Pemprov NTT Dinilai Tidak Adil | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Pemprov NTT Dinilai Tidak Adil


Ompo Massa

BISNIS

Pemprov NTT Dinilai Tidak Adil


Keputusan untuk PT. Hotel Sasando Timor Internasional dan PT NBN

KUPANG, TIMEX KUPANG.com-Pemerintah Provinsi NTT dinilai tidak adil terkait keputusan yang diambil untuk PT. Hotel Sasando Timor Internasional dan PT. Nusa Bahana Niaga (NBN). Dua perusahaan ini sama-sama menggunakan lahan Pemprov NTT untuk melakukan investasi.

Hal ini disampaikan pihak PT. Hotel Sasando Timor Internasional melalui kuasa hukumnya Ompo Massa kepada koran ini, Kamis (24/9). Hal ini dikatakan Ompo Massa menyikapi keputusan Pemprov NTT yang tidak menyetujui permohonan PT. Hotel Sasando Timor Internasional menaikan kontribusi dari sekitar Rp 300 juta per tahun menjadi sekitar Rp 600 juta per tahun. Atau naik sekitar 100 persen. Luasan lahan yang digunakan PT. Hotel Sasando Timor Internasional untuk mengelola Hotel Sasando itu sekitar 18 ribu meter persegi.

Sementara itu, di sisi lain Pemprov NTT setuju melanjutkan kerja sama dengan PT. Nusa Bahana Niaga (NBN) yang mengelola lahan sekitar 66 ribu meter persegi di Jalan Veteran Fatululi Kupang.

Sebagaimana diberitakan, Selasa (15/9), Pemprov NTT memperpanjang kerja sama dengan PT. NBN untuk 30 tahun ke depan. Kontribusi yang diberikan pihak PT. NBN naik dari Rp 559 juta per tahun menjadi Rp 1,2 miliar per tahun.

Hal inilah yang menurut Ompo Massa terkesan ada perlakuan tidak adil oleh Pemprov NTT. “Terkesan ada perlakuan tidak adil di sini. Karena permohonan kenaikan kontribusi yang diajukan PT. Hotel Sasando Timor Internasional tidak disetujui. Padahal jika dihitung dari luasan lahan yang digunakan PT. Hotel Sasando Timor Internasional 18 ribu meter persegi dengan kontribusi Rp 600 juta per tahun seperti yang diusulkan itu jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan yang digunakan PT. NBN. Karena PT. NBN menggunakan lahan seluas 66 ribu meter persegi atau tiga kali lebih besar dari yang digunakan PT. Hotel Sasando Timor Internasional. Tapi kontribusinya hanya Rp 1,2 miliar per tahun. Harusnya lebih dari Rp 2 miliar per tahun. Tapi mengapa permohonan yang diajukan PT. Hotel Sasando Timor Internasional tidak disetujui? Di sini kami merasa diperlakukan tidak adil,” ujar Ompo.

Padahal, lanjut Ompo, PT. Hotel Sasando Timor Internasional sudah puluhan tahun berinvestasi di NTT. Telah menyerap banyak tenaga kerja dan turut mendorong pembangunan di NTT.

Kepala Badan Pendapatan dan Aset Daerah Zeth Sony Libing yang hendak dikonfirmasi koran ini, Kamis (24/9) malam belum memberikan jawaban.

Sebelumnya, Senin (14/9) Pemprov NTT telah menandatangani addendum perjanjian kerja sama dengan PT NBN atas kontrak sewah lahan di Kelurahan Fatululi, Kecamatan Oebobo sebesar Rp 1,2 miliar per tahun selama 30 tahun. Lahan yang digunakan PT NBN itu sekitar 66 ribu hektar. Di atasnya berdiri beberapa unit usaha.

Kaban Pendapatan dan Aset Daerah NTT melalui penilai aset, Jacobus Makin, ST, M.Ec.Dev kepada koran ini, Kamis kemarin mengatakan, penentuan nilai kontribusi tersebut sesuai ketentuan yang berlaku. “Ada metode perhitungannya sesuai ketentuan regulasi. Ada banyak variabel yang harus diperhitungkan,” jelas magister lulusan UGM ini. Dirinya membenarkan lahan yang digunakan PT. NBN sekitar 66 ribu meter persegi.

Saat penandatanganan addendum perjanjian kerja sama dengan PT. NBN, Sony Libing mengatakan, kesepakatan kerja sama itu merupakan hasil adendum kedua atas kontrak kerja sama sejak tahun 2011 lalu. Dalam adendum tersebut, terdapat beberapa poin yang diperbaharui. Antara lain, kontribusi per tahun menjadi Rp 1,2 miliar dan setiap lima tahun kenaikan lima persen.

Pada kesempatan itu juga dilakukan kontrak kerja sama pemanfaatan atas tanah dan bangunan eks Hotel Plago Labuan Bajo dengan nilai kontrak per tahun sebesar Rp 850 juta, termasuk pembagian keuntungan 30/70 persen dengan rincian 30 untuk Pemprov NTT dan 70 persen untuk PT Flobamora. Kontrak kerja sama ini akan berlangsung selama 30 Tahun. “Sebelumnnya nilai kontrak tahunan dengan PT Sarana Investama Menggabar sebesar Rp 255 juta per tahun,” katanya.

Ketua Komite Bidang Organisasi, Keanggotaaan dan Pemberdayaan Lippo Plaza, Ali Said mengakatan kerja sama tersebut merupakan bentuk dukungan untuk proses pembangunan serta turut serta meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) di NTT. “Kami akan berpartisipasi dalam bentuk apa pun itu untuk peningkatan pembangunan di daerah ini,” katanya.

Diharapkan juga bahwa ke depan agar hubungan yang dibangun demi pembangunan ini terus berjalan dan terus harmonis.

Sementara Direktur PT Flobamor Bangkit Internasional, Yanto Kore Mega mengaku bahwa dengan bermodalkan enam anak perusahannya, berkomitmen menghadirkan investor untuk mengelola aset dan mendukung pengembangan wisata di NTT. “Kerja sama dengan para investor tengah berproses dan dengan waktu yang tidak terlalu lama sudah mulai beroperasi di Hotel Plago,” katanya

Senada juga disampaikan Direktur Utama PT. Flobamor Agustinus Zadriano Bokotei bahwa pihaknya sangat bekomitmen untuk pengembangan wisata sebagai prime mover pembangunan di NTT. (ito)

Komentar

Berita lainnya BISNIS

To Top