Benteng Matim Jebol, 1 Warga Terpapar Covid-19 | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Benteng Matim Jebol, 1 Warga Terpapar Covid-19


Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Penangan Covid-19 Matim, Boni Hasudungan. (FOTO: ISTIMEWA)

KABAR FLOBAMORATA

Benteng Matim Jebol, 1 Warga Terpapar Covid-19


Update Covid-19 NTT: Tambah 5 Kasus Positif, 8 Pasien Sembuh

BORONG, TIMEXKUPANG.com-Setelah lima bulan bertahan dari ancaman pandemi Covid-19, sejak kasus pertama korona muncul di NTT pada April 2020 lalu, benteng pertahanan Manggarai Timur (Matim) akhirnya jebol. Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat untuk tetap bertahan di zona hijau alias bebas dari pandemi Covid-19 terpecahkan dengan munculnya satu kasus positif Covid-19 di wilayah itu pada Rabu (30/9).

Salah seorang warga Kecamatan Lamba Leda yang merupakan pelaku perjalanan dari Makassar, Sulawesi Selatan dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19 melalui hasil pemeriksaan sampel swab di Laboratorium Biologi Molekuler RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang.

“Iya benar, ada satu orang warga berjenis kelamin perempuan terkonfirmasi Covid-19 berdasarkan hasil swab test,” ungkap Sekretaris Daerah (Sekda) Matim, Boni Hasudungan kepada TIMEXKUPANG.com, Rabu (30/9) malam.

Namun, Boni yang juga Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Matim itu mengaku belum mendapatkan informasi di desa mana di Kecamatan Lamba Leda yang warganya terkonfirmasi positif Covid-19 itu.

Boni menyebutkan, pihaknya pada 23 September 2020 mengirim sebanyak 31 sampel swab ke Laboratorium Biologi Molekuler RSUD Johannes Kupang. Dari jumlah itu, satu sampel terkonfirmasi positif Covid-19, sementara 30 sampel lainnya belum ada hasilnya.

Boni menyebutkan, pasien terkonfirmasi Covid-19 pertama di Matim itu merupakan pelaku perjalanan dari Makassar. Yang bersangkutan berangkat dari Makassar menggunakan kapal laut Sabuk Nusantara melalui Pelabuhan Reo, Kabupaten Manggarai pada 15 September 2020. Saat tiba di Pelabuhan Reo, dilakukan screening awal dengan hasil rapid test reaktif.

Warga ini lalu diminta melakukan karantina mandiri di desanya. Pada 22 September 2020, dilakukan pengambilan sampel swab. Keesokan harinya sampel swab itu dikirim ke Kupang untuk diperiksa di Laboratorium Biomolekuler RSUD W. Z. Johannes Kupang. Setelah pengambilan sampel swab, warga itu diizinkan pulang dengan melakukan karantina mandiri di desa dengan pemantauan ketat.

“Setelah terkonfirmasi positif, pasien ini langsung dijemput dari desanya oleh Gugus Tugas Covid-19 Kecamatan Lamba Leda. Saat ini yang bersangkutan telah menjalani karantina di Shelter Pemda Matim, RSUD Borong di Lehong, Kecamatan Borong,” jelas Boni.

Dengan kasus positif ini, kata Boni, Matim yang tadinya berstatus zona hijau berubah ke zona merah. “Kalau sudah ada yang positif, Matim masuk zona merah,” katanya.

Boni menambahkan, dengan adanya kasus positif pertama ini, pihaknya langsung mengambil tindakan cepat dengan melakukan tracing kepada orang yang sempat berkontak dengan pasien terkonfirmasi positif itu. Tujuannya untuk mencegah penularan semakin meluas di Matim.

Boni mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat di Matim untuk taat kepada protokol kesehatan dengan kewajiban 3M dan 1T, yakni memakai masker, menjaga jarak dengan yang lain, mencuci tangan sesering mungkin, juga meningkatkan imunitas tubuh.

Gugus Tugas Covid-29 Matim saat ini, kata Boni, sedang melaksanakan tindakan preventif dalam rangka mencegah potensi ancaman perluasan kasus. Pihaknya berkomitmen dengan berupaya maksimal membatasi laju penyebaran Covid-19 di Matim. Masyarakat pun diajak untuk tetap tenang dan tidak menyebarkan hoax.

“Perjuangan kita belumlah usai. Kepada masyarakat diharapkan untuk mengambil peran aktif dalam menjaga lingkunganya masing-masing, dengan menginformasiksn keberadaan pelaku perjalanan dari zona merah kepada pemerintah setempat dan petugas kesehatan. Juga dukungan moral, supaya pelaku perjalanan menjalani isolasi mandiri dengan baik,” harap Boni.

Sementara informasi yang diperoleh dari sejumlah warga Kecamatan Lamba Leda kepada TIMEXKUPANG.com, pasien terkonfirmasi Covid-19 itu, berinisial MYW, berusia 23 tahun. Pasien tersebut merupakan warga Desa Goreng Meni Utara. Namum sebelumnya, berdomisili di Makassar. Ia datang dari Makassar bersama suaminya.

“Informasi yang kami tahu, pasien covid-19 ini selama ini tinggal bersama suaminya di Makassar. Suaminya berasal dari Desa Goreng Meni Utara. Mereka datang rencananya mau lakukan acara adat di Goreng Meni Utara,” sebutnya.

5 Positif, 8 Sembuh

Selain bertambah satu kasus positif di Matim, kemarin (30/9) Gugus Tugas Covid-19 Provinsi NTT juga melansir data tambahan kasus di Kota Kupang sebanyak empat kasus. Dari jumlah ini, dua kasus merupakan transmisi lokal, satu kasus pelaku perjalanan dari Jakarta, dan satu kasus lainnya merupakan pelaku perjalanan dari Bali.

Dengan data ini, hingga Rabu (30/9) terjadi penambahan lima kasus positif Covid-19 baru. Meski demikian, kabar baiknya kemarin juga sebanyak delapan pasien dinyatakan sembuh dari Covid-19. Dari jumlah ini, tujuh pasien sembuh berada di Kabupaten Kupang, dan satu pasien lainnya di Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD).

Secara total, hingga Rabu (30/9) pukul 16.00 Wita, jumlah warga terpapar Covid-19 di NTT sebanyak 429 kasus. Rinciannya yang masih dalam perawatan saat ini atau melakukan karantina/isolasi mandiri sebanyak 140 pasien, yang sembuh berjumlah 282 orang, dan meninggal 7 orang. Khusus pasien meninggal ini menyebar di Kota Kupang (4 orang), Sumba Timur (2 orang), dan Kabupaten Manggarai 1 pasien meninggal.

Sehari sebelumnya, Selasa (29/9/2020), terjadi penambahan 18 kasus positif Covid-19 dengan rincian Kabupaten Ende 14 kasus (1 kasus pelaku perjalanan dari Denpasar, dan 13 kasus transmisi lokal), Kota Kupang bertambah 3 Kasus (1 Kasus pelaku perjalanan dari Bandung-Jakarta, 1 kasus Pelaku perjalanan dari Surabaya-Ende, dan 1 kasus transmisi lokal), dan Kabupaten Kupang bertambah 1 Kasus (Pelaku perjalanan dari Medan). Meski bertambah belasan kasus, pada Selasa (29/9) ada 6 pasien yang dinyatakan sembuh, yakni Kota Kupang (3 Kasus), Kabupaten Sumba Timur (2 Kasus), dan Kabupaten Malaka (1 Kasus). Satu pasien di Kota Kupang dinyatakan meninggal. (Krf3/aln)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top