Jaksa Sita HP Bupati Mabar dan Bawa 182 Dokumen Barang Bukti | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Jaksa Sita HP Bupati Mabar dan Bawa 182 Dokumen Barang Bukti


PERIKSA DOKUMEN. Penyidik khusus kejaksaan (kiri) tampak memeriksa sejumlah dokumen di ruang Asisten I Setda Mabar, Senin (12/10) pagi. (FOTO: HANS BATAONA/TIMEX)

PERISTIWA/CRIME

Jaksa Sita HP Bupati Mabar dan Bawa 182 Dokumen Barang Bukti


LABUAN BAJO, TIMEXKUPANG.com-Setelah melakukan penggeledehan dan pemeriksaan sejumlah dokumen dan surat-surat penting lainnya terkait tanah di Keranga, wilayah Kelurahan Labuan Bajo, Kecamatan Komodo, aparat penyidik dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Manggarai Barat (Mabar) dan Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTT berhasil mengamankan sebanyak 182 dokumen sebagai barang bukti dalam kasus tersebut. Ikut disita dua buah handpone milik Bupati Mabar, Agustinus Ch. Dula, dan Kepala Bagian Tata Pemerintahan (Kabag Tatapem), Ambros Sukur, Senin (12/10).

“Kita sita 182 dokumen sebagai barang bukti serta dua handphone, yakni milik Bupati dan Kabag Tapem,” kata Tim Penyidik Satuan Khusus Pemberantasan Korupsi Kejari Mabar, I Putu Andi Sutadharma kepada wartawan di Kantor Bupati usai penggeledahan, Senin (12/10) malam.

Sutadharma menjelaskan, dua unit handphone yang disita oleh tim penyidik milik Bupati Mabar dan Kabag Tata Pemerintahan Mabar tersebut dimaksudkan agar dapat mencegah penghilangan alat bukti.

Sutadharma menyebutkan, selain dua unit handphone, sebanyak 182 dokumen ikut disita oleh tim penyidik. Dokumen tersebut kata dia, adalah dokumen yang berkaitan dengan lahan seluas 30 hektar milik Pemkab Mabar yang terletak di Keranga, Toro Lema Batu Kalo, kelurahan Labuan Bajo, Kecamatan Komodo.

BACA JUGA: Jaksa Tiba-tiba Geledah Kantor Bupati dan BPN Mabar, Ada Apa?

Sebagaimana terpantau media ini, tim penyidik Kejari Mabar dan Kejati NTT lebih kurang 11 jam menggeledah dan memeriksa semua dokumen serta surat-surat yang tersimpan dalam lemari pada Kantor Bupati dan Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Mabar.

Penyidik memulai penggeledahan ketika tiba di Kantor Bupati Mabar sekira pukul 09.30 Wita. Para penyidik baru menyelesaikan pekerjaan mereka pada pukul 20.00 Wita.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, para penyidik membagi dua tim untuk proses penggeledahan. Satu tim menggeledah Kantor Bupati Mabar, dan tim lainnya menggeledah kantor BPN Mabar. Di kantor bupati, tim diterima Kabag Tatapem, Ambros Sukur dan sejumlah staf.

Dari informasi yang dihimpun media ini dari sumber terpercaya menyebutkan bahwa tanah Keranga seluas 30 hektar diserahkan fungsionaris adat Nggorang kepada Pemkab Manggarai (Saat itu Manggarai Barat belum menjadi daerah otonom sendiri) untuk kepentingan pembangunan SMK Pariwisata dan kepentingan perikanan. Namun dalam perjalanan sejumlah bidang tanah dalam kawasan itu telah dijual ke berbagai pihak oleh oknum tertentu, termasuk ke salah satu Staf Khusus Presiden Jokowi, GM, dan Pemimpin Redaksi salah satu televisi swasta nasional, KE. (krf5)

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

Populer

To Top