Sempat Dirawat di RSUD Ba’a, Kajari Rote Ndao Tutup Usia | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Sempat Dirawat di RSUD Ba’a, Kajari Rote Ndao Tutup Usia


Kajari Rote Ndao, Indra Hidayanto sewaktu menghadiri HUT ke-74 Jalasenastri di Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Pulau Rote, Kamis (28/8) lalu. (FOTO: Max Saleky/TIMEX)

PERISTIWA/CRIME

Sempat Dirawat di RSUD Ba’a, Kajari Rote Ndao Tutup Usia


BA’A, TIMEXKUPANG.com-Kejaksaan Negeri (Kejari) Rote Ndao berduka lagi, setelah kematian Kepala Seksi Intelkam (Kasi Intel) Alm. Eduard Manurung, Minggu (23/8) lalu. Kini duka itu kembali dirasakan lembaga hukum itu dengan kepergian sosok yang memimpin institusi Adhyaksa di Rote Ndao.

Kabar duka itu datang sekira pukul 21.20 Wita dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ba’a. Kepala Kejaksaan (Kajari) Negeri Rote Ndao, Indra Hidayanto, SH, MH, tutup usia setelah mendapat penanganan dari tim medis, Selasa (29/9) malam.

Informasi yang dihimpun Timor Express menyebutkan, sebelum meninggal, Kajari Indra sering mengeluh sakit pada dada bagian kiri. Dari keluhannya itu, Indra sempat dirawat pada Kamis (24/9) dan dibolehkan pulang keesokan harinya, Jumat (25/9).

Selasa (29/9), Kajari Indra kembali dibawa ke RSUD oleh supir pribadinya, sekira pukul 19.39 Wita, dengan keluhan sesak nafas. Kejari Indra langsung mendapat penanganan medis.

Beberapa jam berselang, nyawa Kejari Indra tak tertolong meski tim medis RSUD Ba’a telah berusaha melakukan pertolongan.

Kabar duka itu kemudian beredar luas melalui media-media sosial. Publik Rote Ndao ikut bersedih atas kepergian sosok yang dikenal ramah itu.

Bupati Rote Ndao, Paulina Haning-Bullu, SE, langsung menyatakan ungkapan belangsukawanya dengan mendatangi RSUD Ba’a. Begitu juga beberapa unsur Forkopimda, dan sejumlah pimpinan OPD.

Jasad almarhum Kejari Indra sudah dipulangkan melalui Bandar Udara (Bandara) D. C. Saudale, Rabu (30/9) dengan pesawat Dimonim Air. Yang sebelumnya disemayamkan di Kantor Kejari sebagai penghormatan terakhir.

Sementara terhadap penyakit yang diderita, hingga saat ini Dirut RSUD Ba’a belum bisa memberitahukan hasil diagnosa kepada siapapun. Karena menurutnya, harus memperoleh persetujuan dari pihak keluarga Kejari Indra.

“Hasil diagnosa disampaikan apabila ada persetujuan keluarga,” kata Direktur RSUD Ba’a, dr. Widyanto P. Adhy saat dikonfirmasi Timor Express, Rabu (30/9).

Namun demikian, Dirut Adhy mengakui bahwa, sebelum meninggal, Kejari Indra sempat dirawat. Begitu juga terhadap waktu saat Kejari Indra menutup usia. “Iya betul, sempat dirawat. Dan pukul 21.20 Wita, Pak Kejari meninggal dunia,” kata Dirut Adhy. (mg33)

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

Populer

To Top