Maki dan Hina Pejabat di Medsos, Polres Rote Ndao Amankan 2 Warga | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Maki dan Hina Pejabat di Medsos, Polres Rote Ndao Amankan 2 Warga


MENJELASKAN. Kasat Reskrim Polres Rote Ndao, Iptu Yames J. Mbau menjelaskan penanganan kasus penyalahgunaan medsos saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (17/9). (FOTO: Max Saleky/TIMEX)

PERISTIWA/CRIME

Maki dan Hina Pejabat di Medsos, Polres Rote Ndao Amankan 2 Warga


BA’A, TIMEXKUPANG.com-Kepolisian Resor (Polres) Rote Ndao mengamankan dua orang warga setempat yang diduga menghina pejabat di wilayah itu dengan kata-kata makian yang diposting di media sosial (medsos) facebook.

Kedua warga diamankan anggota Satreskrim Polres Rote Ndao, Rabu (16/9). Satu dari dua warga itu berinisiatif melaporkan postingan tersebut ke Polres Rote Ndao pada Rabu (16/9) sekira pukul 06.00 Wita. Sedangkan seorang warga lainnya dijemput anggota Polres di kediamanya, di Desa Oebatu, Kecamatan Rote Barat Daya, sekira pukul 10.00 Wita. Kedua warga itu memiliki nama akun di facebook dengan inisial PM dan JP.

“JP langsung datang ke kita (Polisi) pagi harinya, sedangkan PM di jemput anggota di rumahnya di Desa Oebatu,” kata Kapolres Rote Ndao melalui Kepala Satuan Reserse dan Kriminal, Iptu Yames J. Mbau, S.Sos, kepada Timor Express di ruang kerjanya, Kamis (17/9).

Iptu Yames menjelaskan, kedua warga itu diamankan karena dalam akun medsos mereka terdapat postingan kalimat yang tak pantas atau etis. Bahkan tanpa berpikir efek buruknya, kata-kata dalam postingan tersebut berisi penghinaan yang langsung ditujukan ke Bupati dan Kapolres Rote Ndao. “Kita amankan kedua pemilik akun ini guna penyelidikan lebih lanjut,” kata Iptu Yames yang menambahkan, pihaknya sudah mengambil keterangan dari PM dan JP.

Iptu Yames menjelaskan, saat diambil keterangan, JP mengaku kalau dirinya tidak pernah membuat postingan seperti yang tertulis diakunnya itu. Apalagi untuk menyerang orang lain.

Sedangkan PM, kata Iptu Yames, setelah dijemput dari kediamannya, kepada aparat mengaku sudah tidak memiliki telepon genggam sejak lama. Terduga PM juga mengalami gangguan pada indera pendengaran.

“Dari keduanya kita sudah peroleh informasi, sehingga sementara masih dilakukan tracking atau penelusuran,” kata Iptu Yames.

Iptu Yames menjelaskan, postingan dari dua akun facebook yang menyerang atau menghina Bupati dan Kapolres itu diduga dikelola oleh satu orang. Hal tersebut nampak dari karakter bahasa yang digunakanya nyaris tidak ada perbedaan.

“Mungkin hanya satu pengguna yang mengoperasikan dua akun dengan tujuan untuk mengelabui,” katanya.

Iptu Yames menambahkan, selain persoalan tersebut, Polres Rote Ndao juga sementara menangani masalah yang diadukan masyarakat terkait penggunaan media sosial facebook. Penangannya saat ini sudah sampai pada tahap melengkapi berkas perkara.

Dari upaya yang tengah dilakukan, Kasat Reskrim Iptu Yames berharap agar secepatnya bisa terungkap semuanya sehingga tidak lagi menjadi polemik di tengah masyarakat akibat saling serang menggunakan medsos.

“Selain masalah kedua akun tersebut, saat ini kami sedang lengkapi berkas perkara terhadap masalah media sosial juga yang dilaporkan masyarakat,” ujarnya.

Sebagai pengingat agar tidak salah menggunakan medsos, Iptu Yames mengimbau warga untuk tidak lagi meneruskan atau mem-forward postingan yang dilakukan oleh PM dan JP. Karena dalam postingan itu sarat dengan unsur penghinaan, fitnah serta ujaran kebencian yang rentan menimbulkan konflik di tengah masyarakat.

“Dengan adanya UU ITE, kami mengimbau masyarakat pengguna media sosial untuk tidak lagi meneruskan setiap postingan yang merugikan pihak lain,” tegasnya. (mg32)

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top