Dewan: Itu Tidak Adil | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Dewan: Itu Tidak Adil


Leo Lelo

BISNIS

Dewan: Itu Tidak Adil


Perlakuan Pemprov Terhadap PT. Hotel Sasando Timor Internasional dan PT NBN

KUPANG, TIMEX KUPANG.com-Penyataan pihak PT. Hotel Sasando Timor Internasional yang menilai Pemprov NTT tidak adil mendapat tanggapan dari anggota DPRD NTT. Ini terkait keputusan Pemprov yang tidak menyetujui permohonan addendum kerja sama. Sementara dengan PT. Nusa Bahana Niaga disetujui.

Wakil Ketua Komisi III DPRD NTT, Leonardus Lelo kepada koran ini Jumat kemarin mengatakan, sangat wajar apa yang disampaikan pihak PT. Hotel Sasando Timor Internasional. “Sangat wajar apa yang disampaikan pihak PT. Hotel Sasando Timor Internasional. Pengusaha lain pun akan sama. Bagaimana tidak kecewa kalau melihat adanya ketidakadilan yang dirasakan. Padahal, selama ini sudah memberi kontribusi untuk membangun daerah ini,” kata Leo melalui sambungan telepon siang kemarin.

Anggota Dewan dari Partai Demokrat itu mengaku baru mengetahui perbandingan kontribusi yang ditawarkan pihak manajemen Hotel Sasando dan kontribusi yang diberikan PT. NBN. Awalnya, kata Leo, dirinya memberi apresiasi atas kenaikan kontribusi dari PT. NBN untuk daerah.

“Namun, setelah mengikuti pemberitaan hari ini (kemarin, Red) saya baru tahu bahwa ada potensi kontribusi yang lebih tinggi lagi. Selain itu, ada terkesan tidak adil yang dirasakan pihak Hotel Sasando,” kata Leo.

Dirinya mempertanyakan penghitungan yang dilakukan Badan Pendapatan dan Aset Daerah NTT. “Secara teknis Badan Pendapatan dan Aset Daerah yang lebih tahu seperti apa penghitungannya. Tetapi harus dikaji dengan baik berapa nilai yang wajar aset Pemda berupa tanah. Termasuk selama jangka waktu tertentu dan sistim kerja samanya seperti apa,” kata Leo.

Sebagai pimpinan komisi yang membidangi perekonomian, Leo berjanji akan mempertanyakan hal ini kepada Badan Pendapatan dan Aset Daerah NTT. Jangan sampai, lanjut Leo, daeraha dirugikan.

Menurutnya, investasi di daerah ini harus didukung sehingga terus berkembang. Karena lapangan pekerjaan di NTT sangat terbatas. Kehadiran investor akan sangat membantu penyerapan tenaga kerja. Juga menggerakan sektor ekonomi lainnya. Jadi, kata Leo, pemerintah harus welcome dengan investor.

Diberitakan sebelumnya, PT. Hotel Sasando Timor Internasional melalui kuasa hukumnya Ompo Massa kepada koran ini, Kamis (24/9) menilai Pemerintah Provinsi NTT dinilai tidak adil terkait keputusan yang diambil untuk PT. Hotel Sasando Timor Internasional dan PT. Nusa Bahana Niaga (NBN). Dua perusahaan ini sama-sama menggunakan lahan Pemprov NTT untuk melakukan investasi.

Hal ini dikatakan Ompo Massa menyikapi keputusan Pemprov NTT yang tidak menyetujui permohonan PT. Hotel Sasando Timor Internasional menaikan kontribusi dari sekitar Rp 300 juta per tahun menjadi sekitar Rp 600 juta per tahun. Atau naik sekitar 100 persen. Luasan lahan yang digunakan PT. Hotel Sasando Timor Internasional untuk mengelola Hotel Sasando itu sekitar 18 ribu meter persegi.

Sementara itu, di sisi lain Pemprov NTT setuju melanjutkan kerja sama dengan PT. Nusa Bahana Niaga (NBN) yang mengelola lahan sekitar 66 ribu meter persegi di Jalan Veteran Fatululi Kupang.

Pemprov NTT telah memperpanjang kerja sama dengan PT. NBN untuk 30 tahun ke depan. Kontribusi yang diberikan pihak PT. NBN naik dari Rp 559 juta per tahun menjadi Rp 1,2 miliar per tahun.

Hal inilah yang menurut Ompo Massa terkesan ada perlakuan tidak adil oleh Pemprov NTT. “Terkesan ada perlakuan tidak adil di sini. Karena permohonan kenaikan kontribusi yang diajukan PT. Hotel Sasando Timor Internasional tidak disetujui. Padahal jika dihitung dari luasan lahan yang digunakan PT. Hotel Sasando Timor Internasional 18 ribu meter persegi dengan kontribusi Rp 600 juta per tahun seperti yang diusulkan itu jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan yang digunakan PT. NBN. Karena PT. NBN menggunakan lahan seluas 66 ribu meter persegi atau tiga kali lebih besar dari yang digunakan PT. Hotel Sasando Timor Internasional. Tapi kontribusinya hanya Rp 1,2 miliar per tahun. Harusnya lebih dari Rp 2 miliar per tahun. Tapi mengapa permohonan yang diajukan PT. Hotel Sasando Timor Internasional tidak disetujui? Di sini kami merasa diperlakukan tidak adil,” ujar Ompo, Kamis (24/9).

Padahal, lanjut Ompo, PT. Hotel Sasando Timor Internasional sudah puluhan tahun berinvestasi di NTT. Telah menyerap banyak tenaga kerja dan turut mendorong pembangunan di NTT.

Kaban Pendapatan dan Aset Daerah NTT melalui penilai aset, Jacobus Makin, ST, M.Ec.Dev kepada koran ini, Kamis (24/9) mengatakan, penentuan nilai kontribusi tersebut sesuai ketentuan yang berlaku. “Ada metode perhitungannya sesuai ketentuan regulasi. Ada banyak variabel yang harus diperhitungkan,” jelas magister lulusan UGM ini. Dirinya membenarkan lahan yang digunakan PT. NBN sekitar 66 ribu meter persegi. (ito)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya BISNIS

Populer

To Top