Sejahterakan Warga Desa Nunleu, PNK Transfer Ilmu Bagi Penenun | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Sejahterakan Warga Desa Nunleu, PNK Transfer Ilmu Bagi Penenun


Sumartini Dana dan tim PNK foto bersama para penenun Desa Nunleu saat monitoring dan evaluasi kegiatan inovasi tenun, yakni pelatihan menjahit untuk pembuatan masker, tas, baju, dan rok berbahan tenun. (FOTO: DOK. PNK)

PENDIDIKAN

Sejahterakan Warga Desa Nunleu, PNK Transfer Ilmu Bagi Penenun


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Guna membantu menyejahterakan masyarakat Desa Nunleu, Kecamatan Amanatun Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Tim Politeknik Negeri Kupang (PNK), melalui program Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) melakukan transfer ilmu pengetahuan serta fasilitas kepada para pelaku tenun di desa itu.

Transfer ilmu dengan support dana dari BRIN-Kemenristekdikti ini bertujuan untuk dapat mengoptimalkan tenun ikat demi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Tim PNK ini dipimpin Sumartini Dana, ST., MT selaku ketua, bersama Ade Manu Gah, Diana Rachmawati, dan Hans Lao. Tim ini merancang dan melaksanakan program-program terkait pengembangan potensi tenun Nunleu mulai dari perbaikan proses pembuatan tenun, proses pemasaran dan peningkatan kemampuan kewirausahaan pelaku tenun.

Sumartini menerangkan, dalam menjalankan program pengabdian ini, pelaku tenun yang dilibatkan di Desa Nunleu adalah kelompok Tenun Bersehati. Kelompok tenun ini diketuai oleh Idaleta Missa dengan jumlah penenun sebanyak 20 orang. “Mereka berusia sekira 40 tahunan, dan mayoritas penenun ini berstatus janda,” ungkap Sumartini dalam keterangan tertulisnya, kemarin (8/10).

Sumartini mengatakan, pelaksanaan kegiatan ini juga mendapat dukungan Kepala Desa Nunleu, Octovianus Missa.

Sumartini menyebutkan, pada kegiatan tahun pertama tahun 2019 lalu, Tim PNK menfasilitasi proses pelatihan pewarnaan, serta pelatihan manajemen usaha dan kewirausahaan. Pelatihan pewarnaan, katanya, bertujuan meningkatkan kualitas produk agar tidak mudah luntur. Sedangkan dua pelatihan lainnya bertujuan untuk memotivasi diri dan pengembangan usaha. “Pelatihan dan pendampingan ini memberikan hasil yang sangat baik dimana terjadi peningkatan penjualan secara drastis. Peningkatan pendapatan dan omzet naik mencapai Rp 200 juta,” beber Sumartini.

Sayangnya, kata Sumartini, memasuki tahun kedua, kondisi penjualan produk tenun menurun drastis akibat adanya pandemi global Covid-19. “Permintaan kain tenun Nunleu dari Kota Kupang dan sekitarnya jauh berkurang dari tahun 1 setelah pelatihan,” katanya.

BACA JUGA: Ibu-ibu PKK Matim Dilatih Menyulap Limbah Kain Tenun Jadi Souvenir

Guna mengatasi hal ini, kata Sumartini, Tim PNK melakukan inovasi dengan memberikan pelatihan inovasi tenun pada ibu-ibu pelaku tenun Nunleu. Kegiatan pelatihan tersebut berlangsung sejak Juli 2020 hingga saat ini.

Dalam pelatihan inovasi ini, demikian Sumartini, produk tenun yang biasanya hanya berupa kain sarung dan selempang, dikreasikan menjadi produk-produk yang lebih kreatif dan inovatif seperti masker tenun, baju tenun, tas tenun, rok tenun, dan produk inovatif lainnya.

“Setelah pelatihan lapangan diteruskan dengan pendampingan sampai saat ini dimana bentuk pendampingan adalah dalam bentuk konsultasi pelatihan tambahan, pemberian fasilitas tambahan, dan lain-lain. Pendampingan ini akan terus berlangsung sampai kelompok tenun dapat mandiri,” kata Sumartini yang menambahkan, Ibu-ibu pelaku tenun sangat bahagia dengan kemampuan baru yang dimiliki karena selama ini mereka belum memiliki kemampuan dalam menjahit dan mengkreasikan hasil tenun mereka.

Hasil-hasil kreasi tenun Nunleu ini telah dipesan oleh lembaga pendidikan di Oenlasi untuk dibagikan kepada para peserta didik, seperti dari sekolah anak Nunleu Ceria dan Nunleu Cemerlang. Selain melakukan penjualan, para pelaku tenun juga menunjukkan empati mereka kepada warga sekitar dengan membagikan masker hasil kreasinya. Selama kegiatan berlangsung tetap mengikuti protokol kesehatan Covid-19.

Selain transfer ilmu, lanjut Sumartini, tim PNK juga memberikan sumbangan fasilitas pendukung inovasi seperti mesin jahit, mesin obras, serta benang.

Tim PNK, tambah Sumartini juga mengapresiasi peran perangkat desa yang dimotori Kepala Desa, oktovianus Misa bersama Sekretaris Desa, Hubertus Tamonob, dimana mereka ikut berperan aktif dalam memonitoring dan mengawasi serta mengoordinasikan kegiatan PPM ini dengan TIM PNK. “Juga memfasilitasi kegiatan promosi dan pemasaran lewat even-even,” bebernya.

Untuk diketahui, Desa Nunleu merupakan salah satu desa di NTT di wilayah Kecamatan Amanatun Selatan yang aktif melakukan kegiatan tenun.

Berjarak sekira 187km dari Kota Kupang, dengan kondisi jalan yang sangat memprihatinkan, desa ini memiliki keunikan dalam proses pembuatan tenun baik dari segi pewarnaan maupun motif. Walaupun demikian, potensi tenun Nunleu belum dioptimalkan terutama untuk kesejahteraan penenun dan warga sekitar sehingga hanya terbatas pada kegiatan-kegiatan adat. (*/aln)

Komentar

Berita lainnya PENDIDIKAN

To Top