Jaksa Tiba-tiba Geledah Kantor Bupati dan BPN Mabar, Ada Apa? | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Jaksa Tiba-tiba Geledah Kantor Bupati dan BPN Mabar, Ada Apa?


PERIKSA DOKUMEN. Penyidik khusus kejaksaan tampak berbincang dengan salah satu pegawai sambil memeriksa sejumlah dokumen di ruang Asisten I Setda Mabar, Senin (12/10). (FOTO: HANS BATAONA/TIMEX)

PERISTIWA/CRIME

Jaksa Tiba-tiba Geledah Kantor Bupati dan BPN Mabar, Ada Apa?


LABUAN BAJO, TIMEXKUPANG.com-Aparat penyidik tindak pidana khusus (Tipidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Manggarai Barat (Mabar) didukung penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTT melakukan penggeledahan terhadap dua kantor pemerintah setempat, Senin (12/10). Dua kantor itu yakni Kantor Bupati dan Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Mabar. Penggeledahan ini terkait kasus tanah seluas lebih kurang 30 hektare di Keranga, Kelurahan Labuan Bajo, Kecamatan Komodo, Mabar.

Seperti disaksikan Timor Express, penyidik khusus kejaksaan membagi dua tim. Tim yang satu bertugas menggeledah dokumen dan surat-surat penting di ruang Tata Pemerintahan Setda, Kantor Bupati, sedangkan tim lainnya menggeledah kantor BPN Mabar.

Di kantor Bupati Mabar, tim yang terdiri dari 6 orang penyidik tiba pertama dan langsung masuk ke dalam ruang Tata Pemerintahan. Mereka mengenakan rompi merah bertuliskan penyidik khusus kejaksaan.

Tim kemudian bertemu dengan Kepala Bagian (Kabag) Tatapem, Ambros Sukur dan sejumlah staf dalam ruang itu. Tim lalu memeriksa dokumen dalam ruang itu satu persatu. Tampak dua penyidik lain memeriksa dokumen di ruang Asisten I dan Asisten II Setda Mabar. Sejumlah awak media yang berusaha mengambil gambar lebih dekat langsung disuruh keluar dari ruang Tatapem.

Sementara di kantor BPN Mabar tampak pandangan berbeda. Tim turun dari mobil dan masuk ke dalam kantor itu. Beberapa menit kemudian, dua orang penyidik keluar lalu mengambil sejumlah koper dari dalam mobil lalu masuk kembali ke dalam kantor itu.

Hingga berita ini di-publish, penyidik masih di dalam ruang melakukan pemeriksaan dokumen secara teliti. (Krf5)

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

Populer

To Top