Bawaslu TTU Temukan 634 Pemilih Ganda Hasil Penelusuran DPS | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Bawaslu TTU Temukan 634 Pemilih Ganda Hasil Penelusuran DPS


BERI KETERANGAN. Ketua Bawaslu TTU, Martinus Kolo didampingi Kordiv SDM, Helen P. Taus dan Kordiv PHL, Nonato Sarmento memberi keterangan kepada media terkait hasil temuan atas perncermatan terhadap DPS, di kantor Bawaslu TTU, Sabtu (26/9). (FOTO: PETRUS USBOKO/TIMEX)

POLITIK

Bawaslu TTU Temukan 634 Pemilih Ganda Hasil Penelusuran DPS


KEFAMENANU, TIMEXKUPANG.com-Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) menemukan sebanyak 634 pemilih untuk Pilkada serentak 2020.

Temuan tersebut merupakan hasil penelusuran dan pencermatan Bawaslu TTU terhadap Daftar Pemilih Sementara (DPS) yang telah ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) TTU belum lama ini.

Ketua Bawaslu TTU, Martinus Kolo kepada Timor Express, di Kefamenanu, Sabtu (26/9) mengatakan, pihaknya menerima salinan DPS Pilkada TTU 2020 dari KPU sesuai hasil pleno penetapan DPS belum lama ini.

Dari salinan data DPS itu, Bawaslu kemudian melakukan pencermatan. Hasilnya ditemukan adanya beberapa kejanggalan dalam dokumen DPS tersebut, terutama keselisihan data.

“Jumlah pemilih dalam DPS sesuai formulir Model A.1.1-KWK, pemilih laki-Laki sebanyak 85.861 orang, perempuan 87.568 pemilih. Totalnya 173.429 pemilih. Sedangkan jumlah pemilih hasil penelusuran Bawaslu TTU sesuai formulir Model A.1-KWK (by name by address), laki-laki 85.859 pemilih, dan perempuan 87.569 pemilih. Totalnya 173.428 pemilih,” beber Martinus.

Selain itu, lanjut Martinus, Bawaslu juga menemukan adanya keselisihan DPS di Kecamatan Insana Fafinesu dan Kecamatan Biboki Selatan. Selisih data yang ditemukan tersebut terdapat pada jumlah pemilih jenis kelamin perempuan dan laki-laki.

Misalnya, jumlah data pemilih dalam DPS untuk Kecamatan Insana Fafinesu pada rormulir pemilih Model A1.1-KWK hasil penelusuran Bawaslu TTU, jumlah pemilih laki-laki dan perempuan berubah. Pemilih laki-laki di kecamatan itu sebanyak 1.983 orang. Setelah dilakukan penelusuran berkurang menjadi 1.981 pemilih. Pemilih perempuan sebelumnya berjumlah 2.025 orang bertambah menjadi 2.027 pemilih.

Sementara di Kecamatan Biboki Selatan, kata Martinus, sesuai pencermatan terhadap format Model A.1.1-KWK, Bawaslu menemukan adanya kesalahan perhitungan jumlah pemilih dari jumlah awal, dimana dalam DPS sebanyak 6.601 pemilih. Setelah dilakukan percermatan oleh Bawaslu berkurang menjadi 6.600 pemilih.

Sementara untuk pemilih ganda, demikian Martinus, ditemukan sebanyak 634 pemilih. Ini adalah hasil pencermatan Bawaslu terhadap pemilih ganda yang merupakan pemilih tidak memenuhi syarat (TMS).

Martinus menyatakan, Bawaslu menemukan pemilih ganda pada data DPS lantaran selama ini KPU dinilai menyembunyikan data terkait DPS kepada Bawaslu. Dengan temuan ini, lanjut Martinus, Bawaslu langsung berkoordinasi dengan KPU untuk bekerja sama mencermati DPS. Namun sayang hal itu tidak digubris pihak KPU.

“Kita akan serahkan temuan ini kepada KPU untuk menindaklanjuti, terutama memperhatikan beberapa poin hasil penelusuran. Selama ini Bawaslu mencurigai bahwa data DPS tidak valid karena sejak awal KPU sudah menutup data ini,” pungkasnya. (mg26)

Komentar

Berita lainnya POLITIK

Populer

To Top