Istri Bupati Matim Dikukuhkan Jadi Bunda PAUD, Bunda Julie Beri 2 PR | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Istri Bupati Matim Dikukuhkan Jadi Bunda PAUD, Bunda Julie Beri 2 PR


PENGUKUHAN. Bunda PAUD Matim, Theresia Wisang-Agas mengenakan Pin dalam acara pengukuhan secara virtual, Kamis (8/10). (FOTO: FANSI RUNGGAT/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Istri Bupati Matim Dikukuhkan Jadi Bunda PAUD, Bunda Julie Beri 2 PR


BORONG, TIMEXKUPANG.com-Istri Bupati Manggarai Timur (Matim), Theresia Wisang Agas, dikukuhkan menjadi Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Matim, Kamis (8/10). Pengukuhanya secara virtual oleh Bunda PAUD Provinsi NTT, Julie Sutrisno Laiskodat.

Acara pengukuhan Bunda PAUD Matim berlangsung di aula Rujab Bupati Matim, Golo Lada, kelurahan Rana Loba, Kecamatan Borong. Dihadiri Wakil Bupati Jaghur Stefanus, Wakil Ketua TP PKK Matim, Alexandrea Anggal Jaghur, Kadis Pendidikan Basilius Teto, pimpinan OPD, pengurus PKK Matim, staf dari dinas pendidikan Matim, dan mitra PAUD.

Bunda Julie, dalam sambutanya mengatakan, secara aturan Bunda PAUD itu harus dikukuhkan. Untuk 22 kabupaten/kota di NTT, karena pendemi Covid-19, pengukuhan dilakukan secara virtual. Peserta yang dikukuhkan, tidak saja istri Bupati tapi juga istri Pjs Bupati di daerah yang melaksanakan Pilkada.

Bunda Julie berpesan agar setelah dilantik, supaya setiap kabupaten/kota membentuk Pokja. “Bentuk Pokja PAUD, beda dengan Pokja PKK. Dalam Pokja PAUD, kriterianya harus melibatkan stakeholder, seperti dinas Pendidikan, Dina Kesehatan, BKKBN, dan juga bisa PKK. Setelah dikukuhkan, kita semua langsung diberi pembekalan secara virtual juga,” kata Bunda Julie.

Menurut Bunda Julie, selain membentuk Pokja, langkah selanjutnya setiap Bunda PAUD wajib memproses dan melantik Bunda PAUD tingkat kecamatan, desa, dan kelurahan dalam tahun 2020. Pelantikan boleh dengan berkeliling kecamatan atau desa dan kelurahan, tapi tetap terapkan protokol kesehatan, juga bisa dilantik serentak secara virtual.

Dalam kesempatan itu, Bunda Julie memberi dua pekerjaan rumah (PR) kepada Bunda PAUD di seluruh NTT. Pertama, mulai tahun 2021 wajib melahirkan minimal satu PAUD terakreditasi di setiap kabupaten. Kedua, butuh guru PAUD yang benar-benar tersertifikat. Sekarang setiap daerah sudah memiliki PAUD terakreditasi, yakni di desa model.

“PAUD desa model ini semuanya difasilitasi dari Provinsi. Sekolah terakreditasi itu, tidak hanya butuh fisik dan fasilitas, tapi juga guru yang bersertifikat. Sehingga, untuk program akreditasi PAUD, saya minta Bupati dan Wali Kota, tolong alokasikan anggaran,” pinta Bunda Julie.

Bunda Julie menegaskan, mengapa Bunda PAUD itu penting? Rata-rata banyak orang berpikir, khususnya di kota, bahwa PAUD itu tempat penitipan orang. Pikiran itu, kata Bunda Julie, salah. Karena pendidikan harusnya dimulai dari masa dini dan dasar pembentukan sumber daya manusia (SDM).

“Pendidikan itu pondasinya di PAUD. Kalau SDM seiring dengan pembangunan fisik, pasti daerah kita maju. Program yang dibuat Bunda PAUD nanti harus bagus dan berkualitas. Kita semua punya andil yang sangat besar, sehingga PAUD jangan dianggap enteng,” pungkasnya.

Matim segera Konsolidasi

Sementara Bunda PAUD Matim, Theresia Wisang, kepada TIMEXKUPANG.com mengatakan, ke depan siap melaksanakan program peningkatan kualitas PAUD di Matim. Karena PUAD itu sebagai generasi emas. Tentu untuk mencapai tujuan itu, Bunda PAUD tidak bisa bekerja sendiri, tapi perlu bersinergi dengan semua komponen.

“Tidak hanya bersinergi dengan pemerintah saja, tapi masyarakat umum. Disini tidak cuma sinergitas saja, tapi dengan komitmen bersama untuk laksanakan program,” kata Bunda Wisang, didampingi Kabid PAUD dan PNF Dinas Pendidikan Matim, Herman Agas.

Setelah dikukuhkan jadi Bunda PAUD, Theria mengatakan, pihaknya akan melakukan konsilidasi, sosialiasi, dan advokasi kepada Bunda PAUD di kecamatan dan desa/kelurahan.

Selain itu akan dilakukan pelatihan peningkatan kapasitas pendidik PAUD. Dimana untuk PAUD di Matim, belum seluruhnya memiliki standar kualifikasi. Jika bukan ada tenaga pendidik yang S1 PAUD, maka harus diberi pelatihan untuk dapat sertifikat. Bagi tenaga pendidik dari latar belakang SMA, maka disarankan untuk ikut kuliah di UT.

“Ini untuk mencapai syarat kelayakan. Kalau ada tenaga pendidik yang ijazah SMA dan punya kemampuan, maka sambil mengajar guru ini bisa kuliah di UT. Target Bunda PAUD Matim, menghasilkan anak yang cerdas, sehat, dan ceria,” bilang Bunda Wisang.

Untuk Matim, total PAUD yang sudah mendapat izin operasional dari Dinas Pendidikan Matim sebanyak 208 PAUD. Namun yqng sudah memiliki NPSN dan dapodik sebanyak 163 PAUD. Sementara yang dalam usulan sebanyak 45 PAUD. Untuk PAUD Negeri ada 1 yakni SKB, dan lain swasta.

“Yang sudah memiliki akreditasi 54 lembaga PAUD. Untuk PAUD yang difasilitasi oleh Provinsi NTT, ada di desa medel, Desa Satar Tesem, kecamatan Poco Ranaka. Sementara PAUD dibawa binaan PKK Matim, ada di desa Bangka Kempo, kecamatan Rana Mese,” kata Bunda Wisang. (Krf3)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top