PLN Sukses Uji Coba Co-Firing di PLTU Ropa dan Bolok | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

PLN Sukses Uji Coba Co-Firing di PLTU Ropa dan Bolok


UJI COBA. Pihak PLN UWN NTT sementara melakukan uji coba program co-firing dengan memanfaatkan bahan baku biomass sebagai pengganti batu bara di PLTU Bolok, Kabupaten Kupang. (IST)

Advetorial

PLN Sukses Uji Coba Co-Firing di PLTU Ropa dan Bolok


Wujud Dukungan Peningkatan EBT di NTT

KUPANG, TIMEXKUPANG.com- Sebagai dukungan terhadap langkah pemerintah dalam meningkatkan bauran energi baru terbarukan (EBT) maka PT PLN (Presero) melalui PLN Unit Induk Wilayah (UIW) NTT berhasil melakukan uji coba program co-firing. Uji coba program co-firing ini dilakukan di PLTU Ropa, Flores dan di PLTU Bolok, Kupang. Keberhasilan dalam uji coba ini sekaligus menjadi wujud komitmen PLN untuk meningkatkan penggunaan EBT dalam penyediaan listrik.

Executive Vice President Corporate Communication and CSR PLN, Agung Murdifi menjelaskan bahwa program co-firing merupakan bagian dari semangat pilar “green” dalam transformasi PLN. Co-Firing, kata Agung Murdifi, merupakan sebuah teknologi substitusi batubara dengan energi terbarukan pada rasio tertentu yang tetap memperhatikan kualitas bahan bakar sesuai spesifikasi teknis.

“Kami terus mendorong penggunaan EBT, demi menyediakan listrik yang ramah lingkungan dan berkelanjutan,” tutur Agung.

Dijelaskan bahwa untuk program co-firing di PLTU Ropa, PLN mengganti bahan bakar berupa batu bara dengan 10 persen biomass yang diperoleh dari TOSS (Tempat Olahan Sampah Setempat). Sementara untuk PLTU Bolok, PLN menggunakan 5 persen biomass yang berasal dari cacahan kayu (woodchips).

Bahan baku biomass tersebut, berasal dari olahan sampah, ranting pohon, daun, sekam padi, serbuk gergaji dan rumput yang diproses menggunakan metode (biodrying). Proses selanjutnya yakni bahan baku tersebut diolah menjadi pelet seperti yang digunakan di PLTU Ropa atau menjadi woodchips seperti yang digunakan di PLTU Bolok.

Sementara General Manager (GM) PLN UIW NTT, Agustinus Jatmiko menjelaskan bahwa tahapan uji coba co-firing untuk PLTU Ropa telah dilakukan pada 14-15 September lalu. Dan untuk uji coba di PLTU Bolok dilakukan pada 28-30 September.

“Proses pembakaran biomass ini berjalan sempurna dan karakteristiknya mirip dengan batu bara yang digunakan di kedua PLTU tersebut. Pada saat kami melakukan mixing antara batu bara dengan biomass tersebut, hanya dibutuhkan waktu 30 menit masa transisi hingga mencapai titik stabilisasi,” jelas Jatmiko.

Keberhasilan ujicoba co-firing di PLTU Ropa, terlihat parameter menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan penggunaan 100 persen batu bara dengan pencampuran biomasa.

Selain meningkatkan bauran EBT, PLN juga berharap program ini dapat memberdayakan masyarakat, khususnya untuk memproduksi bahan bakar biomasa.

“Saya berharap agar biomass ini dapat diproduksi di sekitar PLTU Ropa, menggunakan bahan baku dari TOSS yang potensinya sangat besar, serta dapat memberdayakan masyarakat,” tutup Jatmiko. (*/gat)

Baca Selengkapnya
Rekomendasi untuk anda ...
Komentar

Berita lainnya Advetorial

Populer

To Top