Atasi Kekeringan dan Rawan Pangan di TTU, Pemkab Rakor Bersama Camat | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Atasi Kekeringan dan Rawan Pangan di TTU, Pemkab Rakor Bersama Camat


KOORDINASI. Pemkab TTU menggelar rakor dengan seluruh Camat membahas terkait kekeringan dan rawan pangan di wilayah itu. Rakor berlangsung di aula utama Kantor Bupati TTU, Jumat (9/10). (FOTO: PETRUS USBOKO/TIMEX)

PEMERINTAHAN

Atasi Kekeringan dan Rawan Pangan di TTU, Pemkab Rakor Bersama Camat


KEFAMENANU, TIMEXKUPANG.com-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Timor Tengah Utara (TTU) menggelar rapat koordinasi (Rakor) bersama seluruh camat bertempat di aula utama Kantor Bupati TTU, Jumat (9/10).

Rakor tersebut dalam rangka mengatasi rawan pangan akibat kekeringan.

Asisten II Setda TTU, Ferdinandus Lio yang memimpin rakor itu meminta para camat memasukkan data rawan pangan sebagai dasar bagi Pemerintah Daerah dalam menyalurkan bantuan. Besaran bantuan yang akan diberikan kepada masyarakat terdampak rawan pangan disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah dan harus tepat sasaran.

Ferdinandus ketika diwawancarai media ini, usai Rakor, Jumat (9/10) mengatakan, Pemkab menggelar rapat bersama para camat untuk meminta seluruhnya memasukkan data rawan pangan by name by adress. Data tersebut nantinya akan diklarifikasi di tingkat kabupaten dan selanjutnya akan dilaporkan ke Bupati TTU.

Menurut Ferdy, setelah data dari tingkat kecamatan dikumpulkan, data tersebut akan dikaji Dinas Pertanian dan Dinas Ketahanan Pangan. Data tersebut akan menjadi bahan masukkan bagi Bupati TTU dalam mengambil keputusan. Output yang diharapkan adalah masyarakat terdampak kekeringan tahun lalu bisa memperoleh bantuan pangan.

Sementara terkait besaran bantuan yang akan disalurkan, Ferdinandus mengatakan, semuanya tergantung kemampuan keuangan daerah serta hasil kajian data rawan pangan. Kewenangan terkait pendistribusian dan besaran bantuan ada di tangan Bupati TTU.

“Bantuan ini akan disalurkan untuk masyarakat yang ada di 24 kecamatan di TTU. Soal jumlah anggaran yang digunakan tergantung dari jumlah kemampuan keuangan daerah dan data dan hasil kajian. Kewenangannya ada di tangan bupati,” tegasnya.

Sementara Kadis Pertanian, Gregorius Ratrigis, mengatakan, sebagai dinas teknis, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Asisten II untuk format pendataan. Format data yang baku akan dikeluarkan setelah dikoordinasikan bersama Dinas Pertanian, Dinas Ketahanan Pangan, dan Bupati. “Dengan demikian nanti yang keluar hanya satu format,” jelasnya.

Gregorius menambahkan, kondisi tanaman dan produksi pada tahun 2019 juga mengalami kekeringan. Hal tersebut sangat berpengaruh pada produksi tanam semua jenis komoditi, baik pangan alternatif maupun pangan strategis. Gagal panen terjadi di mayoritas kecamatan, namun ada desa tertentu yang hasil panennya bagus.

“Untuk musim tanam tahun 2019 itu sebagian besar wilayah di Kabupaten TTU mengalami gagal panen. Bahkan ada daerah yang mengalami gagal tanam,” jelasnya. (mg26)

Komentar

Berita lainnya PEMERINTAHAN

Populer

To Top