Kejagung Cecar Djoko Tjandra Soal Teknis Pemberian Suap ke Pinangki | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Kejagung Cecar Djoko Tjandra Soal Teknis Pemberian Suap ke Pinangki


Djoko Tjandra (FOTO: Fedrik Tarigan/Jawa Pos)

PERISTIWA/CRIME

Kejagung Cecar Djoko Tjandra Soal Teknis Pemberian Suap ke Pinangki


JAKARTA, TIMEXKUPANG.com-Kejaksaan Agung (Kejagung) kembali memeriksa Djoko Tjandra dalam skandal kasus dugaan suap pengurusan fatwa Mahkamah Agung (MA). Penyidik Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung mencecar Djoko Tjandra soal teknis pemberian uang USD 500 ribu kepada Jaksa Pinangki Sirna Malasari.

“Tentang bagaimana teknis dan caranya serta maksud dan tujuan pemberian uang sebanyak USD 500.000 tersebut,” kata Kapuspenkum Kejagung, Hari Setiyono dalam keterangannya, Jumat (25/9).

Hari menyebut, penyidik Kejagung juga mendalami soal pemberian uang dari Djoko Tjandra dengan maksud pengurusan fatwa hukum di MA agar tidak dieksekusi dalam kasus hak tagih Bank Bali. Sehingga Djoko Tjandra bisa melenggang pulang ke Indonesia tanpa dieksekusi.

“Mencari fakta hukum tentang perbuatan Djoko Soegiarto Tjandra yang diduga telah memberikan pemberian atau janji yang diberikan kepada Jaksa Pinangki Sirna Malasari guna mengurus permohonan fatwa ke Mahkamah Agung agar status Terpidana Djoko Soegiarto Tjandra dalam perkara Cessie Bank Bali tidak dieksekusi oleh Jaksa,” tegas Hari.

BACA JUGA: Nama Jaksa Agung dan Eks Ketua MA Masuk dalam Dakwaan Jaksa Pinangki

BACA JUGA: Jaksa Pinangki Didakwa Terima Uang USD 500 Ribu dari Djoko Tjandra

Dalam perkara ini, Pinangki yang diduga penerima suap telah menjalani sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Pinangki didakwa menerima suap sebesar USD 500 ribu dari Djoko Tjandra.

Dalam dakwaan Pinangki, uang suap dari Djoko Tjandra kepada Jaksa Pinangki sebesar USD 500.000 sebagai down payment (DP) 50 persen dari USD 1.000.000 yang dijanjikan untuk pengurusan fatwa hukum di Mahkamah Agung. Sementara itu, USD 50.000 diberikan kepada Anita Kolopaking sebagai pembayaran awal penasihat hukum Djoko Tjandra.

Sisa uang USD 450 ribu yang masih dalam penguasaan Pinangki lalu digunakan untuk dibelanjakan barang-barang mewah. Dia membeli mobil BMW X-5, biaya kecantikan di Amerika, dan pembayaran sewa apartemen di New York, Amerika.

Pinangki juga menggunakan uang itu untuk pembayaran dokter home care, pembayaran kartu kredit dan transaksi lain untuk kepentingan pribadi. Serta pembayaran sewa apartemen Essence Darmawangsa dan apartemen Pakubowono Signature yang menggunakan cash dolar Amerika Serikat.

Sebagai pemberi suap Djoko Tjandra disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a dan Pasal 5 ayat 1 huruf b dan Pasal 13 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (jpc/jpg)

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

Populer

To Top