Langkahi 3 Aturan, Polisi Bubar Paksa Demonstran Penolak RUU Omnibus Law | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Langkahi 3 Aturan, Polisi Bubar Paksa Demonstran Penolak RUU Omnibus Law


BUBAR PAKSA. Aparat Polres Kupang Kota saat membubarkan paksa aksi massa demonstran di Jalan Soeharto Naikoten I, depan Bank TLN Naikoten Kamis (24/9) siang. (FOTO: FRANS BORGIAS KOLLO/TIMEX)

PERISTIWA/CRIME

Langkahi 3 Aturan, Polisi Bubar Paksa Demonstran Penolak RUU Omnibus Law


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Aparat Kepolisian Resort (Polres) Kupang Kota Kamis (24/9) siang membubarkan paksa masa demonstran yang sedang menggelar longmarch dari jalan raya depan hotel Sylvia Naikoten I menuju gedung DPRD NTT. Sikap tegas aparat keamanan diambil tepat di depan Bank TLM Naikoten I, Jln. Soeharto setelah kedua pihak gagal bernegosiasi.

Pantauan TIMEXKUPANG.com siang tadi tampak massa demonstran yang memprotes RUU Omnibus Law Cipta Kerja sekaligus peringatan hari Tani sedunia ini merupakan gabungan sejumlah elemen organisasi mahasiswa. Yakni AMP, LMND, Permmalbar, dan Pembebasan. Mereka dibubarkan paksa oleh aparat Polres Kupang Kota setelah beberapa kali permintaan polisi agar massa demonstran membubarkan diri menemui jalan buntu. Walau massa tetap bersikeras untuk tetap melanjutkan aksinya ke gedung DPRD NTT namun polisi masih tetap memberi toleransi beberapa menit agar masa membubarkan diri secara tertib.

Sikap tegas aparat keamanan membubarkan paksa massa diambil setelah teriakan tiga kali peringatan oleh Kabag Ops Polres Kupang Kota AKP. MC. Sitepu didampingi Kapolsek Oebobo, AKP Magdalena G. Mere. “Saya ingatkan, adik-adik segera bubarkan diri sebelum kami mengambil tindakan tegas,” tegas AKP Sitepu.

Setelah tiga kali peringatan, peserta aksi tak mengindahkan imbauan itu, aparat keamanan yang sedang bertugas langsung menggiring massa naik truk Dalmas yang sudah siaga dekat lokasi kejadian. Aksi bubar paksa massa ini sempat membuat situasi sekitar tegang karena terjadi saling dorong antara petugas dan massa.

Sejumlah peserta aksi sempat kabur dari lokasi setelah melihat aparat Polres Kupang Kota mengambil sikap tegas dengan mengamankan koordinator aksi Rian Kabus dan Yoseph Kelen alias Oceph serta beberapa teman lainnya dan menggiring masuk dalam truk Dalmas. Polisi akhirnya membawa Rian Kobus, Oceph Kelen dan sejumlah teman aksinya menuju Mapolres Kupang Kota.

Kabag Ops Polres Kupang Kota, AKP. MC Sitepu usai memimpin jalannya penertiban massa demonstran menjelaskan, mereka terpaksa mengambil sikap tegas sebagai bentuk penegakkan aturan. “Aksi ini melanggar Pergub, Perwalkot dan Undang Undang Karantina. Itupun kami sudah ingatkan untuk bubarkan diri secara baik tapi mereka tidak mau ikut sehingga terakhir kami ambil sikap tegas untuk bubarkan secara paksa,” jelas AKP Sitepu.

AKP Sitepu menambahkan, selain melangkahi aturan tersebut, aksi yang dilakukan aliansi beberapa organisasi mahasiwa siang tadi juga dilakukan mendahului permohon izin menyampaikan aspirasi yang disampaikan ke Polres Kupang Kota, Rabu (23/9) pagi.

“Suratnya masuk kemarin (Rabu, 23/9, Red) katanya besok Jumat mereka mau sampaikan aspirasi di gedung DPRD Provinsi, tapi kok hari ini mereka sudah buat aksi. Ini kan mendahului surat permohonannya,” jelas AKP Sitepu.

Sebelum dibubarkan paksa aparat polisi, aksi gabungan elemen mahasiswa ini memprotes RUU Omnibus Law Cipta Kerja. Mahasiswa menilai RUU ini tidak berpihak kepada para pekerja khususnya para petani. “Banyak kasus yang merugikan rakyat, khususnya petani. Terbukti dengan adanya kasus sengketa tanah antara masyarakat petani seperti yang terjadi di Besipae Kabupaten TTS dan Manggarai,” ungkap koordinator aksi Rian Kabus dalam orasinya ketika aksi di Jln Soeharto, Naikoten I Kupang, pagi tadi. (ogi)

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

Populer

To Top