Pelajar SMP Menghilang dari Rumah, Ternyata Ini Niatnya | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Pelajar SMP Menghilang dari Rumah, Ternyata Ini Niatnya


Warung Mas Pariyo, di Jalan Pabean Ba'a, tempat dimana YMN bekerja selama dua hari menghilang dari rumahnya sejak Sabtu (26/9). (FOTO: Max Saleky/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Pelajar SMP Menghilang dari Rumah, Ternyata Ini Niatnya


BA’A, TIMEXKUPANG.com-Publik Rote Ndao dikejutkan dengan informasi yang menyebar di medsos terkait menghilangnya seorang warga Desa Oematamboli, Kecamatan Lobalain, setelah berangkat ke sekolah pada Sabtu (26/9). Gadis berinisial YMN, 16, yang dikabarkan hilang tersebut merupakan pelajar kelas 3 salah satu SMP Negeri di Lobalain.

Sabtu (26/9) pagi itu, seperti biasa, YMN mengenakan seragam Pramuka, sehingga keluarganya mengira kalau putri mereka akan ke sekolah. Jarak dari rumahnya di Dusun Maku, Desa Oematamboli ke sekolahnya di Desa Kolobolon cukup jauh.

Sebelum berangkat dari rumah, rupanya YMN sudah berniat untuk tidak ke sekolah. Hal ini terbukti ketika YMN membawa beberapa pakaian rumah yang disimpan di dalam tas bukunya. Niat sang putri ini ternyata diketahui oleh ibunya, namun hal ini tidak diberitahukan kepada sang ayah.

Berdasarkan penuturan Kepala Desa Oematamboli, Simsoni Balukh, ternyata YMN melintas di wilayah Desa Kolobolon dengan menumpangi ojek. Dimana YMN sendiri sudah berganti pakaian seragamnya.

“Ada warga Desa Kolobolon yang lihat YMN lewat dengan ojek, tapi pakai pakaian bebas,” kata Simsoni Balukh yang dikonfirmasi Timor Express di kediamanya, Selasa (29/9).

Kades Simsoni menduga sepertinya ada persoalan di dalam keluarga, sehingga YMN mengambil keputusan untuk keluar dari rumah. YMN sendiri merupakan anak yatim piatu. Kedua orang tuanya sudah meninggal dunia, sehingga YMN tinggal bersama saudara ibunya.

YMN meminta ojek mengantarnya ke Puskesmas Ba’a. Alasan yang disampaikan adalah hendak menjenguk salah satu anggota keluarga yang sedang dirawat di Puskesmas.

Setelah diturunkan, YMN kemudian mendatangi satu per satu toko yang terletak di area pertokoan Ba’a. Tujuannya untuk melamar pekerjaan. “Dia tiba di Ba’a sekitar jam 10.00 Wita. Hampir semua toko dia singgah untuk tanya lowongan pekerjaan,” beber Kades Simsoni.

Di setiap toko, YMN tidak mendapat pekerjaan yang diharapkan. Tetapi YMN tidak langsung menyerah, dia terus berusaha hingga ke warung makan Mas Pariyo.

Di warung tersebut, YMN akhirnya diterima. Pemilik warung memang sedang membutuhkan tenaga kerja untuk membantu usahanya karena pekerjanya sedang kembali menjenguk orang tuanya.

“YMN tanya ke saya, mba apa masih butuh tenaga, kalau masih, apa saya bisa bekerja di sini,” tutur Hinem, pemilik warung makan Mas Pariyo, mengulang ungkapan YMN saat menawarkan diri untuk bekerja.

Sebelum mengiyakan untuk diterima, Hinem mengaku berkali-kali menanyakan tentang keadaan orang tua YMN. Tujuanya untuk memastikan tidak ada masalah ketika YMN dipekerjakan di tempatnya.

“Saya tanya ke dia, apa orang tua tau ke sini, dan dia bilang kalau hanya ibunya sendiri yang tau,” ungkap Hinem.

Menurut Hinem, YMN sangat cepat beradaptasi melakukan pekerjaan di warungnya. Sehingga dari kesepakatan, YMN diberi upah Rp 600.000 per bulan serta tinggal bersamanya di warung itu.

Keesokan harinya, Minggu (27/9), Hinem masih mendesak YMN untuk menginformasikan keberadaannya kepada orang tuanya. Bahkan Hinem memberi telepon genggamnya untuk YMN bisa menelpon.

Saat ditelepon kata Hinem, ternyata belum bisa tersambung. Sehingga Hinem kembali mengingatkan untuk dihubungi di malam hari.

“Saya suruh telepon, tapi karena handphonenya mungkin dipegang oleh adiknya, sehingga YMN hanya kirim pesan lewat sms,” kata Hinem.

Keesokan harinya, Senin (28/9), Hinem diberitahu oleh seorang pekerja yang bertetangga langsung dengannya. Dimana ditemukan adanya postingan orang hilang di media sosial facebook. Ternyata, orang hilang tersebut adalah YMN yang baru diterima bekerja di warung Mas Pariyo itu.

Karena takut terlibat masalah, Pariyo, suaminya Hinem langsung menyuruh YMN untuk kembali ke rumahnya. Suami istri itu pun mengusahakan untuk memulangkan YMN dengan jasa ojek.

“Kami juga tak kalau ada masalah, jadi kami carikan ojek untuk antar pulang,” ungkap Hinem.

Dalam perjalanan pulang, YMN bertemu Kades Simsoni. Mereka pun sama-sama ke rumah YMN di Dusun Maku, Desa Oematamboli.

Di sana, YMN yang didampingi Kades Simsoni menceritakan semua yang ia lakukan selama tidak berada di rumah. Keluarganya yang semula sangat khawatir atas tindakan YMN akhirnya bisa menerima kenyataan, bahwa YMN sebenarnya berniat baik. Hanya masih belum terbuka untuk menyampaikan. (mg32)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

Populer

To Top