Warga Naiola Blokir Jalan, PT SRT Pilih Mediasi, UD Sion Pindah Rute | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Warga Naiola Blokir Jalan, PT SRT Pilih Mediasi, UD Sion Pindah Rute


BLOKIR JALAN. Warga RT 007/RW 002 Dusun 2 Kiumuke, Desa Naiola, TTU saat melakukan pemblokiran jalan dengan membangun pagar menutupi badan jalan, Selasa (6/10). (FOTO: PETRUS USBOKO/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Warga Naiola Blokir Jalan, PT SRT Pilih Mediasi, UD Sion Pindah Rute


Pemblokiran Jalan ke Lokasi Tambang Galian C

KEFAMENANU, TIMEXKUPANG.com-Puluhan warga di RT 007/RW 002, Dusun 2 Kiumuke, Desa Naiola, Kecamatan Bikomi Selatan, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) memblokir jalan desa ke lokasi Tambang Galian C milik UD. Sion dan PT. Surya Raya Timor (SRT), Selasa (6/10).

Pemblokiran jalan ini sebagai bentuk protes atas adanya polusi udara yang kian parah. Polusi disebabkan jalan rusak akibat iring-iringan truk yang keluar-masuk ke lokasi tambang Galian C milik dua perusahan tersebut.

Terpantau Timor Express, Selasa (6/10) di lokasi pemblokiran jalan berlangsung aksi protes dari warga setempat dengan membangun pagar menutupi badan jalan untuk menghadang truk yang masuk ke lokasi tambang.

Kondisi jalan lingkungan yang masih berupa sertu mengakibatkan hujan debu ketika saat truk-truk tersebut melintasi ruas jalan itu. Akibatnya banyak warga mengalami infeksi saluran pernapasan karena dampak dari polusi tersebut.

Wakil Ketua BPD Desa Naiola, Kecamatan Bikomi Selatan, Patrisius Tlali kepada Timor Express, Selasa (6/10) mengatakan, pihaknya memutuskan untuk menutup ruas jalan lingkungan tersebut lantaran tingginya intensitas lalu lintas kendaraan proyek di jalur itu.

Hal tersebut mengakibatkan warga sekitar menjadi korban karena banyaknya debu yang beterbangan dan mengotori rumah, perabotan, dan menyebabkan polusi udara. Banyak warga akhirnya menderita infeksi saluran pernapasan akibat polusi udara yang timbul akibat lalu lintas kendaraan proyek di ruas jalan itu.

Menurut Patrisius, dalam sehari terhitung ada belasan truck yang pulang pergi melintasi ruas jalan lingkungan itu untuk mengangkut bahan galian C. Truk-truk tersebut milik dua perusahaan yakni PT Surya Raya Timor dan UD Sion. Selain itu, ada juga truk-truk lain yang datang dari Kota Kefamenanu.

Atas pemblokiran jalan itu, kedua perusahaan yang melakukan aktivitas tambang di Daerah Aliran Sungai (DAS) Naiola tersebut rupanya tidak memiliki kesamaan pendapat untuk memenuhi tuntutan masyarakat setempat.
PT Surya Raya Timor (SRT) memilih untuk menyelesaikan persoalan itu melalui mediasi sedangkan UD. Sion memilih truk miliknya pindah rute ketimbang memenuhi tuntutan masyarakat.

Direktur PT. Surya Raya Timor (SRT), Rafael Yap ketika dikonfirmasi Timor Express, Kamis (7/10) mengatakan pihaknya telah berinisiatif melakukan peningkatan ruas jalan lingkungan di RT 007/RW 02 Dusun 02, Desa Naiola sebelum melakukan aktivitas eksplorasi di DAS Naiola.

Dikatakan, jalan lingkungan sepanjang dua kilometer itu pun telah ditingkatkan dengan agregat yang dipadatkan dengan fibro untuk memperlancar aktivitas eksplorasi. Sayangnya, setelah dikerjakan, ada banyak pihak yang ikut menggunakan ruas jalan tersebut untuk kepentingan tambang galian C sehingga kualitas jalan menurun dan menimbulkan polusi.

Untuk itu, kata Rafael, Semua pihak yang menggunakan ruas jalan tersebut untuk aktivitas eksplorasi Galian C di DAS Naiola tersebut diminta untuk duduk bersama membahas realisasi permintaan warga setempat sehingga tidak menimbulkan persoalan baru bagi masyarakat.

“Kalau masalah perbaiki jalan, masyarakat belum suruh pun kami sudah buat. Kami muat agregat dan campur di lokasi, pakai loder ratakan dan langsung gilas. Tapi pihak lain kita minta pasir sedikit, supaya bisa lebih baik mereka bawa agregat kotor. Kami inisiatif sendiri untuk meningkatkan jalan ini menggunakan agregat dan gilas pakai fibro. masyarakat ikut berpartisipasi dalam peningkatan jalan,” ungkap Rafael.

Rafael mengatakan, perbaikan jalan oleh pihak PT. SRT tersebut dilakukan tahun 2018 sebelum melaksanakan aktivitas eksplorasi di DAS Naiola. Masyarakat setempat pun turut terlibat dalam pengerjaan peningkatan jalan tersebut. Pihaknya sempat meminta sumbangan material kepada sejumlah perusahaan tambang galian C lainnya, namun material yang diberikan tidak sesuai permintaan. Sayangnya, setelah peningkatan jalan tersebut dilakukan, ada banyak pihak yang ikut menggunakan ruas jalan lingkungan tersebut untuk kepentingan tambang galian C.

“Ketika jalan ini sudah diperbaiki, ada banyak pihak yang ikut ambil bagian dalam eksplorasi Sungai Noemuti, jalan yang telah diperbaiki mulai menurun kualitasnya. Yang berkontribusi untuk jalan ini hanya satu orang, tapi yang menggunakannya untuk kepentingan tambang galian c banyak,” jelas Rafael.

Menurut Rafael, Semua pihak yang menggunakan ruas jalan tersebut harus bertanggungjawab dan memberikan sumbangan positif untuk merealisasikan peningkatan jalan lingkungan itu. “Mari kita duduk bersama untuk selesaikan dan kerjakan bersama-sama,” ajaknya.

Sementara, Direktur UD Sion, Jimmy Yap, ketika dikonfirmasi pertelepon mengaku pihaknya tidak bisa menyanggupi permintaan masyarakat untuk mengaspal jalan tersebut. Jimmy beralasan, panjang jalan tersebut ditaksasi menelan dana yang cukup besar. Pihaknya selama ini hanya memenuhi permintaan masyarakat melakukan penyiraman menggunakan tangki. Meskipun demikian, penyiraman dinilai tidak maksimal karena hanya akan bertahan satu atau dua jam lantaran cuaca yang panas.

“Kalau jalan itu harus diaspal kayaknya berat karena dananya bisa satu miliar lebih. Selama ini beberapa kali kami turunkan tangki dan siram tapi sama saja karena hanya bertahan satu atau dua jam. Ke depan saya akan alihkan truk saya ikut jalur Oenak,” tutupnya. (mg26)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

Populer

To Top