkan sebagai penyalur.

Sedangkan Karst basah itu harus ada mata air yang permanen. Hery juga mengaku jika dilihat dari peta, tidak semua wilayah Lingko Lolok itu masuk kawasan Karst. Menurut dia, wilayah Lingko Lolok masih berada dalam taraf Karst level satu. Sehingga tidak semua dikatakan wilayah Karst. Tapi dalam penelitian tim akan lihat.

“Kami akan melakukan kajian AMDAL secara profesional. Saya juga apresiasi kepada masyarakat setempat dan sekitarnya yang sudah menyampaikan saran. Sehingga memperkaya kami dan menjadi bahan masukan yang nantinya akan dibawa ke Komisi Penilaian AMDAL. Karena yang menilai bukan kami. Ada komisi penilaiannya,” pungkas Hery.

Untuk diketahui, perusahan yang akan berencana untuk bangun pabrik semen di Desa Satar Punda, yakni PT Istindo Mitra Manggarai dan PT. Semen Singa Merah (PT SSM). Terkait informasi untuk kegiatan penambangan batu gamping, direncanakan di atas lahan seluas sekira 500-an hektare. (Krf3)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top