41 Desa di TTS Dapat Pamsimas, Kadis PRKP: Pengelolaan Masyarakat Lemah | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

41 Desa di TTS Dapat Pamsimas, Kadis PRKP: Pengelolaan Masyarakat Lemah


Kadis PRKP TTS, Jacob Benu. (FOTO: YOPI TAPENU/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

41 Desa di TTS Dapat Pamsimas, Kadis PRKP: Pengelolaan Masyarakat Lemah


SOE, TIMEXKUPANG.com-Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) merupakan salah satu kabupaten di NTT yang selalu dilanda krisis air setiap memasuki musim kemarau. Bagi pemerintah setempat maupun pusat selalu menaruh fokus dalam menyelesaikan persoalan serius itu.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Kabupaten TTS, Jacob Benu, ST, MT, saat ditemui Timor Express di ruang kerjanya, Jumat (25/9) mengatakan, untuk tahun 2020 ini, pemerintah menganggarkan sejumlah dana melalui program pembangunan Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) di 41 desa. Dari jumlah itu, pembangunan yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) difokuskan di 32 desa, dan sembilan desa lainnya menggunakan Dana Alokasi Umum (DAU).

Selain itu, kata Jacob, melalui dana cadangan dibangun pula jaringan Pamsimas untuk melayani kebutuhan masyarakat di dua kecamatan. Tahun 2020 ini pemerintah melalui program Pamsimas menyediakan air bersih bagi 165 desa dari total 266 desa yang ada di TTS.

Meski demikian, lanjut Jek, penyediaan air bersih di TTS belum mencapai 70 persen. Penyebabnya karena hampir seluruh desa di TTS mengalami kekurangan air bersih. “Dari banyaknya titik jaringan Pamsimas yang kami bangun, sesuai hasil monitoring kami, beberapa diantaranya berfungsi dengan baik, dan ada juga yang tidak berfungsi,” beber sosok yang akrab disapa Jek ini.

Jek menuturkan, sejumlah jaringan Pamsimas yang dibangun sebagian tidak berfungsi dengan baik lantaran kesadaran masyarakat dalam membayaran iuran masih sangat rendah. Padahal membayar iuran sangat penting untuk operasional, serta pemeliharaan fasilitas jaringan Pamsimas yang dibangun.

Atas kondisi itu, demikian Jek, pihaknya berencana membuat program pemanfaatan air bersih secara integrasi. Karena fasilitas Pamsimas yang dibangun dengan dana yang cukup besar, namun masyarakat lemah dalam hal pengelolaan maka tentu fasilitas yang dibangun tidak akan menyelesaikan persoalan krisis air bersih yang terjadi di TTS.

“Kami juga berharap agar Bumdes yang ada di desa, harus memaksimalkan program air bersih yang sudah pemerintah bangun sebagai salah satu sumber pemasukan Bumdes. Nah ini perlu integrasi program, baik itu PMD, Peternakan, Perikanan dan Pertanian,” tutur Jek.

Krisis Air Bersih

Sementara itu, Kapala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) TTS, Adi Tallo saat dikonfirmasi terkait identifikasi wilayah kekeringan di wilayah itu mengatakan, sesuai hasil inventarisir yang dilakukan pihaknya, diketahui bahwa setidaknya terdapat 104 desa di 26 kecamatan berpotensi terjadi krisis air bersih.

Walau demikian, kata Adi, hingga saat ini pihaknya baru menerima laporan resmi dari satu desa, yakni Desa Polo, Kecamatan Amanuban Selatan bahwa di wilayah mereka terjadi krisis air bersih. Kondisi tersebut sesungguhnya tidak terjadi, karena ternyata banyak sumber air ada di desa, hanya saja belum dikelola secara maksimal oleh pemerintah desa. Padahal, dana yang mengalir ke desa saat ini cukup besar. “Memang sudah ada pengaduan, tapi sampai saat ini kami belum melakukan penyaluran air bersih. Kami harap pemerintah desa, memaksimalkan sumber-sumber air yang ada, walaupun di musim kemarau seperti saat ini terjadi penurunan debit,” kata Adi.

Melalui dana desa, banyak desa yang memanfaatkan dana itu untuk membangun sumur bor dan juga pengadaan fasilitas penampung air, seperti fiber dan sebagainya. Anehnya, fasilitas yang dibangun kemudian tidak dimanfaatkan maksimal. Untuk itu, pihaknya terus mendorong pemerintah desa untuk memaksimalkan fasilitas yang telah dibangun agar tidak mubazir.

Menurut Adi, sebagian desa di TTS juga telah memiliki Bumdes, tapi belum memikirkan air bersih sebagai salah satu sumber penghasilan Bumdes.
“Banyak desa juga yang sudah beli mobil pik up. Nah kita dorong supaya mobil yang dibeli itu, digunakan untuk mendistribusikan air bersih kepada warganya,” pungkas Adi. (yop)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top