Bawaslu TTU Akui Penerapan Prokes dalam Kampanye Belum Maksimal | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Bawaslu TTU Akui Penerapan Prokes dalam Kampanye Belum Maksimal


ILUSTRASI: Pilkada 2020 (JawaPos.com)

POLITIK

Bawaslu TTU Akui Penerapan Prokes dalam Kampanye Belum Maksimal


KEFAMENANU, TIMEXKUPANG.com-Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) mengakui masing-masing pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati TTU belum menerapkan protokol kesehatan (Prokes) dengan maksimal. Terutama saat kegiatan kampanye terbatas di sejumlah titik zona kampanye yang telah ditetapkan KPU.

Hal ini berdasarkan hasil pantauan Bawaslu sejak dimulainya kampanye terbatas sampai 30 September 2020.

Ketua Bawaslu TTU, Martinus Kolo kepada Timor Express, Rabu (30/9) mengakui jika penerapan prokes selama masa kampanye masih belum maksimal. Masih banyak masyarakat yang menghadiri kampanye terbatas tanpa menggunakan masker, tidak melakukan pengukuran suhu tubuh, dan tidak mencuci tangan saat memasuki tempat kampanye terbatas.

Oleh sebab itu, dirinya mengimbau para paslon, tim sukses maupun masyarakat untuk sama-sama mengikuti protokol kesehatan guna memutus mata rantai penyebaran virus korona.

“Harus kita akui penerapan protokol kesehatan saat kampanye masih belum maksimal. Perlu peran serta para paslon dan tim suksesnya untuk sama-sama memastikan masyarakat yang mengikuti kampanye terbatas benar-benar mematuhi protokol kesehatan sebelum memulai kampanyenya,” imbau Martinus.

Mengenai laporan atau temuan dugaan pelanggaran kampanye, menurut Martinus, sejauh ini belum ada. Namun pihaknya terus melakukan pengawasan terhadap kampanye setiap paslon.

Martinus juga mengimbau para ASN di TTU untuk tidak ikut terjun dalam politik praktis. Selain memantau saat pelaksanaan kampanye, Bawaslu juga memantau pergerakan ASN di media sosial terutama facebook.

“Kita imbau ASN agar benar-benar netral dan tidak terlibat politik praktis. Jika ada temuan atau laporan dan disertai bukti kuat pasti kita proses,” ujarnya.

Meski para Paslon sudah memanfaatkan media sosial untuk melakukan kampanye, diakuinya hingga saat ini belum ada paslon yang mendaftar akun media sosial resminya untuk melakukan kampanye di media sosial.

Martinus berharap para paslon bisa mendaftarkan akun media sosial sebelum melakukan kampanye di media sosial sehingga memudahkan Bawaslu untuk melakukan pengawasan terhadap akun facebook yang melakukan pelanggaran kampanye seperti menyebarkan berita hoax, isu sara, dan kampanye hitam.

“Kita akan bangun koordinasi dengan para paslon terkait pendaftaran akun media sosial secara resmi ke KPU dengan tembusan ke Bawaslu sebelum melakukan kampanye di media sosial. Tahapan kampanye melalui media sosial sendiri sudah dimulai sejak 26 hingga 5 Desember mendatang,” pungkasnya.

Terpisah, Ketua FKUB TTU, Romo Gerardus Salu, Pr menghimbau kepada masyarakat dan para Paslon untuk sama-sama mematuhi protokol kesehatan selama masa kampanye. Hal ini dimaksudkan untuk melindungi diri dan keluarga dari penyebaran virus korona.

“Kita tidak ingin habis pilkada lalu muncul klaster baru dalam penyebaran Covid 19. Oleh sebab itu, kita mengimbau agar dalam pelaksanaan kampanye rapat terbatas protokol kesehatan harus benar-benar dipatuhi,” pintanya. (mg26)

Komentar

Berita lainnya POLITIK

Populer

To Top