Abaikan Protes Tokoh Agama, Bupati TTU Tetap Gelar Pemaran | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Abaikan Protes Tokoh Agama, Bupati TTU Tetap Gelar Pemaran


TEGANG. Bupati TTU, Raymundus Sau Fernandes sempat menegur anggota kepolisian yang menjaga dan mengawasi penerapan Prokes di pintu gerbang masuk arena pameran, Sabtu (19/9). (FOTO: PETRUS USBOKO/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Abaikan Protes Tokoh Agama, Bupati TTU Tetap Gelar Pemaran


Bupati Raymundus Sempat Mengamuk ke Polisi

KEFAMENANU, TIMEXKUPANG.com-Keberatan yang disampaikan Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Dandim 1618/TTU, Uskup Atambua, Mgr Dominikus Saku, Deken Kefamenanu, organisasi kemahasiswaan, dan elemen masyarakat lainnya agar Pemkab TTU membatalkan pelaksanaan Pameran Pembangunan dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-98 Kota Kefamenanu, tak dihiraukan Bupati Raymundus Sau Fernandes, S.Pt.

Bupati Raymundus mengabaikan keberatan elemen masyarakat di daerah itu dengan tetap menggelar kegiatan Pameran Pembangunan, Expo dan Pasar Rakyat di alun-alun Kantor Bupati, Sabtu (19/9). Kegiatan yang akan berlangsung sampai 22 September 2020 besok itupun digelar tanpa izin keramaian dari Polres TTU.

Terpantau Timor Express, Sabtu (19/9) sekira Pukul 08.00 Wita, Semua pengunjung yang hendak berpartisipasi dalam kegiatan tersebut pun wajib mengikuti protokol kesehatan, tidak terkecuali Bupati TTU, Raymundus Sau Fernandes. Bahkan sempat terjadi ketegangan, dimana Bupati yang hendak memasuki lokasi acara sempat bersuara keras dengan aparat keamanan yang mewajibkan semua yang masuk ke lokasi acara menaati protokol kesehatan.

Bupati Raymundus terlihat marah kepada para aparat kepolisian yang berusaha mengawal jalannya acara sesuai protokol covid-19. Ia menganggap pemeriksaan protap Covid-19 di pintu gerbang masuk pameran oleh aparat keamanan seolah-olah membuat situasi mencekam seperti di daerah berstatus hitam.

Turut hadir dalam kegiatan, Ketua DPRD TTU, Hendrik Frederikus Bana, Penjabat Sekda TTU, Fransiskus Tilis, Para Asisten, Kepala Dinas, Camat bersama ASN lingkup Pemkab TTU.

Bupati Raymundus Sau Fernandes dalam sambutannya mengatakan saat ini Pemerintah dan masyarakat tengah berada dalam sebuah situasi yang tidak dapat dikuasai. Pandemi Covid-19 mengubah tatanan kehidupan dan saat ini masyarakat telah berada di era new normal.

Dikatakan, kondisi tersebut menuntut Pemerintah dan masyarakat untuk membangun tradisi baru dengan bangkit kembali penuh harapan dalam kepatuhan total terhadap protokol kesehatan. Pameran pembangunan yang diselenggarakan di tahun 2020 sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Bahkan, ada pro kontra mewarnai terselenggaranya kegiatan tersebut. Pemerintah Daerah tidak pernah ingin menyusahkan masyarakat.

“Penyelenggaraan kegiatan ini semata-mata untuk menggerakkan sektor ekonomi yang mulai lesu, dan membangkitkan semangat baru. Protokol kesehatan di arena pameran pembangunan pun diperketat. Hal tersebut menjadi media pembelajaran bagi masyarakat untuk hidup dengan tetap menerapkan tatanan kehidupan baru, new normal: selalu menggunakan masker, jaga jarak dan selalu mencuci tangan memakai sabun dengan air mengalir,” pesan Raymundus.

BACA JUGA: Dukung Pembatalan Pameran, Uskup Domi Saku Surati Bupati TTU

BACA JUGA: Pemkab TTU Tetap Laksanakan Pameran Pembangunan, Jamin Penerapan Prokes Covid-19

BACA JUGA: Warga TTU Jangan Kecewa, Polisi Tak Izinkan Pameran HUT Kota Kefamenanu, Apa Respon Bupati Raymundus?

Menurut Raymundus, pameran pembangunan tersebut merupakan sebuah momentum untuk membangkitkan semangat agar terus bergandengan tangan membangun daerah. Kota Kefamenanu merupakan salah satu Pusat Kegiatan Strategis Nasional (PKSN) karena merupakan salah satu kota kabupaten yang terletak di batas negara.

Untuk itu, kata Raymundus, Kota Kefamenanu merupakan salah satu kota di daerah perbatasan yang perlu ditata terus karena menampakkan wajah Indonesia di mata dunia internasional. Posisi geostrategis ini telah mendorong pemerintah pusat untuk mendukung percepatan pembangunan infrastruktur di daerah ini.

Raymundus juga mengapresiasi setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah berkontribusi bagi pembangunan daerah tersebut. Kota Kefamenanu sebagai Ibukota Kabupaten membutuhkan percepatan penataan dan pembangunan infrastruktur. Selain sebagai pusat pertumbuhan ekonomi dan pusat pemerintahan dan pelayanan publik, Kota Kefamenanu juga mesti menjadi pusat budaya TTU.

“Dalam RPJMD Kabupaten TTU Tahun 2010-2015 dan 2016-2021, pemerintah mencanangkan pengembangan Kota Kefamenanu sebagai ume naek ume mese. Kota Kefamenanu dibangun dan ditata sebagai sebuah rumah besar dan  rumah yang menyatukan. Kota ini menjadi tempat semua orang tinggal bersama sebagai saudara dalam perbedaan,” jelasnya.

Terpisah, Kapolres TTU, AKBP Nelson Filipe Diaz Quintas mengatakan Polres TTU tidak mengeluarkan izin keramaian dalam Pelaksanaan Pameran Pembangunan, Expo, dan Pasar Rakyat dalam rangka HUT ke-98 Kota Kefamenanu. Pemerintah Daerah tetap melaksanakan kegiatan tersebut berdasarkan Perda yang telah diterbitkan.

Meskipun tidak ada izin tertulis, kegiatan tersebut membutuhkan kehadiran polisi. Polres TTU tetap akan hadir untuk mengamankan dan menertibkan masyarakat yang hendak masuk ke area pameran pembangunan.

Menurut Nelson, penertiban yang dilakukan pihaknya berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 6 tahun 2020 dan Peraturan Bupati TTU Nomor 59 tahun 2020 tentang protokol kesehatan Covid-19 di TTU. Oleh karena itu, pengunjung dengan kriteria tertentu dilarang memasuki area pameran pembangunan seperti anak-anak, para lansia, dan orang-orang sakit.

“Masyarakat yang masuk harus manaati protokol kesehatan seperti cek suhu, cuci tangan, pakai masker. Polisi akan terus melakukan pengamanan selama berlangsungnya kegiatan dari pukul 09.00 Wita sampai dengan pukul 22.00 wita. Kami mendapat dukungan dari berbagai elemen masyarakat dan akan dibantu oleh para tokoh masyarakat, tokoh agama, serta organisasi mahasiswa,” jelasnya. (mg26)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

Populer

To Top