Aksi Pukul Meja, Lempar Mikrofon dan Banting Kursi Warnai RDP DPRD Belu | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Aksi Pukul Meja, Lempar Mikrofon dan Banting Kursi Warnai RDP DPRD Belu


RDP RICUH. Suasana Rapat Dengar Pendapat (RDP) DPRD Belu yang dihadiri Bupati dan kelompok nelayan di aula DPRD Belu berlangsung ricuh, kemarin (21/9). RDP ini terkait klarifikasi bantuan hibah ekscavator. (FOTO: JOHNI SIKI/TIMEX)

POLITIK

Aksi Pukul Meja, Lempar Mikrofon dan Banting Kursi Warnai RDP DPRD Belu


Hujan Interupsi di RDP Klarifikasi Bantuan Ekscavator

ATAMBUA, TIMEXKUPANG.com-Rapat Dengar Pendapat (RDP) DPRD Belu diwarnai kericuhan lantaran terjadi silang pendapat terkait klarifikasi bantuan hibah ekscavator.

RDP yang berlangsung Senin (21/9) mempertemukan kelompok nelayan Paroki Stelamaris Atapupu dan Bupati Belu, Wilybrodus Lay untuk melakukan klarifikasi terkait bantuan hibah satu unit ekscavator dari Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) tahun 2017.

Kericuhan ini bermula ketika RDP yang dipimpin Ketua DPRD Belu, Jeremias Manek Seran Junior memberi kesempatan pertama kepada kelompok nelayan Paroki Stelamaris Atapupu untuk menyampaikan pernyataan yang diwakili Frans Saik dan Joze Maya. Hadir pula Romo Yoris Giri, Pastor Paroki Atapupu.

Usai Frans dan Joze menyampaikan pernyataan mereka, pimpinan sidang memberi kesempatan kepada Bupati Belu, Willy Lay untuk menanggapi sebagai klarifikasi atas pernyataan perwakilan kelompok nelayan Stelamaris Atapupu itu.

Belum sempat Bupati Willy bicara, sejumlah anggota DPRD Belu langsung melakukan interupsi. Sejumlah anggota DPRD Belu seperti Theodorus Seran Tefa dan Beny Hale dari Fraksi Golkar serta Beny Manek, Edmundus Nua dan Aprianus Hale dari Fraksi Nasdem meminta Bupati memberi klarifikasi sebagai bentuk pertanggungjawaban sehingga polemik bantuan hibah tersebut menjadi jelas.

Suasana ini membuat ruang sidang menjadi riuh. RDP itu menjadi tidak kondusif karena para legislator terkesan mengadili Bupati.

Bupati Willy yang tadinya sabar mendengar suara wakil rakyat itu sontak berdiri ingin meninggalkan ruang rapat karena melihat suasana sudah tidak lagi kondusif.

Meski demikian, Ketua DPRD, Jeremias Manek Seran terus berusaha meredakan suasana sidang. Namun suasana sidang kembali tetap saja memanas setelah anggota DPRD Theodorus Tefa memberi pertanyaan dengan mengonfrontir jawaban bupati dengan kelompok nelayan. Rupanya suasana sidang menjadi tegang karena para wakil rakyat saling rebutan intrupsi bahkan saling tunjuk, pukul meja, hingga melempar mikrofon. Sidang terkesan tidak saling menghargai pendapat satu sama lainnya hingga berujung ricuh.

Theodorus Manehitu Djuang dari Fraksi PDIP melakukan interupsi karena menurutnya tidak adil jika tidak saling mendengarkan. Ia mengatakan, saat Bupati berbicara diinterupsi, sedangkan DPRD berbicara Bupati diam mendengar.

Akibat interupsi yang tidak terkontrol, sejumlah anggota DPR yang saat itu berbicara sambil berdiri berteriak memegang mikrofon membuat suasana gaduh. Bahkan ada sejumlah anggota DPRD membanting mikrophon dan membanting kursi.

Melihat suasana rapat yang makin tak kondusif, Ketua DPRD Belu kembali berusaha menenangkan situasi sidang namun tetap saja memanas sehingga sidang langsung ditutup Ketua DPRD Belu Jerimias Manek Seran Junior, yang juga Sekretaris DPC Demokrat Belu ini.

Siprianus Bereloe, salah satu anggota kelompok nelayan Stelamaris Atapupu, yang hadir saat itu mengaku menyesalkan sikap yang diperlihatkan para wakil rakyat dalam RDP itu.

Menurut Siprianus, mestinya para wakil rakyat tidak mempertontonkan sikap seperti itu dalam rapat hingga terjadi ricuh. Mestinya wakil rakyat yang duduk di lembaga terhormat berperan untuk memediasi klarifikasai bantuan hibah ekscavator antara kelompok nelayan Stelamaris Atapupu dengan Bupati Belu. Sebab mestinya wakil rakyat buka saja mendengar penjelasan masyarakat tetapi juga dari Bupati Belu.

Menurutnya lembaga terhormat ini mesti memberikan suasana yang kondusif dan bisa memediasi pertanyaan masyarakat. “Mestinya dengar dulu apa yang disampaikan oleh nelayan dan penjelasan Bupati. Jika belum ada titik terang dicarikan jalan keluar sehingga clear,” tandas Siprianus. (mg33)

Komentar

Berita lainnya POLITIK

Populer

To Top