KPU Malaka dan Paslon Deklarasi Pilkada Damai dan Pakta Integritas | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

KPU Malaka dan Paslon Deklarasi Pilkada Damai dan Pakta Integritas


Paslon peserta Pilkada Malaka dan KPU setempat saat membacakan ikrar dalam Deklrasi Pilkada Damai di kantor KPU Malaka, Jumat (25/9). (FOTO: PISTO BERE/TIMEX)

POLITIK

KPU Malaka dan Paslon Deklarasi Pilkada Damai dan Pakta Integritas


BETUN, TIMEXKUPANG.com-Dua pasangan calon Bupati-Wakil Bupati (Wabup) Malaka, masing-masing paslon Nomor Urut 1, Dr. Simon Nahak, SH, MH-Loise Lucki Taolin (SN-KT), dan paslon Nomor Urut 2, dr. Stefanus Bria Seran, MPH-Wendelinus Taolin (SBS-WT) mengikuti Deklarasi Pilkada Damai dan penandatanganan Pakta Integritas di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Malaka, Jumat (25/9).

Deklarasi Pilkada Damai berisi empat poin penting, sedangkan Pakta Integritas berisi tiga poin.

Berikut poin Deklarasi Pilkada Damai:

1. Mewujudkan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Malaka Tahun 2020 dengan ikut mensosialisasikan kepada masyarakat dan menerapkan protokol kesehatan, percegahan serta pengendalian corona virus disease 2019 (Covid-19).

2. Mewujudkan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Malaka yang langsung, umum, bebas, rahasia jujur dan adil.

3. Melaksanakan kampanye Pemilu yang aman, tertib, damai, berintegritas, tanpa hoax, politik sara dan politik uang

4. Melaksanakan Kampaye berdasarkan peraturan perundangan-undangan yang berlaku.

Sementara itu pada Pakta Integritas Pilkada serentak 2020, para paslon Bupati-Wabup Malaka diminta untuk:

1. Mematuhi dan menerapkan protokol kesehatan pencegahan dan pengendalian Covid-19 pada setiap tahapan pemilihan sebagaimana diatur dalam Peraturan KPU Nomor 6 tahun 2020 yang telah diubah dengan Peraturan KPU Nomor 10 tahun 2020 dan protokol Kesehatan yang ditetapkan oleh instansi yang berwenang.

2. Mengutamakan kesehatan dan keselamatan para pihak dan pemangku kepentingan dalam pelaksanaan seluruh tahapan pemilihan tahun 2020.

3. Menerima sanksi sesuai dengan peraturan yang berlaku apabila melanggar peraturan mengenai protokol kesehatan pencegahan dan pengendalian Covid-19.

“Hari ini merupakan momen bersejarah bagi kita semua karena dapat melaksanakan Deklarasi Pilkada Damai dan Pakta Integritas. Ini salah satu momentum penting dalam rangkaian proses tahapan Pilkada serentak di Kabupaten Malaka,” ungkap Ketua KPU Malaka, Makarius Bere Nahak, dalam sambutannya, di Kantor KPU Malaka, Jumat (25/9).

Makarius Bere mengatakan, sebelum memasuki tahapan masa kampanye Pilkada serentak 2020 berlangsung, KPU Malaka sebagai penyelenggara pemilihan Bupati-Wabup Malaka memfasilitasi adanya deklarasi pemilihan kepala daerah yang damai dan berintegritas.

“Pertemuan saat ini tak semata inisiatif penyelegara saja, tetapi merupakan hasil kesepakatan dan koordinasi dengan Forkopimda dan kedua pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Malaka Tahun 2020. Pertemuan ini tentunya juga membuktikan adanya kesatuan semangat untuk secara bersama mewujudkan Pemilukada yang damai, langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil,” beber Makarius.

Makarius menjelaskan, Deklarasi Pilkada Damai dalam wujud penyampaian ikrar bersama para paslon bukan sekadar formalitas dan seremonial belaka, akan tetapi jauh dari itu mengandung makna untuk mempertegas sikap peserta di Pilkada Malaka tahun 2020.

Sikap itu, demikian Makarius, memuat komitmen dan konsisten kedua paslon akan keharusan untuk turut menciptakan iklim yang kondusif bagi keseluruhan proses Pilkada Malaka.

“Perhatian rakyat Malaka dengan jumlah pemilih 115.433 saat ini akan tertuju pada dua pasangan calon, dan selanjutnya rakyat akan memberikan segenap penilaian pertimbangan sampai kepada menjatuhkan pilihan,” katanya.

Dengan demikian, lanjutnya, perilaku, ucapan, dan tindakan kedua paslon akan menjadi tolok ukur rakyat Malaka dalam menentukan sikap politiknya. “Deklarasi pada hari ini (Jumat, 25/9, Red) merupakan bagian dalam kerangka membangun tatanan nilai, norma, dan etika dalam proses pelaksanaan kehidupan berdemokrasi yang semuanya mengikat untuk diwujudkan dalam perhelatan Pilkada Malaka tahun ini,” tutur Makarius.

Makarius menambahkan, penyelenggaraan kampanye yang merupakan bagian dari tahapan Pilkada serentak 2020 diatur dalam PKPU nomor 11 tahun 2020 perubahan atas PKPU nomor 4 tahun 2017 tentang Kampanye Pemilih Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati dan atau Walikota dan Wakil Walikota menyebutkan kampanye dilaksanakan selama 71 hari. Terhitung 26 September hingga 5 Desember 2020.

Makarius mengingatkan para paslon di Pilkada Malaka agar memanfaatkan masa kampanye dengan menyampaikan program-program yang menjadi arah pemerintahan ke depan.

Para paslon, lanjut Makarius juga diingatkan untuk berkompetisi secara sehat, berkomitmen mewujudkan Pilkada yang aman dan damai, membangun sikap kedewasaan diantara pasangan calon dan para pendukung.

“Kampanye yang dibangun harus dalam kedewasaan berpolitik, bermain cantik menawan untuk mendapatkan daya tarik pemilih yang merupakan pemilihan strategis dalam memenangkan Pilkada. Hindari Pilkada yang tidak simpatik dan cenderung memunculkan kekerasan sosial karena hal ini akan menuai sikap antipati dari masyarakat yang berpotensi merugikan bagi upaya penggalangan dukungan bagi pasangan calon itu sendiri,” pungkas Makarius. (mg30)

Komentar

Berita lainnya POLITIK

Populer

To Top