Hamili Staf, Keluarga Korban Minta Bupati Sikka Copot Kades Nita | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Hamili Staf, Keluarga Korban Minta Bupati Sikka Copot Kades Nita


TERIMA PENGADUAN. BPD Nita saat menerima pengaduan keluarga VDW atas perilaku Kades Nita, Antonius Luju yang diduga telah menghamili VDW, staf pemerintahan desa itu. (FOTO: ISTIMEWA)

PERISTIWA/CRIME

Hamili Staf, Keluarga Korban Minta Bupati Sikka Copot Kades Nita


Kades Antonius: Saya Biarkan BPD Bermain Api

MAUMERE, TIMEXKUPANG.com-Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Nita menerima pengaduan lembaga adat dan masyarakat setempat yang mendesak agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sikka segera mencopot Kepala Desa (Kades) Antonius Bertolomeus Luju. Pasalnya Antonius diduga telah menghamili salah seorang stafnya, VDW, 31.

Desakan oleh lembaga adat ini lantaran jalinan asmara antara Kades Antonis dan stafnya itu menuai protes keras pihak keluarga VDW yang berujung pengaduan kepada BPD Nita, Senin (5/10). Dalam pengaduan itu, pihak keluarga meminta agar Bupati Sikka segera memecat Kades Antonius.

Menyikapi pengaduan itu, Ketua BPD Nita, Herman Ranu, SP menggelar rapat bersama anggota BPD, pihak keluarga korban, dan tokoh masyarakat setempat, Senin (5/10) pukul 10.00 Wita. Dalam rapat itu, baik tokoh masyarakat, aliansi pemuda Desa Nita, lembaga adat, dan masyarakat sepakat untuk mendesak Bupati Sikka agar memecat Antonius dari jabatannya selaku Kades Nita lantaran dinilai tak bermoral.

“Masyarakat, lembaga adat, aliansi pemuda Desa Nita mendesak agar BPD segera mengajukan kepada Bupati Sikka agar Kades Nita Antonius Luju segera dipecat,” jelas Herman Rabu usai pertemuan itu.

BACA JUGA: BPD Nita Bentuk Pansel Pemilihan Kades 

Herman juga menyatakan akan segera mengundang kembali lembaga adat untuk memproses Kades Nita sesuai hukum adat desa setempat. Selaku Ketua BPD Nita, Herman berjanji akan menindaklanjuti desakan masyarakat dan pihak keluarga dengan menyampaikan ke Bupati Sikka agar Kades Nita ditindak sesuai aturan yang berlaku.

“Kami akan menindaklanjuti tuntutan warga, keluarga korban dan tokoh masyarakat untuk mengajukan tuntutan warga kepada Bupati Sikka,” kata Herman.

Salah seorang wakil keluarga korban VDW, yakni MB mendesak agar hubungan antara Kades Nita dan stafnya segera diputus dan melarang Antonius untuk tidak lagi menjalankan tugasnya sebagai kepala desa. Masyarakat Nita, kata MB, tidak ingin dipimpin oleh pemimpin yang tak bermoral.

“Kami mendesak agar hubungan asmara antara Kedes Nita dengan stafnya segera diputus, dan melarang Kades Nita untuk tidak menjalankan tugasnya selaku kepala desa,” tegas MB.

Sementara itu, Kades Nita, Antonius Bertolomeus Luju ketika dikonfirmasi wartawan mengaku akan melakukan klarifikasi kemudian. Saat ini ia membiarkan BPD, lembaga adat untuk silakan bermain api. “Saya akan lakukan klarifikasi. Untuk saat ini, saya biarkan BPD Desa Nita bermain api,” kata Antonis tanpa menjelaskan apa maksud dari pernyataannya bermain api itu. (Kr5)

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top