BI Pasang Sensor Tanah dan Cuaca di Lahan Poktan Kaifo Ingu Babau | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

BI Pasang Sensor Tanah dan Cuaca di Lahan Poktan Kaifo Ingu Babau


SENSOR TANAH DAN CUACA. Kepala Perwakilan BI NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja (keempat kiri) pose bersama pengurus dan anggota Poktan Kaifo Ingu usai pemasangan sensor tanah dan cuaca, Selasa (29/9). (FOTO: ISTIMEWA)

KABAR FLOBAMORATA

BI Pasang Sensor Tanah dan Cuaca di Lahan Poktan Kaifo Ingu Babau


Implementasi Pilot Project Digital Farming, Dukung Perluasan Lumbung Pangan di NTT

KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Janji Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja untuk memasang sensor tanah dan cuaca di lokasi lahan Kelompok Tani (Poktan) Kaifo Ingu, Kelurahan Babau, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang beberapa waktu lalu akhirnya terlaksana. Hal ini ditandai dengan pemasangan sensor tanah dan cuaca di lokasi lahan Kelompok Tani Kaifo Ingu pada Selasa (29/9).

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut atas perjanjian kerja sama KPwBI Provinsi NTT dengan PT. Mitra Sejahtera Membangun Bangsa (PT. MSMB), salah satu satu start-up mitra penyedia teknologi smart farming 4.0.

“Kelompok Tani Kaifo Ingu ini adalah salah satu kelompok tani binaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT (KPwBI NTT). Pemasangan sensor tanah dan cuaca tersebut dalam rangka implementasi pilot project digital farming dari sisi hulu,” jelas Kepala Perwakilan BI NTT, dalam siaran pers yang diterima TIMEXKUPANG.com, Kamis (1/10) siang.

Pemasangan sensor tanah dan cuaca yang sudah dilakukan awal pekan ini jelas I Nyoman Ariawan Atmaja, akan memperkuat basis data dan informasi yang dimiliki kelompok tani. Kedua alat tersebut lanjut Atmaja, mampu membantu kelompok tani dalam penentuan perlakuan yang tepat untuk lahan yang ada yang sejalan dengan best practice pelaksanaan good agriculture.

BACA JUGA: Jokowi: Indonesia akan Tambah Lumbung Pangan di 3 Provinsi, Satunya NTT

Selain itu, katanya, kedua alat dimaksud mampu mendeteksi, mengukur, serta mencatat data secara akurat tentang kondisi cuaca pertanian (agro-climate) dan tanah pertanian (soil) yang dapat dikontrol melalui aplikasi (RiTX Bertani) secara real time oleh pengguna smartphone.

“Sekedar informasi saja bahwa sensor tanah dan cuaca itu mampu mendeteksi 12 parameter antara lain arah angin, kecepatan angin rata-rata, kecepatan angin max, kekeruhan air, curah hujan per jam, suhu udara, kelembaban udara, tekanan udara, suhu tanah, kelembapan tanah, EC tanah, dan pH tanah,” jelas Ariawan.

Kegiatan lain juga dilakukan Kantor BI Perwakilan NTT dalam pekan ini yaitu sosialisasi penggunaan aplikasi RiTx Bertani oleh PT. MSMB kepada kelompok tani di wilayah Kabupaten Kupang. Sosialisasi ini dilakukan Rabu (30/9) pagi lalu. Hadir dalam kegiatan hari kedua yaitu perwakilan dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTT serta Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Dinas Pertanian Kabupaten Kupang.

Deputi Kepala Perwakilan KPwBI NTT, Eddy Junaedi yang hadir dalam kegiatan dimakaud dalam sambutannya menjelaskan bahwa implementasi digital farming tersebut dilakukan dalam rangka pengembangan ekonomi Provinsi NTT.

“Share terbesar struktur PDRB Provinsi NTT saat ini berasal dari sektor pertanian. Terlebih dengan rencana Presiden Jokowi dalam melakukan perluasan lumbung pangan nasional atau food estate di Provinsi NTT, implementasi digital farming akan mendorong kapasitas produksi pertanian dan mengakselerasi digitalisasi industri pertanian,” jelas Eddy Junaedi (ogi)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top