Mirisnya Nasib Guru Kontrak di TTU, 9 Bulan Mengabdi Tanpa Upah | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Mirisnya Nasib Guru Kontrak di TTU, 9 Bulan Mengabdi Tanpa Upah


Penjabat Sekda TTU, Fransiskus Tilis. (FOTO: PETRUS USBOKO/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Mirisnya Nasib Guru Kontrak di TTU, 9 Bulan Mengabdi Tanpa Upah


KEFAMANANU, TIMEXKUPANG.com-Nasib 1.712 guru kontrak daerah di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) sungguh miris. Bagaimana tidak, sejak awal tahun hingga kini, lebih kurang sembilan bulan mengabdi, mereka tak menerima upah. Pemkab TTU seolah menggantung nasib para pendidik ini.

Padahal, para guru kontrak daerah tersebut telah menunaikan tugas dengan baik dan maksimal. Bahkan di tengah pandemi Covid-19 pun, mereka tetap menjalankan tugas mencerdaskan anak bangsa.

Penjabat Sekda TTU, Fransiskus Tilis yang dikonfirmasi Timor Express belum lama ini membenarkan jika gaji para guru berstatus kontrak daerah pada Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (PKO) TTU belum dibayar hingga kini.

Fransiskus menyebutkan sejumlah kendala, salah satunya sampai saat ini Bupati TTU, Raymundus Sau Fernandes belum menandatangi Surat Keputusan (SK) pengangkatan tenaga kontrak itu. Penerbitan SK kontrak daerah tersebut sempat terganjal dugaan penyimpangan dalam pengangkatan pegawai tidak tetap (PTT) yang sempat disidik pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) TTU.

Namun, kata Fransiskus, kasus tersebut saat ini sudah dihentikan penanganannya oleh Kejari TTU pasca kerugian negara dikembalikan ke kas negara.

“Benar, gaji guru kontrak daerah memang hingga saat ini belum dilakukan pembayaran karena terganjal SK pengangkatan. Namun, saat ini semuanya sedang berproses. Kita targetkan Oktober SK pengangkatan guru kontrak daerah sudah bisa dikeluarkan sehingga bisa diikuti dengan pembayaran hak mereka,” jelas Fransiskus.

Menyinggung terkait nilai gaji yang harus dibayarkan kepada 1.712 guru kontrak daerah, Fransiskus menyebutkan, nilainya mencapai Rp 25 miliar lebih. Dirinya memastikan apa yang menjadi hak para guru akan dibayarkan tahun ini, sebab anggaran untuk membayar sudah tersedia.

“Hak para guru akan kita bayarkan pada tahun ini. Saat ini administrasinya sedang berproses. Begitu SK-nya dikeluarkan kita langsung ikuti dengan pembayaran hak para guru tersebut,” janjinya.

BACA JUGA: Kasihan Nasib Guru Kontrak TTU, Pemkab Siap Rp 25 M untuk Gaji, tapi Bupati Tak Keluarkan SK

Sementara, Ketua Komisi III DPRD TTU, Therensius Lazakar ketika dikonfirmasi Timor Express, Jumat (25/9) mendesak Pemkab TTU untuk segera membayar upah 1.712 tenaga guru yang berstatus kontrak daerah di TTU itu.

Anggaran untuk pembayaran tenaga guru kontrak daerah itu telah ditetapkan oleh Pemerintah Daerah melalui Peraturan Kepala Daerah sebesar Rp 25 miliar lebih, namun hingga kini belum direalisasikan.

“Pemerintah Daerah harus segera bayar upah 1.712 tenaga guru kontrak daerah karena anggaran sudah tersedia, Kenapa mesti tahan-tahan upah mereka,” tegas politikus Partai Golkar yang tampak kesal lantaran Pemkab TTU mengabaikan kesejahteraan para guru.

Therensius mengatakan, saat melakukan reses di beberapa daerah, pihaknya menerima laporan/keluhan dari para guru yang berstatus tenaga kontrak daerah terkait pembayaran upah. Pasalnya, sudah sembilan bulan mengabdi, upah belum diterima.

Teherensius meminta Pemkab TTU dapat menyelesaikan keluhan para guru kontrak itu. “Jangan hanya paksa orang untuk tunjukan kinerja baik namun kesejahteraanya tidak diperhatikan. Ini kan konyol, Pemerintah mendesak para tenaga guru untuk mengajar namun tidak memberikan haknya,” tegas Therensius.

Therensius menduga, anggaran senilai Rp 25 miliar lebih untuk upah para guru kontrak daerah itu telah dibungakan oleh Pemkab TTU di salah satu bank guna mendapatkan jasa giro.

“Seharusnya Pemerintah Daerah lebih serius mengurus nasib para guru kontrak daerah karena berkat jasa mereka kita jadi cerdas. Saya menduga uang untuk pembayaran upah para tenaga guru kontrak daerah ini telah di deposito di bank oleh pemerintah,” katanya. (mg26)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top