Penurunan Angka Stunting di Rote Capai 9,15 Persen | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Penurunan Angka Stunting di Rote Capai 9,15 Persen


KONVERGENSI STUNTING. Peserta kegiatan pra penilaian aksi konvergensi Stunting mengikuti pembukaan di Aula Kopdit Sehati Ba'a, Senin (21/9). (FOTO: Max Saleky/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Penurunan Angka Stunting di Rote Capai 9,15 Persen


BA’A, TIMEXKUPANG.com-Kabupaten Rote Ndao berhasil menekan angka peningkatan pada masalah stunting. Dalam capaian data stunting saat ini, diketahui Kabupaten Rote Ndao mengalami penurunan 9,15 persen, yakni dari angka 36,78 persen turun menjadi 31,70 pada Februari 2020. Dan kini berdasarkan update data bulan Agustus 2020, angka persentase 31,70 persen turun lagi menjadi 27,63 persen.

Data tersebut diperoleh pada pelaksanaan operasi ukur dan timbang. Dimana penurunanya masing-masing 5,08 persen dan 4,07 persen. Sehingga penurunan yang diperoleh dalam setahun mencapai 9,15 persen

Penurunanya telah melampaui 7,15 persen dari target yang ditetapkan secara nasional yaitu 2 persen per tahun. Namun demikian, pemerintah Kabupaten Rote Ndao, bersama seluruh stakeholder masih terus berupaya dan fokus pada penurunan angka stunting, dimana ditargetkan lebih kecil dari 14 persen pada 2024 secara nasional.

“Untuk saat ini, Rote Ndao masih terbaik. Tetapi penilaianya masih terus dilakukan,” kata Ir. Sarah Lerry Mboeik, Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Stunting Provinsi NTT, di sela-sela pertemuan pra penilaian aksi konvergensi stunting yang digelar di aula Koperasi Sehati, Senin (21/9).

Lerry Mboeik mengatakan, dalam menangani masalah stunting, perlu melibatkan banyak pihak melalui pendekatan intervensi dan konvergensi. “Masalah stunting sangatlah kompleks sehingga perlu ditangani secara bersama-sama,” katanya.

Penilaian kinerja konvergensi penanganan stunting, demikian Lerry Mboeik, akan dianalisis terkait permasalahan intervensi gizi yang kemudian dijadikan sebagai dasar perbaikan dalam rencana pembangunan. Lerry juga mengharapkan peran serta dukungan dari semua pihak yang terlibat langsung dalam penanganan masalah stunting.

“Untuk penanganan masalah stunting tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Bisa dari Dinkes, Dinas PMD, Dinsos, dan lainnya,” ungkap mantan anggota DPD RI itu.

Sementara itu, dalam penyampaian materi tentang intervensi gizi secara spesifik di Kabupaten Rote Ndao, yang disajikan Scherly Hayer, mengatakan, distribusi terhadap Pemberian Makanan Tambahan kepada Ibu Hamil Kurang Energi Kronik (Bumil KEK), Kabupaten Rote Ndao sudah mencapai 100 persen.

Capaian tersebut diperoleh dari kerja sama yang dibangun antar lintas sektor. Ditambah lagi, dukungan dari seluruh stakeholder dalam tim percepatan pencegahan dan penanganan stunting terintegrasi tingkat Kabupaten Rote Ndao.

“Rote Ndao sudah 100 persen, untuk distribusi PMT Bumil KEK untuk tingkat provinsi Nusa Tenggara Timur,” kata Scherly Hayer, anggota Pokja Stunting, Provinsi NTT.

Selain itu, lanjut Scherly, penanganan stunting melalui kegiatan operasi ukur dan timbang pun, Kabupaten Rote Ndao telah menyelesaikanya. Dimana kegiatan tersebut dimulai pada Februari 202o lalu, diperoleh persentase 98,83 persen untuk tingkat partisipasi. Angka ini sekaligus menjadi capaian tertinggi dalam pelaksanaan Posyandu.

Sedangkan untuk progres pengentrian data stunting, Rote Ndao sudah hampir selesai. Dimana dari 100 persen, progres pengentrian sudah mencapai 95 persen, dan ditargetkan rampung pada akhir September 2020.

Kegiatan pra penilaian aksi konvergensi stunting tersebut, digelar Pokja Stunting Provinsi NTT. Menghadirkan peserta dari Bapelitbang, Dinas Kesehatan, Dinas PU, Dinas PMD, Dinas Pertanian, Dinas Peternakan, Dinas P3AP2KB, Dinas Sosial, Dinas PKO, Dinas Peternakan, camat, dan tenaga kesehatan, serta para kader Posyandu. (mg32)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top