Pertama di NTT, Kejari TTS Bebaskan Terdakwa Pidana | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Pertama di NTT, Kejari TTS Bebaskan Terdakwa Pidana


PELAJARAN BERHARGA. Louis Charles Nuban (Celana biru) foto bersama korban Amelia Neonane (keempat kanan), Kajari TTS, Andarias D’Orney (ketiga kanan) dan jajaran serta Camat Amanuban Selatan, Jhon Asbanu (kanan) di kantor Kejari TTS, Kamis (24/9). (FOTO: YOPI TAPENU/TIMEX)

PERISTIWA/CRIME

Pertama di NTT, Kejari TTS Bebaskan Terdakwa Pidana


Penerapan SEJA Nomor 15 Tahun 2020

SOE, TIMEXKUPANG.com-Kejaksaan Negeri (Kejari) TTS, membebaskan seorang terdakwa pindana umum, yakni Louis Charles Nuban, Kamis (24/9). Louis sebelumnya didakwa melakukan pelanggaran terhadap pasal 351 KUHP terkait penganiayaan.

Kejari TTS, Andarias D’Orney saat dikonfirmasi mengatakan pihaknya menghentikan proses penuntutan terhadap pelaku kasus tindak pidana umum sesuai Surat Edaran Kejaksaan Agung (SEJA) Nomor. 15 tahun 2020. SEJA ini yang mengatur tentang pemberhentian penuntutan kasus pidana umum.

Sebagaimana diketahui, Louis Charles Nuban didakwa pasal 351 ayat 1, karena melakukan penganiayaan terhadap Amelia Neonane, pada 27 Juni 2020 lalu.

“Ini pertama kali dilakukan di TTS, bahkan di tingkat Provinsi NTT, dan Kejari TTS merupakan yang pertama kali melakukan penghentian penuntutan ini,” ujar Andarias.

Andarias menjelaskan, SEJA Nomor 15 tahun 2020 tersebut menyatakan, setiap kasus pidana umum dapat dihentikan oleh penegak hukum dengan ketentuan, jika terdakwa belum pernah melakukan tindak pidana umum, dan terdakwa bersedia memberikan kompensasi kepada korban. Selain itu, kata Andarias, masyarakat mendukung penghentian penuntutan, serta ancaman pidana kurang dari 5 tahun penjara.

Karena ancaman pidana terhadap Louis Charles Nuban, kurang dari lima tahun, dimana sesuai tuntutan 2,8 tahun, sehingga diproses untuk dihentikan penuntutannya, lagipula kriteria lain yang mengatur tentang penghentian kasus dipenuhi oleh terdakwa. “Ini hanya berlaku untuk kasus pidana umum. Tapi kalau pidana khusus, tidak berlakukan SEJA ini,” jelas Andarias.

Louis Charles Nuban pada kesempatan itu mengungkapkan rasa terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Kejari TTS, Kejati NTT, Polres TTS, Polsek Amanuban Selatan, tokoh masyarakat Amanuban Selatan (Nabuasa), Camat Amanuban Selatan dan jajarannya, karena telah menindaklanjuti permohonannya sehingga dikabulkan.

Pelajaran Berharga

Louis Charles Nuban, juga menyampaikan terima kasih serta permohonan maaf terhadap Ibu Amelia Neonane dan keluarga, karena telah bersedia untuk menyelesaikan kasus tersebut secara kekeluargaan. Sebagai manusia, ia menyadari kelemahannya dan kilaf. Meski demikian, kasus yang dialaminya memberi pelajaran berharga terhadap dirinya secara pribadi, dan keluarga.

Ke depan, Louis berjanji akan menjalani hidup dengan sabar dalam menghadapi berbagai kejadian yang dialaminya. “Saya juga sangat berterima kasih sekali kepada istri, anak, dan keluarga yang mendukung dan memotivasi saya selama saya menjalani masa binaan di tahanan selama 50 hari,” ucap Louis Charles.

Camat Amanuban Selatan, Jhon Asbanu pada kesempatan itu mengatakan karena Louis Charles Nuban adalah ASN pada kantor Camat Amanuban Selatan, sehingga yang bersangkutan akan dibawa kembali ke Amanuban Selatan, guna melaksanakan tugasnya sebagai ASN.

Ia berpesan agar ke depan, Louis Charles Nuban lebih dewasa dan lebih bijak lagi dalam menghadapi berbagai kejadian yang dialaminya, sehingga terhindar dari persoalan hukum seperti yang dialami saat ini. “Saya akan lapor Pak Bupati (Egusem Tahun, Red) kalau kasus yang dialami staf saya sudah diselesaikan secara damai, dan yang bersangkutan sudah akan bekerja kembali secara normal di kantor camat,” kata Jhon Asbanu.

Untuk diketahui, Louis Charles Nuban melakukan penganiayaan terhadap Amelia Neonane, lantaran tidak terima jika korban masuk ke dalam sawah miliknya untuk menangkap ikan.

Apa yang dilakukan Amelia menyebabkan tanaman padi milik Louis Charles yang hanya menghitung minggu untuk dipanen mati terinjak-injak. Saat ini, pelaku melakukan penganiayaan terhadap korban hingga korban mengalami memar pada lengannya. Tidak terima terhadap penganiayaan yang dialami, Amelia Neonane memolisikan pelaku hingga berujung proses hukum di Kejari TTS. (yop)

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top