Putus Mata Rantai Penyebaran Covid-19, Pemkot: Polisi Bubarkan Kerumunan Massa | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Putus Mata Rantai Penyebaran Covid-19, Pemkot: Polisi Bubarkan Kerumunan Massa


Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man. (FOTO: FENTI ANIN/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Putus Mata Rantai Penyebaran Covid-19, Pemkot: Polisi Bubarkan Kerumunan Massa


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang terus berupaya untuk memutus mata rantai penyebaran virus korona di wilayah ibu kota provinsi NTT ini. Selain terus mengimbau warga untuk menaati protokol kesehatan, Pemkot Kupang juga melarang warganya untuk menyelenggarakan acara yang mengumpulkan banyak orang.

“Edaran dan imbauan kepada masyarakat untuk membuat pesta atau acara-acara yang yang mengumpulkan banyak orang sudah kami sampaikan. Jadi mohon maaf saja, kalau sementara acara atau kumpul banyak orang lalu aparat keamanan pergi dan bubarkan, tolong dimengerti,” kata Wakil Wali Kota Kupang, Hermanus Man usai launching portal Qris dan Web pasar BRI di halaman parkir pasar Oebobo, Kamis (24/09) pagi.

Tindak lanjut secara tegas atas edaran maupun imbauan Pemkot Kupang tersebut kata Herman Man, sudah diberlakukan sejak Rabu malam (23/9).

BACA JUGA: Kota Kupang Masuk Zona Coklat Risiko Tinggi, Wali Kota Kembali Terapkan WFH

BACA JUGA: Warga Kota Kupang, Ini Instruksi Wali Kota Terkait Perayaan Pesta

“Tadi malam (Rabu, 23/9, Red) sudah ada beberapa tempat kurumunan masa yang polisi bubarkan. Jadi saya minta masyarakat untuk taat, jangan lagi ada kerumunan massa biar polisi tidak dan paksa bubarkan. Ini semua demi kesehatan kita, biar mata rantai Covid-19 putus sehingga kasusnya tidak terus bertambah,” jelas Herman Man.

Khusus acara keluarga yang mengumpulkan banyak orang, Herman Man meminta warga merubah pola pelaksanaan acaranya. Pola tradisional, mengumpulkan banyak orang dalam restoran atau aula dan jenis lainnya digunakan dalam acara-acara pesta selama ini, lanjut Herman sangat bertentangan dengan protokol kesehatan dimasa Covid-19.

“Untuk apa datang duduk buat sesak dalam tenda acara. Ini pola tradisional. Cukup datang jabat tangan dengan pengantin setelah persilakan ambil makanan lalu pulang daripada duduk kerumun banyak- banyak mengundang virus korona menyebar ke orang lain,” kata Herman Man. (ogi)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top