Pemkot Kupang Kaji Kemungkinan Penerapan Swab Test Bagi Warga Kota | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Pemkot Kupang Kaji Kemungkinan Penerapan Swab Test Bagi Warga Kota


Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man. (FOTO: FENTI ANIN/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Pemkot Kupang Kaji Kemungkinan Penerapan Swab Test Bagi Warga Kota


Khusus Mereka yang Kembali dari Perjalanan Luar Daerah

KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang sementara mengkaji kemungkinan penerapan swab test bagi setiap warga Kota Kupang, khususnya mereka yang kembali setelah bepergian ke luar daerah.

Herman Man menyebutkan, Pemkot sudah melakukan rapat, dan Gugus Tugas Covid-19 Kota Kupang sudah mempersiapkan tata cara yang akan dipakai untuk upaya penanganan dan pencegahan Covid-19 di Kota Kupang.

Herman Man menjelaskan, bagi seluruh masyarakat Kota Kupang yang pergi ke luar daerah, baik menggunakan jalur udara dan laut, ketika kembali ke Kota Kupang, wajib melakukan pengambilan swab dan harus terus dalam pengawasan sampai keluar hasil swabnya.

“Sementara bagi pendatang, yang datang di Kota Kupang hanya bertamu atau ada urusan, maka kita perlu melihat tes rapid, dan terus dalam pengawasan,” ujarnya.

Saat ini, kata Herman Man, Pemkot Kupang sementara mengkaji untuk biayanya, karena biaya swab juga mahal sekitar Rp 2,5 juta sehingga masih dikaji untuk bisa diringankan. Prinsipnya, kata Herman, harus swab test, siapa pun itu, harus mengikuti aturan ini.

“Yang paling penting masyarakat Kota Kupang harus di-swab, karena yang berangkat hanya beberapa orang tetapi ada sekitar 400.000 masyarakat Kota Kupang yang ketakutan karena pergerakan mereka. Mereka juga tidak melarang untuk berangkat ke luar daerah mungkin karena ada urusan tugas dan lainnya, tapi protokol kesehatan juga menjadi hal penting,” tegasnya.

Mengenai kemungkinan penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), menurut Herman Man, saat ini Kota Kupang belum bisa dikatakan dapat menerapkan PSBB, karena PSBB dilakukan apabila transmisi lokal itu tinggi, sementara Kota Kupang tidak terjadi transmisi lokal, karena semua yang positif di Kota Kupang merupakan pelaku perjalanan.

“Kalau ada transmisi lokal, maka tentunya pemerintah juga tidak akan tinggal diam dan akan melakukan berbagai kebijakan baik itu work from home maupun PSBB,” ujarnya.

Dia mengatakan, bagi semua pelaku perjalanan agar tetap mematuhi protokol kesehatan yang ditetapkan, dan melakukan pengambilan swab, agar jangan sampai merugikan orang lain dan masyarakat luas.

“Jadi siapa saja, mau pejabat atau pemerintah, pengusaha, dan lainnya, semua harus melakukan swab, agar jangan sampai masyarakat Kota Kupang ketakutan dengan persebaran yang terjadi. Sementara mereka yang melakukan perjalanan hanya 5 orang, lalu satu Kota Kupang ketakutan,” terangnya. (mg25)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

Populer

To Top