Empat Tahun Menanti, SMAN 4 Koak Jadi Sekolah Definitif | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Empat Tahun Menanti, SMAN 4 Koak Jadi Sekolah Definitif


SERAHKAN SK. Anggota DPRD NTT, Yeni Veronika (tengah) menyerahkan SK Izin Operasional kepada Pjs. Kepala SMA Negeri 4 Satarmese dan panitia pendiri sekolah dan tokoh adat, Senin (21/9). (FOTO: FANSI RUNGGAT/TIMEX)

PENDIDIKAN

Empat Tahun Menanti, SMAN 4 Koak Jadi Sekolah Definitif


RUTENG, TIMEXKUPANG.com-Selama lebih kurang empat tahun menjadi kelas jarak jauh, kini SMA Negeri 4 Satarmese di Desa Koak, Kabupaten Manggarai, resmi menjadi definitif setelah pemerintah menerbitkan SK izin operasional untuk sekolah tersebut.

Penyerahan SK bernomor DPMPTSP.421.5/11/PTSP/IX/2020, tanggal 17 September 2020, berlangsung di aula SMP Negeri 14 Satar Mese, Desa Koak, Senin (21/9). SK itu diserahkan anggota Komisi V DPRD NTT, Yeni Veronika. Hadir mendampingi Korwas Dinas P dan K NTT, Fransiskus Borgias dan Kadis PPO Manggarai, Maksi Gandur.

SK diterima oleh Pejabat sementara (Pjs.) Kepala SMA Negeri 4 Satarmese, Largus Empos, didampingi tua adat, tokoh masyarakat, Kades Koak, dan panitia pendirian SMAN 4 Satarmese. Turut menyaksikan Camat Dami Arjo, Ketua MKKS Kalis Kase, para guru SMA Negeri 4 Satarmese, dan SMP Negeri 14 Satarmese.

Yeni Veronika yang tiba di sekolah itu bersama rombongan, diterima secara adat Kepok Curu dan pengalungan selendang. Sejak tahun 2016 lalu, aktifitas di SMA Negeri 4 Satarmese dilakukan dengan kelas jarak jauh dari SMA Negeri 1 Satarmese.

Pjs. Kepala SMA Negeri 4 Satarmese, Largus Empos, dalam kesempatan itu mengatakan, pihaknya bersama masyarakat Satarmese, khususnya Desa Koak, merasa lega dengan diterbitnya SK izin operasional untuk SMA Negeri 4 Satarmese. Largus juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dengan diterbitnya SK izin operasional tersebut.

“Setelah empat tahun menanti, hari ini kami legah bisa terima SK izin operasional. Terbitnya SK ini, melibatkan banyak pihak, khususnya disini Pemda Manggarai dan anggota DPRD Provinsi, Ibu Yeni. Terima kasih juga untuk Dinas PK Provinsi NTT,” ungkap Largus.

Menurutnya, tahun 2017 lalu, sekolah itu dengan jumlah murid angkatan satu sebanyak 30 orang, hanya diberi izin operasional untuk kelas jarak jauh dari SMA 1 Satarmese yang berlokasi di Narang. Karena hingga 2020 SK definitif belum juga keluar, panitia bersama warga bertemu dan menyampaikan langsung hal ini ke anggota DPRD NTT, Yeni Veronika.

Largus mengaku bangga karena perjuangan mereka langsung direspon, dimana tepatnya Juni 2020, Yeni Veronika meninjau langsung kondisi di SMA Negeri 4 Satarmese. Hasilnya, September 2020, SK definitif diterbitkan. Harapan selanjutnya, kata Largus, perjuangan Yeni Veronika, ke depan untuk bisa membantu membangun sarana dan prasarana, seperti gedung. Termasuk tenaga guru dapat diakomodir untuk mendapatkan insentif.

“Saat ini ada 6 ruangan bangunan darurat yang dibangun masyarakat setempat. Disini tenaga guru ada 17 orang non ASN, dan harapan kami mereka ini bisa terakomodir dalam dapodik, sehingga dapat insentif dari provinsi. Kami hanya mau bilang, terima kasih Ibu Yeni,” kata Largus.

Camat Satarmese, Dami Arjo, dalam kesempatan itu mengatakan, hampir setiap tahun wilayah Satarmese selalu mendapat berkat. Termasuk dengan diterbitnya SK izin operasional untuk SMA Negeri 4 Satarmese yang berlokasi di Desa Koak. Untuk wilayah Satarmese, sudah ada lima lembaga SMA, dimana satu diantaranya sekolah swasta.

Camat Dami menambahkan, tidak hanya tingkat SMA, di Satarmese sudah banyak SD dan SMP yang dibangun Pemkab Manggarai. Sehingga sekarang anak-anak, tidak susah lagi untuk pergi mencari sekolah di tempat yang jauh. Karena apa menjadi harapan masyarakat, langsung direspon dengan baik oleh pemerintah.

“Apalagi Desa Koak ini sudah masuk dalam agenda untuk dibangun jaringan listrik dan tower untuk sinyal HP. Desa Koak juga mau dimekarkan, jadi Desa Ulu Koak. Ini semua berkat dan tanda kemajuan. Tidak jalan di tempat. Termasuk sudah dibangun jalan. Saya ucapkan terima kasih kepada Pemda Manggarai, Dinas PK Provinsi, dan Ibu Yeni,” ujar Camat Dami.

Tokoh adat setempat, Paulus Pota, kepada wartawan menyampaikan ucapan terima kasih khsusus kepada Pemprov NTT, Pemkab Manggarai, dan Yeni Veronika sebagai anggota DPRD NTT asal Manggarai, atas penetapan SMA Negeri 4 Satarmese sebagai sekolah definitif melalui SK izin operasional. “Tentu ini menjadi kebanggaan bagi masyarakat dan juga pihak sekolah sendiri,” kata Paulus.

Anggota DPRD NTT, Yeni Veronika, berharap agar sekolah ini dijaga dengan baik, mengelola dengan sebaik mungkin demi terwujudnya kecerdasan anak bangsa di Manggarai. “Saya minta agar setiap tahun di SMA Negeri 4 Satarmese ada peningkatan kualitas. Antarguru perlu ada kerja sama dan sinergitas untuk kemajuan sekolah,” harap Yeni.

“Untuk dapat SK ini tidaklah mudah. Tapi berkat kerja sama kita semua, SK yang dinantikan sudah diterbitkan. Saya juga minta dukungan dari semua pihak, khusus masyarakat setempat untuk kemajuan sekolah ini. Kami DPRD ini berjuang sesuai kebutuhan masyarakat,” tambah Yeni.

Terkait permintaan sarana-prasarana, Yeni meminta semua pihak di Satarmese, khususnya pihak sekolah dan masyarakat setempat untuk bersabar karena harus bertahap. Tentu yang pasti itu menjadi perhatian ke depan. Seperti bantu bangun toilet, ruangan guru, dan lainnya.

“Saya prinsipnya berjuang untuk kepentingan banyak orang dan bukan untuk diri saya. Tidak hanya di Manggarai, tapi seluruh sekolah di NTT. Seperti berjuang untuk SK izin operasional SMA Negeri 4 Satarmese,” pungkas Yeni. (Krf3)

Komentar

Berita lainnya PENDIDIKAN

To Top