Bupati Agas: Jangan Nilai BPD sebagai Pemberi Stempel | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Bupati Agas: Jangan Nilai BPD sebagai Pemberi Stempel


Bupati Matim, Agas Andreas dan rombongan diterima secara adat Kepok Curu dan pengalungan selendang ketika menghadiri pelantikan 7 BPD di Watu Ngong, Kecamatan Sambi Rampas, kemarin (28/9). (FOTO: FANSI RUNGGAT/TIMEX)

PEMERINTAHAN

Bupati Agas: Jangan Nilai BPD sebagai Pemberi Stempel


BORONG, TIMEXKUPANG.com-Sejumlah 41 orang Badan Permusyawaratan Desa (BPD) di Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), dilantik oleh Bupati Agas Andreas, Senin (28/9). Dalam kesempatan itu, Bupati Agas meminta agar BPD tidak boleh dinilai sebagai pemberi stempel.

“Jangan hanya untuk memberi legitimasi kepada pemerintah desa. BPD jangan sampai kurang memahami perumusan agenda-agenda yang diharapkan secara efektif dapat menciptakan pembaruan di desa,” ujar Bupati Agas pada acara pelantikan 41 BPD di Watu Ngong, Kecamatan Sambi Rampas, kemarin (28/9).

Menurut Bupati Agas, dengan Undang-undang yang ada, desa memiliki potensi yang cukup besar dalam membuka peluang pengembangan desa menjadi desa mandiri dan sejahtera. Tentu disini memerlukan topangan kapasitas seorang anggota BPD. “Kekuatan BPD itu terletak pada kemampuan check and balances,” kata Bupati Agas.

Dikatakan, BPD itu memiliki hak bertanya. Mengonfirmasi mengenai pembangunan desa, terkait apa saja program yang sudah berjalan dan yang tidak dijalankan. BPD harus benar-benar bisa menjadi partner kepala desa dalam membangun desanya. Harus menjadi pilar utama dan jembatan koordinasi kerja pemerintah desa dan masyarakat.

“Saya berharap kepada saudara-saudara untuk segera menyesuaikan diri dalam bekerja, agar paham betul dengan situasi, kondisi, potensi, problematika serta aspirasi yang ada di masyarakat. Selalu kedepankan budaya jujur, gotong royong, kebersamaan, dan terbuka dalam melayani masyarakat,” imbau Bupati Agas.

Menurutnya, seorang BPD merupakan salah satu pilar kokohnya penyelenggaraan otonomi daerah. Fungsi anggota BPD sebagai kanal aspirasi dan pengawasan terhadap Perdes sangatlah penting dalam menentukan kemajuan suatu desa.

BPD sebagai lembaga formal, demikian Bupati Agas, memiliki peran strategis dalam mendorong transparansi, akuntabelitas, demokratisasi, dan kesejahteraan warga. Karena itu haruslah mampu menjadi benteng dari iklim atau budaya birokrasi yang tidak bersih serta mampu merumuskan indikator kinerja agar masyarakat dapat melakukan pengawasan terhadap BPD itu sendiri.

“Kepada setiap anggota BPD tentu kita harapkan agar senantiasa dapat meningkatkan kapasitas SDM dan inovasinya untuk menghindari persoalan hubungan disharmoniasi antar BPD dan kepala desa yang seringkali terjadi akibat kesenjangan pemahaman atas pengetahuan regulasi yang ada,” pintanya.

Untuk diketahui, pelantikan yang berlangsung di aula Paroki Eduardus Watu Ngong, Desa Satar Nawang, Kecamatan Sambi Rampas itu juga hadir Ketua TP PKK Matim, Theresia Wisang Agas, anggota DPRD, sejumlah pimpinan perangkat daerah, Forkopimcam, Camat Sambi Rampas bersama jajaran, tokoh agama, dan tokoh masyarakat.

Hadiri kepala desa dari 7 BPD di Kecamatan Sambi Rampas, yakni Desa Nanga Mbaur, Buti, Golo Ngawan, Rana Mese, Compang Congkar, Satar Nawang, dan Nanga Mbaling. Saat rombongan Bupati Agas tiba di Watu Ngong, masyarakat setempat menerima secara adat kepok curu dan pengalungan selendang. (Krf3)

Komentar

Berita lainnya PEMERINTAHAN

To Top