Rumah Petrus Tlali Ludes Terbakar, Diduga Akibat Angin Kencang | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Rumah Petrus Tlali Ludes Terbakar, Diduga Akibat Angin Kencang


SISA PUING: Sisa puing dari bangunan rumah milik Petrus Tlali, warga Desa Naiola, Kecamatan Bikomi Selatan yang terbakar, Jumat (9/10) siang. (FOTO: PETRUS USBOKO/TIMEX)

PERISTIWA/CRIME

Rumah Petrus Tlali Ludes Terbakar, Diduga Akibat Angin Kencang


KEFAMENANU, TIMEXKUPANG.com-Rumah milik Petrus Tlali, warga RT 10/RW 03, Desa Naiola, Kecamatan Bikomi Selatan, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) ludes dilalap si jago merah, Jumat (9/10) sekira pukul 13.00 Wita. Kebakaran rumah semi permanen itu belum diketahui penyebab secara pasti lantaran saat kejadian korban bersama anggota keluarga tidak berada di rumah.

Meski demikian, berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Timor Express dari sejumlah sumber terpercaya di lokasi kejadian menyebutkan, pemicu terjadinya kebakaran rumah milik Petrus Tlali tersebut diduga disebabkan oleh angin kencang yang memicu sumber api kecil di dapur menjadi besar.

Peristiwa Kebakaran rumah tersebut menimbulkan kerugian puluhan juta rupiah. Buntutnya, tidak ada satu pun barang atau benda berharga milik korban yang berhasil diselamatkan dalam peristiwa naas itu.

Nyala api yang cukup membesar mengelilingi rumah semi permanen tersebut menyulitkan warga yang membantu untuk mengevakuasi barang milik korban. Akibatnya, tidak ada barang yang berhasil diselamatkan dalam peristiwa tersebut.

Atas kejadian tersebut di perkirakan korban mengalami kerugian sebesar Rp 40.000 juta lebih, karena tidak ada satu pun barang yang diselamatkan kecuali pakaian di badan dari Petrus Tlali bersama anggota keluarganya.

Sementara, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten TTU, Yosefina Lake ketika dikonfirmasi Timor Express melalui telepon seluler, Sabtu (10/10) membenarkan peristiwa kebakaran rumah warga itu.

Dikatakan, tim dari BPBD TTU telah mendatangi TKP guna melihat langsung kondisi kebakaran tersebut dan telah berkoordinasi dengan camat setempat untuk segera melakukan pendataan terkait besaran kerugian yang timbul akibat dari peristiwa tersebut.

“Kita masih tunggu laporan, kalau sudah ada pasti akan kita bantu. Kami sudah koordinasi dengan camat untuk segera mendata besaran kerugian,” katanya. (mg26)

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

Populer

To Top