Belasan Ribu DPS Bermasalah, Bawaslu Manggarai Pertanyakan Proses Coklit KPU | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Belasan Ribu DPS Bermasalah, Bawaslu Manggarai Pertanyakan Proses Coklit KPU


Koordinator Devisi Pengawasan, Humas, dan Hubungan Lembaga Bawaslu Manggarai, Heribertus Harun. (FOTO: FANSI RUNGGAT/TIMEX)

POLITIK

Belasan Ribu DPS Bermasalah, Bawaslu Manggarai Pertanyakan Proses Coklit KPU


RUTENG, TIMEXKUPANG.com-Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Manggarai menemukan sebanyak 11.733 pemilih dalam daftar pemilih sementara (DPS) di Pilkada Manggarai tahun 2020 bermasalah. Bahkan dari jumlah itu, ada sebanyak 198 pemilih yang tidak memenuhi syarat. Seperti pemilih di bawah umur dan meninggal dunia.

“Tapi yang tidak memenuhi syarat ini masih terdapat dalam DPS Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Manggarai,” ujar Koordinator Divisi Pengawasan Humas dan Hubungan Lembaga Bawaslu Manggarai, Heribertus Harun, kepada TIMEXKUPANG.com di Ruteng, Selasa (6/10).

Heribertus menjelaskan, temuan itu merupakan hasil pencermatan berbasis aplikasi dan pengawasan langsung Bawaslu Manggarai bersama seluruh jajaran Pengawas Kecamatan, Desa, dan Kelurahan. Ditemukan belasan ribu DPS yang telah diumumkan pihak KPU tersebut, dengan varian masalah yang berbeda-beda.

Menurut Heribertus, total DPS yang sudah diumumkan itu sebanyak 220.594 pemilih dan menyebar di 696 TPS di Manggarai. Hasil pengawasan Bawaslu Manggarai dalam melakukan pencermatan dan penelitian, terdapat 11.733 DPS yang bermasalah.

Permasalahan yang ditemukan Bawaslu, kata Heribertus, antara lain pemilih tidak memenuhi syarat (TMS) meninggal dunia 143 orang. Pemilih di bawah umur 55 orang. Pemilih yang tidak memiliki nomor kartu keluarga (NKK) sebanyak 3.795. Pemilih tidak ada NIK (20 orang), dan pemilih tidak memiliki NIK dan NKK (19 orang).

“Ini kan aneh. Masa pemilih tidak ada NIK dan NKK pihak KPU mengakomodir dalam DPS. Proses coklit dari KPU Manggarai selama ini patut dipertanyakan,” kata Heribertus.

Permasalahan lain dalam DPS itu, lanjut Heribertus, yakni pemilih kategori ganda nama dan NIK sebanyak 600 orang. Pemilih ganda nama dan tanggal lahir sebanyak 451 orang. Juga pemilih dengan kategori tidak memiliki alamat RT/RW dalam DPS sebanyak 6.812 orang.

Terhadap temuan tersebut, Bawaslu Manggarai telah meneruskan hasil pengawasan dan pencermatan ke jajaran Pengawas Kecamatan, serta pengawas tingkat desa/kelurahan untuk dibersihkan dalam proses pleno rekapitulasi DPS hasil perbaikan. Jika belum bersih ditingkat desa/kelurahan, maka berlanjut di pleno tingkat kecamatan, dan tuntas hingga kabupaten.

“Kami pastikan, data pemilih Pilkada Manggarai harus jernih. Sebab ini salah satu potensi masalah di hari pemilihan,” tegas Heribertus. (Krf3)

Komentar

Berita lainnya POLITIK

To Top