Penjabat Kades di Rote Ndao Ramai-ramai Letakan Jabatan, Ternyata… | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Penjabat Kades di Rote Ndao Ramai-ramai Letakan Jabatan, Ternyata…


MENGUNDURKAN DIRI. Mantan Pj Kades Holulai, Kecamatan Rote Barat Laut, Esau Loe, saat menyerahkan tembusan surat pengunduran diri di Dinas PMD Rote Ndao, Sabtu (26/9). (FOTO: Max Saleky/TIMEX)

PEMERINTAHAN

Penjabat Kades di Rote Ndao Ramai-ramai Letakan Jabatan, Ternyata…


BA’A, TIMEXKUPANG.com-Halaman Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Rote Ndao, mendadak ramai oleh kehadiran para Penjabat Kepala Desa (Kades). Pemandangan ini tak seperti biasanya, disaat jarum jam mulai menunjukan pukul 10.30 wita, Sabtu (26/9).

Sebelumnya, terlihat beberapa sepeda motor mulai berdatangan, begitu juga dengan kendaraan roda empat. Seolah ada kesepakatan, dimana para Penjabat Kades yang tiba lebih dulu tampak menanti rekan lainnya di parkiran area kantor DPMD.

Beberapa waktu berselang, jumlahnya bertambah banyak. Hampir semuanya enggan berkomentar, saat hendak dikomfirmasi Timor Express. Mereka malah memilih untuk menghindari awak media.

Belum banyak yang disampaikan terhadap kedatanganya di Dinas PMD. Tetapi beberapa diantaranya hanya mengatakan, kalau mereka memiliki urusan pada instansi tersebut.

“Kami ada sedikit urusan di sini (Dinas PMD, Red),” kata Pj. Kades Holulai, Kecamatan Rote Barat Laut, Esau Loe, menjawab Timor Express.

Sebagaimana terpantau Timor Express, sebelum masuk ke ruang kantor Dinas PMD, satu per satu dari Pj Kades tersebut diarahkan untuk mencuci tangan, oleh salah seorang pegawai DPMD. Tindakan itu, dengan ketat diberlakukan di setiap instansi pemerintahan, untuk menerapkan protokol kesehatan dalam pencegahan penularan Covid-19.

“Terhitung hari ini, kami bukan lagi sebagai seorang Pj Kades, karena jabatan itu sudah secara resmi diletakan,” tegas Mosez Limbe, mantan Pj Kades Boni, Kecamatan Rote Barat Laut kepada Timor Express, setelah memasukan dokumen pengunduran dirinya.

Senada denganya, Melkianus Bessie, Pj Kades Holoama, Kecamatan Lobalain pun demikian. Melkianus mengatakan, pengunduran dirinya sudah dimasukan tinggal menunggu petunjuk selanjutnya.

“Pengunduran diri saya sudah dimasukan, saat ini menunggu petunjuk selanjutnya dari pimpinan,” kata Melkianus.

Sementara informasi yang dihimpun Timor Express menyebutkan, dari 69 desa yang melaksanakan Pilkades, terdapat 66 kandidat Balon Kades, yang sebelumnya menjabat sebagai Pj Kades. Tiga diantaranya masih tetap mengemban jabatan tersebut, hingga dilantik Kepala Desa terpilih hasil Pilkades serentak 9 Desember mendatang. Ketiga Pj tersebut adalah, Pj Kades Anarae, Oelasin, dan Nggelodae.

Terhadap pengunduran diri yang telah dilakukan sejumlah Pj Kades itu, mau tak mau Bupati Rote Ndao merespon cepat. Hal tersebut penting dilakukan, untuk mencegah terjadinya kevakuman dan ketimpangan dalam menjalankan roda pemerintah di desa, setelah adanya pengunduran diri yang dilakukan secara massal.

Kepala Dinas PMD, Rote Ndao, Yames MK. Therik, SH, melalui Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Kabid Pemdes), Maria Dolorosa Bria, kepada Timor Express, Sabtu (26/9) membenarkan adanya pengunduran diri massal yang dibuat sejumlah Pj Kades. Dari pengunduran diri itulah kemudian menjadi dasar bagi Bupati menunjuk/mengangkat Pj Kades pengganti.

“Iya benar, mereka (Pj Kades) mengajukan pengunduran. Dan Bupati akan segera menerbitkan keputusan tentang pengangkatan Pj Kades baru,” kata Maria.

Kabid Maria juga mengatakan, dalam proses pergantian Pj Kades tidak membutuhkan waktu lama. Tujuanya, adalah untuk mencegah terjadinya ketimpangan sebagai dampak dari kekesongan jabatan Pj Kades.

Sedangkan mengenai alasan pengunduran sendiri, Maria mengatakan, merupakan sebuah keharusan bagi setiap Pj Kades aktif untuk meletakan jabatan, agar bisa bertarung dalam Pilkades. Sedangkan Balon Kades dari perangkat hanya mengajukan permohonan cuti kepada Kepala Desa.

“Pj Kades aktif harus undur diri, sebagai satu syarat dalam ajang Pilkades. Sedangkan perangkat desa hanya ajukan cuti, dan itu diatur dalam Perda kita,” urai Maria.

Diketahui, deadline waktu yang ditentukan pihak Dinas PMD terhadap setiap Bakal Calon Kepala Desa (Balon Kades) untuk memasukan surat pengunduran diri adalah tanggal 26 September. Yang sebelumnya, telah diinformasikan kepada seluruh kepala desa yang hendak mencalonkan diri pada perhelatan Pilkades nanti. (mg32)

Komentar

Berita lainnya PEMERINTAHAN

To Top