Pjs Bupati Sumbar Canangkan Gerakan Peduli Sampah, Sukseskan Slogan BISA BERTEMAN | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Pjs Bupati Sumbar Canangkan Gerakan Peduli Sampah, Sukseskan Slogan BISA BERTEMAN


LANGSUNG ACTION. Pjs. Bupati Sumba Barat, Semuel D. Pakereng (tengah) melakukan pertemuan dengan jajaran dan mitra terkait di hari pertama bertugas. (FOTO: ISTIMEWA)

KABAR FLOBAMORATA

Pjs Bupati Sumbar Canangkan Gerakan Peduli Sampah, Sukseskan Slogan BISA BERTEMAN


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Meski baru empat hari menjabat sebagai Pejabat sementara (Pjs) Bupati Sumba Barat, Drs. Semuel D. Pakereng, M.Si sudah membuat sebuah langkah positif di Bumi Pada Eweta Manda Elu itu.

Melalui Surat Edaran Nomor: B. 107 /DLH/660153.1210912020 tertanggal 30 September 2020, Bupati Semuel mencanangkan Program Jumat Bersih berupa Gerakan Peduli Sampah yang mulai berlaku pada Jumat (2/10) nanti. Seluruh jajarannya wajib terlibat aktif dalam gerakan ini.

Bupati Semuel saat dihubungi Rabu (30/9) petang mengaku, Gerakan Peduli Sampah ini dilakukan dalam rangka mengimplementasikan nilai-nilai revolusi mental yang ditetapkan Presiden Joko Widodo (Jokowi), yaitu Gerakan Indonesia Melayani, Gerakan Indonesia Bersih, Gerakan Indonesia Tertib, Gerakan Indonesia Mandiri, dan Gerakan Indonesia Bersatu.

“Jadi kita ingin wujudkan nilai revolusi mental Bapak Presiden Jokowi itu yang berkaitan dengan Gerakan Indonesia Bersih juga imbauan Bapak Gubernur NTT (Viktor Bungtilu Laiskodat, Red) untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan. Gerakan ini juga bagian dari upaya menyelaraskan slogan Sumba Barat, yakni “BISA BERTEMAN”, yang artinya Baik, Indah, Sejuk, Asri, Bersih, Tertib, dan Nyaman,” ungkap Semuel yang dikukuhkan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat menjadi Pjs Bupati Sumba Barat pada Sabtu (26/9) lalu.

Dalam edaran itu, Bupati Semuel meminta setiap pimpinan perangkat daerah (OPD) dan unit kerja di Sumba Barat untuk menggerakkan seluruh stafnya melakukan kerja bakti pada setiap hari Jumat. “Jadi setiap Jumat akan dijadikan sebagai Hari Gerakan Peduli Sampah mulai tanggal 2 Oktober 2020 nanti,” jelas Semuel.

Bupati Semuel juga memerintahkan Camat Kota, Camat Loli, dan para Lurah se Kabupaten Sumba Barat untuk menggerakkan seluruh warga masyarakat melakukan pembersihan, wajib membantu, menjaga, memelihara kebersihan dimulai dari rumah tangga masing-masing.

Tak cuma itu, Bupati Semuel juga meminta para camat agar dapat melakukan pembinaan, pengawasan, dan pemantauan rutin, termasuk mengenakan sanksi tegas sesuai ketentuan peraturan perundangan di bidang kebersihan dan persampahan bersama-sama dengan aparat kelurahan sampai ke tingkat RT/RW.

“Setiap perorangan, rumah tangga, pelaku usaha wajib untuk melakukan pengurangan dan penanganan sampah sejak dari sumber sampah,” tegas Bupati Semuel.

Dalam edarannya, Bupati Semuel juga melarang warganya untuk tidak membuang sampah atau limbah di sembarang tempat atau di tepi jalan. Warga juga dilarang membuang bangkai binatang/hewan dan limbah
Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) ke dalam saluran air, sungai, kontainer-kontainer atau bak-bak sampah.

“Bagi pengunjung/travelers di pantai atau tempat-tempat wisata maupun kampung-kampung situs dan tempat-tempat wisata lainnya agar sedapat mungkin tidak meninggalkan timbunan sampah, terutama sampah plastik,
botol-botol bekas minuman/snack dan sejenisnya di lokasi-lokasi tersebut,” tandas Bupati Semuel.

Bupati Semuel mewajibkan seluruh pedagang asongan, pengusaha, rombong penjaja makanan/minuman, pedagang sayur, dan sejenisnya untuk menyiapkan kantong-kantong atau keranjang sampah dan tidak membuang sisa jualannya di trotoar atau sisi-sisi jalan, got atau saluran drainase.

“Seluruh perangkat daerah lingkup Pemerintah Kabupaten Sumba Barat wajib mendukung dan menyukseskan semboyan BISA BERTEMAN, terutama penanganan kebersihan dan persampahan pada lingkungan kerja masing-masing,” pungkas sosok yang aktif terlibat dalam komunitas Gerakan Peduli Sampah NTT ini. (aln)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

Populer

To Top