Debit Berkurang, PDAM SoE Kurangi Volume Pelayanan Air Bersih | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Debit Berkurang, PDAM SoE Kurangi Volume Pelayanan Air Bersih


Direktris PDAM SoE, Lily Hayer. (FOTO: YOPI TAPENU/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Debit Berkurang, PDAM SoE Kurangi Volume Pelayanan Air Bersih


SOE, TIMEXKUPANG.com-Manajemen PDAM SoE, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) mengambil langkah mengurangi volume pendistribusian air bersih bagi para pelanggan di wilayah itu. Hal tersebut dilakukan akibat debit air pada sumber-sumber air yang digunakan untuk menyuplai kebutuhan warga TTS mengalami penurunan yang cukup signifikan.

Direktris PDAM SoE, Lily Hayer mengatakan, pengurungan volume distribusi bervariasi dari 2 – 4 kali dalam seminggu. Jadi biasanya pelayanan distribusi air untuk pelanggan lebih dari 4 kali dalam seminggu, dikurangi menjadi 2 kali atau 4 kali dalam seminggu.

“Biasanya sebelum ada wilayah yang mendapatkan pelayanan distribusi lebih dari 4 kali seminggu, kita kurangi menjadi 4 kali saja. Sementara di wilayah lain yang pemakaiannya kecil, dikurangi menjadi dua kali mengalir dalam seminggu dari sebelumnya mengalir lebih dari dua kali,” jelas Lily saat dijumpai wartawan di ruang kerjanya, Senin (5/10).

Dengan pengurangan ini, Lily meminta pengguna jasa atau pelanggan PDAM SoE untuk menggunakan air dengan baik, tidak membuang-buang air untuk hal yang tidak perlu. Tujuannya agar seluruh masyarakat pengguna jasa PDAM memperoleh layanan distribusi air secara merata.

“Saya harap air yang ada, dimanfaatkan dengan baik. Jangan buang-buang air, supaya semua masyarakat bisa memperoleh pelayanan,” harap Lily.

Lily menyebutkan sumber-sumber air yang selama ini dialirkan untuk melayani kebutuhan masyarakat TTS. Misalnya sumber air Bonleu mengalami penurunan debit dari 50 liter per detik menjadi 30 liter per detik. Begitupun sumber air pompa Nifuhuki yang sebelumnya 8 liter per detik menjadi 5 liter per detik.

Sumber air Oenasi juga mengalami penurunan debit dari 5 liter per detik menjadi 1,5 liter per detik. Sementara sumber air Oesoe turun menjadi 1,5 liter per detik dari debit normal 2,5 liter per detik. “Semua sumber air debitnya turun, tapi kami kelola dengan baik-baik supaya 7.158 pelanggan PDAM SoE bisa memperoleh pelayanan,” tutur Lily.

Demi memaksimalkan pelayanan di tengah turunnya debit air, Lily mengaku menempuh beberapa cara agar masyarakat bisa terlayani dengan baik. Misalnya dengan sistem infus memanfaatkan sumber air lainnya menggunakan pompa. Selain itu, daerah-daerah tertentu yang tidak dapat dialiri air akibat turunnya debit air, pihaknya terpaksa mendistribusikan air bersih menggunakan mobil tangki.

Hanya saja, kata Lily, mobil tangki milik PDAM SoE yang masih dapat difungsikan hanya jenis fuso, sehingga tidak dapat melayani masyarakat yang akses jalannya sempit. “Tapi kadang-kadang, kami sewa mobil tangki milik orang lain untuk antar air,” katanya.

Lily menyebutkan, tahun ini seyogyanya PDAM SoE memperoleh dana dari pemerintah pusat senilai Rp 22 miliar. Hanya saja karena wabah Covid-19, sehingga dana itu ditunda ke tahun 2021 mendatang.

Dana itu, demikian Lily, direncanakan dipakai untuk peremajaan jaringan perpipaan di dalam Kota SoE karena jaringan pipa yang dibangun sebelum mulai rusak sehingga sejumlah pelanggan tidak memperoleh pelayanan akibat kebocoran pipa.

“Jenis pipa yang digunakan saat itu adalah jenis pipa asbes, sehingga sudah mulai rusak. Jadi kami rencana dana itu akan kami gunakan untuk peremajaan jaringan perpipaan di dalam Kota SoE lebih kurang 3 kilometer,” tutur dia. (yop)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top