Cabut Larangan Pesta, Ketua KFI NTT Apresiasi Keputusan Pemprov | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Cabut Larangan Pesta, Ketua KFI NTT Apresiasi Keputusan Pemprov


Ketua KFI Regional NTT, Jimmi W. B. Sianto. (FOTO: ISTIMEWA)

ENTERTAINMENT

Cabut Larangan Pesta, Ketua KFI NTT Apresiasi Keputusan Pemprov


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Ketua Komunitas Fotografi Indonesia (KFI) Regional NTT, Jimmi W. B. Sianto, SE., MM mengapresiasi langkah yang diambil Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT dengan menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 440/III/86/IX/2020, perihal Rekomendasi Pencegahan Penyebaran Covid-19 di NTT.

Dalam SE tersebut, khususnya pada poin tiga menyebutkan membatalkan Surat Gubernur NTT, Nomor Pem.440/11/84/1X/2020 tanggal 18 September 2020 perihal meniadakan sementara perayaan-perayaan, terutama pesta-pesta yang mengumpulkan banyak orang yang tertuang pada poin enam surat gubernur itu. Dengan surat edaran itu, masyarakat diizinkan menggelar perayaan atau pesta dengan tetap mematuhi protokol kesehatan guna mencegah penyebaran Covid-19.

Jimmi menilai bahwa dengan diralatnya poin 6 tersebut merupakan kebijakan yang bijaksana. “Surat pertama keluar tanggal 23 September 2020 malamnya petugas kepolisian langsung turun dan tertibkan bahkan ada yang acara sementara berlangsung dibubarkan. Tentunya semua masyarakat wajib beraktifitas dengan mengedepankan protokol Covid-19 jadi bukan hanya orang berpesta sehingga dengan adanya keputusan ini, saya menilai ini sangat tepat. Tetap pesta seperti biasa tapi tamu undangan dibatasi dan dalam pengawasan Satgas,” kata Jimmi.

BACA JUGA: Pemprov Cabut Larangan Bikin Pesta, Boleh Rayakan tapi Perhatikan Hal Ini

BACA JUGA: Sayangkan Edaran Pemprov NTT, DPRD Minta Pemkot Tegas

BACA JUGA: Jimmi Sianto Berharap Pemerintah Beri Perhatian Terhadap Pekerja Seni

Jimmi mengatakan, menghentikan acara orang berpesta secara tiba-tiba tentu merugikan banyak pihak. “Kasihan juga orang sudah merencanakan pernikahan, misalnya sudah menyebar undangan, memesan gedung, dan lain-lain lalu tiba-tiba dibubarkan, pasti rugi,” kata mantan anggota DPRD NTT dua periode ini.

Selain merugikan si pemilik acara, menurut Jimmi, pihak lain juga tentu akan kehilangan mata pencaharian. Misalnya pemilik gedung bisa saja mem-PHK karyawan karena tak ada even, begitu juga dengan wedding organizer, fotografer, MC, dan penyanyi. Ini akan memberi dampak ekonomi. “Mereka semua juga membutuhkan penghasilan untuk kelangsungan hidup,” jelas Jimmi.

Jimmi mengaku, langkah bijak yang diambil Pemprov NTT dimasa pandemi Covid-19 ini memberi secercah harapan dalam geliat pengembangan industri kreatif di NTT. Salah satunya komunitas fotografi. Pasalnya ketika awal-awal pandemi di Indonesia, khususnya di Bumi Flobamora, industri ini merupakan salah satu yang terdampak secara ekonomi lantaran ketiadaan even yang menjadi lahan bagi mata pencaharian mereka. (aln)

Komentar

Berita lainnya ENTERTAINMENT

Populer

To Top