Satu Bulan Timor Leste Tutup Pintu Batas, PLBN Mota’ain-RI Tetap Buka | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Satu Bulan Timor Leste Tutup Pintu Batas, PLBN Mota’ain-RI Tetap Buka


TUTUP BATAS. Tampak pagar di pintu perbatasan Pos Lintas Batas Batugade Timor Leste ditutup seiring kebijakan negara itu menutup wilayahnya dari aktifitas perlintasan manusia demi mencegah Covid-19. (FOTO: ISTIMEWA)

KABAR FLOBAMORATA

Satu Bulan Timor Leste Tutup Pintu Batas, PLBN Mota’ain-RI Tetap Buka


ATAMBUA, TIMEXKUPANG.com-Pemerintah Negara Republik Democratik Timor Leste (RDTL) kembali memperpanjang aturan lockdown atau penutupan wilayah, khususnya perlintasan antarnegara. Portal gerbang di pintu perbatasan Batugade, Timor Leste ditutup. Sedangkan gerbang PLBN Mota’ain, di Kabupaten Belu tetap dibuka sesuai aturan Indonesia.

Kepala Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Mota’ain, Engelbertus Klau saat dikonfirmasi Selasa (6/10) mengatakan, pihaknya sudah mendapat informasi dari Kedutaan Besar RI di Dili, terkait penutupan gerbang perbatasan di Timor Leste yang dikeluarkan Presiden Francisco Guterres Lu Olo.

Timor Leste mengumumkan kembali pemberlakuan State of Emergency (Estadu Emergencia/EE) Tahap VI yang berlaku selama 30 hari terhitung 5 Oktober 2020 pukul 00.00 sampai 3 November 2020 pukul 23.59 waktu setempat.

“Ada siaran pers dari Kedubes RI di Dili bahwa Pemerintah Timor Leste kembali memberlakukan pembatasan. Aktifitas perbatasan di tutup untuk mencegah penularan Covid-19,” sebutnya.

Engelbertus menjelaskan, pemberlakuan lockdown yang dilakukan Timor Leste tidak total karena hanya membatasi perlintasan manusia. Sedangkan aktifitas perlintasan barang yang masuk ke Timor Leste tetap di buka.
“Larangan perlintasan berlangsung selama satu bulan. Kecuali perlintasan barang truk ekspor yang masuk setiap Rabu tetap dilayani. Portal Timor Leste hanya di tutup untuk perlintasan manusia, sedangkan perlintasan barang tetap dilayani,” urai Engelbertus.

Menurut Engelbertus, kebijakan pemberlakukan aturan pembatasan perlintasan dari Timor Leste, tidak mengganggu aktifitas PLBN Mota’ain karena pihaknya terus melakukan pelayanan seperti biasa. Pelayanan perlintasan barang yang masuk Timor Leste dan memfasilitasi WNI yang keluar dari Timor Leste.

BACA JUGA: Timor Leste Tutup Perbatasan, Pelintas Batas Tertahan di Batugade

BACA JUGA: Pintu Perbatasan Ditutup, 4 WNTL Nekad Lewat Jalur Tikus, Polres Malaka Langsung Amankan

“Kita tetap melaksanakan pelayanan seperti biasa. Buka pukul 09.00 dan tutup 12.00 Wita setiap hari. Ini aturan pelayanan di masa pandemi Covid-19,” tandasnya.

Dikatakan pelayanan untuk hal darurat atau mendesak seperti pemulangan WNI dari Timor Leste tetap difasilitasi. Seperti emergensi ada pasien WNI di Timor Leste yang keluar tentunya difasilitasi.

“Kita tetap melaksanakan tugas. Ada hal yang darurat biar larut malam tetap kita buka, kita fasilitasi pemulangan WNI kalau dalam emergensi,” tandasnya.

Untuk diketahui, Pemerintah Timor-Leste kembali memperpanjang situasi darurat (state of emegerncy) Covid-19 tahap VI selama sebulan terhitung 5 Oktober hingga sd 3 November 2020. Dengan state of emergency ini, terdapat beberapa hal baru yang tidak diatur sebelumnya. Diantaranya:

1. Pemerintah Timor-Leste menetapkan sanksi pembayaran denda baik warga TL maupun WNA yang masuk dan keluar secara ilegal di perbatasan darat sebesar USD 30 s/d USD 250 per orang, serta mewajibkan karantina selama 14 hari dengan biaya pribadi.

2. Pemerintah TL melarang warga menggunakan sarana transportasi umum, bus, kapal, dan pesawat udara apabila memiliki suhu tubuh di atas 37,5 derajat celcius, mengalami gejala seperti batuk, pilek, sakit tenggorokan, bersin, dan masalah pada saluran pernapasan. Apabila ditemukan warga dengan gejala ini, diwajibkan melakukan pengobatan dan karantina. (mg33)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

Populer

To Top