Ritual Adat Warnai Pembukaan Lahan SMK dan Politeknik Dr. Ben Mboi | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Ritual Adat Warnai Pembukaan Lahan SMK dan Politeknik Dr. Ben Mboi


Staf Ahli Bidang Politik Kemenhan RI, Mayjen TNI Nugroho Sulistyo Budi (kedua kanan) dan Pjs Bupati Belu, Zakarias Moruk (kanan) menghadiri ritual adat pembukaan lahan SMK dan Politeknik Dr. Ben Mboi, di Desa Fatuketi, Kecamatan Kakuluk Mesak, kemarin (29/9). (FOTO: JOHNI SIKI/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Ritual Adat Warnai Pembukaan Lahan SMK dan Politeknik Dr. Ben Mboi


Disaksikan Staf Ahli Kemenhan RI dan Pjs Bupati Belu

ATAMBUA, TIMEXKUPANG.com–Pembangunan Sekolah Menengah Kejuruan dan Politeknik Dr. Benediktus Mboi, M.Ph segara hadir di perbatasan negara RI-Timor Leste.

Sekolah yang akan dibangun Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI di Desa Fatuketi, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu itu sudah mulai dengan tahapan pembersihan lahan dengan menggelar ritual adat, Selasa (29/9).

Kegiatan pembersihan lahan ini dihadiri Staf Ahli Bidang Politik Kemenhan RI, Mayjen TNI Drs. Nugroho Sulistyo Budi. Hadir juga Pejabat sementara (Pjs) Bupati Belu, Drs. Zakarias Moruk, MM.

Mayjen TNI Nugroho Sulistyo Budi dalam kesempatan itu mengatakan, kehadirannya bersama rombongan di Belu guna menghadiri pembersihan lokasi pembangunan gedung sekolah ini.

Menurutnya, pembangunan SMK dan Politeknik ini sebagai wujud komitmen Kemenhan RI dalam mengembangkan wilayah perbatasan dengan membangun SDM masyarakat NTT sebagai beranda terdepan Indonesia. Pembangunan dua lembaga pendidikan ini juga sebagai bentuk penghormatan atas semangat juang salah satu tokoh nasional asal NTT, Dr. Ben Mboi, M.Ph yang sangat mencintai tanah air. “Ini agar selalu dikenang anak cucu di masa mendatang,” ungkap Mayjen Nugroho.

Mayjen Nugroho juga mengaku sangat menghargai tradisi budaya dan adat istiadat seperti yang dilakukan sebelum memulai pembersihan lahan. Baginya, doa permohonan kepada leluhur agar proses pembangunan sekolah berjalan baik, lancar, dan membawa manfaat untuk masyarakat perbatasan Negara RI-RDTL.

“Sekali lagi terima kasih dan mohon doa restu, dan dukungan kepada leluhur untuk menjaga kita dalam niat baik kita ini. Sekolah ini untuk anak cucu kita,” tandas Mayjen Nugroho.

Sementara Pjs. Bupati Belu, Zakarias Moruk, menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Pusat melalui Kemenhan RI atas dukungan dan perhatian untuk membangun SMK dan Politeknik di Kabupaten Belu yang merupakan perbatasan Negara RI-RDTL.

Dikatakan, perhatian pemerintah pusat merupakan bentuk kepedulian untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dengan mendirikan sekolah di wilayah perbatasan RI-RDTL.

Zakarias Moruk mengajak semua komponen masyarakat untuk mendukung kehadiran sekolah perbatasan ini. Sebagai langkah awal ditandai dengan pembersihan lahan yang ditandai ritual adat sehingga leluhur membuka jalan dan merestui pembangunan sekolah.

“Adat merupakan tradisi dari turun-temurun untuk memperkuat, melancarkan jalannya proses pembangunan SMK dan Politeknik ini,” tandasnya.

Zakarias menambahkan, sebagai Pejabat sementara Bupati Belu, kehadirannya di Belu untuk melanjutkan tugas pemerintah. Sehingga mewakili masyarakat Belu ia menyampaikan limpah terima kasih atas perhatian dan dukungan dari Kemenhan RI melalui program pembangunan sekolah tersebut. (mg33)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top