Lakukan PPM di Desa Toi-TTS, PNK Terapkan Sistem Pertanian Irigasi Tetes | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Lakukan PPM di Desa Toi-TTS, PNK Terapkan Sistem Pertanian Irigasi Tetes


HASIL IRIGASI TETES. Kelompok tani Dusun Fain, Desa Toi, Kecamatan Amanatun Selatan, TTS, memperlihatkan hasil panen mereka dari penerapan sistem pertanian irigasi tetes melalui kegiatan PPM Politeknik Negeri Kupang (PNK). (FOTO: DOK. PNK)

PENDIDIKAN

Lakukan PPM di Desa Toi-TTS, PNK Terapkan Sistem Pertanian Irigasi Tetes


Petani Senang, PNK Bekali Mereka Ilmu Pertanian Modern

KUPANG-Dua tahun terakhir, Politeknik Negeri Kupang (PNK) melakukan kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) di Desa Toi, Kecamatan Amanatun Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).

Desa Toi yang berjarak lebih kurang 58 km dari kota SoE memiliki kondisi geografis dan iklim yang kurang lebih sama dengan daerah lain, khususnya di daratan TTS. Pada musim kemarau sering mengalami kekurangan air dan praktis sistem pertaniannya hanya mengandalkan air hujan.

Guna membantu mengatasi permasalahan yang dialami masyarakat, pada tahun kedua ini, tema kegiatan PPM yang dilaksanakan adalah implementasi sistem irigasi tetes pada lahan pertanian kelompok tani.

Kegiatan PPM ini melibatkan tim pelaksana yang adalah para dosen di PNK, yakni Indranata Panggalo ST.,MT sebagai Ketua dengan anggotanya, masing-masing Yason E. Benu, SP.M.Sc (Politani), Christa E. B. Bire, ST.MT (PNK), dan Maria C. B. Manteiro, SE, MM (PNK).

Tujuan utama kegiatan PPM tersebut adalah petani dapat memanfaatkan air yang tebatas untuk pertanian khususnya pada musim kemarau. Disamping itu beban kerja untuk penyiraman tanaman dapat diminimalisir. Implemetasi irigasi tetes tersebut dipusatkan di Dusun Fain, Desa Toi.

Kepala Desa Toi, Jidro Lakapu menunjuk dusun tersebut sebagai lokasi percontohan penerapan sistem irigasi tetes dengan alasan Dusun Fain memiliki beberapa mata air yang mengalir sepanjang tahun walaupun memiliki debit air yang tidak besar.

Menurut Kades Jidro, selama ini mata air tersebut tidak pernah dimanfaatkan untuk pertanian warga, akan tetapi hanya untuk kebutuhan konsumsi dan MCK. Sehingga diharapkan melalui penerapan sistem tersebut, kelompok tani bukan saja dapat belajar tentang cara pembuatan sistem irigasi tetes, tetapi dapat meningkatkan perekonomian kelompok tani.

“Oleh karena itu kami mengucapkan terima kasih kepada PNK yang telah melaksanakan kegiatan tersebut di desa kami. Semoga kelompok tani kami dapat mengembangkan irigasi tetes tersebut di lahan tidur lainnya yang masih dapat dijangkau sumber mata air,” ungkap Jidro.

Sementara itu, Ketua Tim Pelaksana PPM, Indra Panggalo menjelaskan, kegiatan PPM ini mendapat dukungan pendanaan dari Kemeristek-BRIN melalui kegiatan PPM pada skema Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM).

Menurut Indra, kegiatan tahun ini telah berjalan sejak Juni 2020 dan sempat mengalami penundaan karena terhambat pandemi global Covid-19.
Meski demikian, kata Indra, selama kegiatan berlangsung tim pelaksana dan kelompok tani setempat tetap menerapakan protokol kesehatan agar tidak terjadi risiko penularan Covid-19.

Indra menyebutkan, kegiatan PPM ini sukses karena perananan kelompok tani dalam bentuk partisipasi sangat baik. Mereka mengikuti dengan seksama beberapa jenis pelatihan, pembangunan infastruktur irigasi tetes, dan kolam ikan.

Tim Pelaksana PPM Politeknik Negeri Kupang (PNK) bersama kelompok tani Dusun Fain, Desa Toi, Kecamatan Amanatun Selatan, mempersiapkan lahan pertanian untuk penanaman sayur dengan penerapan sistem irigasi tetes. (FOTO: DOK. PNK)

“Kegiatan tersebut secara keseluruhan dapat berjalan dengan baik. Sampai saat ini kelompok tani telah melakukan panen perdana dari tanaman sayuran yang ditanam,” ungkap Indra.

Indra berharap melalui kegiatan ini, kelompok tani dapat menjaga bahkan mengembangkan apa yang telah dibangun berbekal ilmu yang didapat.

Masih menurut Indra, disamping membangun irigasi tetes, tim pelaksaan PPM juga memberikan bantuan 1.000 ekor benih lele dan 500 ekor benih ikan nila beserta pakannya, dengan harapan kelompok tani juga belajar tentang pembesaran ikan.

“Karena irigasi tetes ini masih tahap awal bagi warga untuk mengenal, maka tahun depan jika masih diizinkan oleh Kemenristek-BRIN, rencana kami ingin menerapkan sistem mikrokomputer agar semua sistem dapat bekerja secara otomatis dan dapat dikontrol melalui short message service (SMS) GSM,” kata Indra.

Koordinator Kelompok Tani, Raimundus Benu, mengaku senang tim PNK melaksanakan PPM di desa mereka.

Raimundus mengatakan, mereka tercerahkan dengan penerapan teknologi pertanian modern, yang mana selama ini lebih mengandalkan sistem bertani secara tradisional yang hanya berharap pada air hujan.

“Kami sangat senang dengan adanya kegiatan ini. Selama ini sistem bertani di kampung kami secara tradisional, dan hanya mengandalkan air hujan. Padahal kami punya beberapa sumber mata air. Kami bukannya malas, tetapi kami tidak tahu harus memulai dari mana jika ingin melakukan pertanian secara modern dengan memanfaatkan air dari sumber mata air,” ungkap Raimundus.

“Dengan adanya kegiatan ini, tanaman yang kami tanam, kami tidak perlu lagi siram secara manual karena disiram secara otomatis dari keran. Saat ini kami juga sudah tahu cara isntalasi jenis-jenis pipa untuk irigasi tetes, kami juga sudah mengerti cara menyemaikan benih jenis-jenis sayuran, cara membuat pupuk bokashi padat, cara pemberian pupuk baik itu organik maupun non organik dan pemeliharaan tanaman,” tambahnya.

Raimundus menyebutkan, dengan ilmu pertanian irigasi tetes yang mereka peroleh dari PNK itu, kini mereka sudah berhasil menanam berbagai jenis sayuran. Misalnya sawi, kol, paria, kangkung, tomat, dan lombok.

“Kami juga mencoba menyemaikan beberapa jenis buah lain, yang mungkin cocok dengan tanah kami. Disamping itu kami juga sedang membesarkan ikan lele dan nila, semoga kelak kami bisa berkembang untuk membudidayakan ikan-ikan tersebut,” kata Raimundus yang menambahkan, hasil panen perdana sayuran, selain dijual ke pasar, banyak warga kampung yang datang dan membeli langsung di kebun.

“Pada panen perdana kemarin, kami juga membagi gratis sayuran kepada warga di dusun kami, supaya bisa memotivasi mereka untuk ikut mengembangakan apa yang sudah dibangun,” pungkasnya. (*/aln)

Komentar

Berita lainnya PENDIDIKAN

To Top