Dokter Reisa Getol Kampanye Jangan Kendor Protokol 3M dan 3T | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Dokter Reisa Getol Kampanye Jangan Kendor Protokol 3M dan 3T


Anggota Tim Satuan Tugas Covid-19, dr. Reisa Broto Asmoro. (FOTO: BNPB)

NASIONAL

Dokter Reisa Getol Kampanye Jangan Kendor Protokol 3M dan 3T


JAKARTA, TIMEXKUPANG.com-Anggota Tim Satuan Tugas Covid-19 Dokter Reisa Broto Asmoro tak pernah bosan mengingatkan pentingnya protokol kesehatan 3M untuk melawan Covid-19. Yakni dengan wajib memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan (3M).

“Jangan kendor ya bapak dan ibu. Protokol 3M itu satu paket satu kesatuan karena terbukti mampu mengurangi tingkat penularan hampir nol persen. Jadi artinya kita bisa produktif tapi tetap aman Covid-19,” tegasnya dalam konferensi pers baru-baru ini.

Dokter Reisa juga berterima kasih pada tenaga medis dan relawan yang telah bekerja keras menyembuhkan ribuan pasien setiap hari. Selain 3M, dia menyebut bahwa aksi 3T yakni tracing, testing, dan treatment adalah strategi yang efektif menurunkan kasus Covid-19.

Dia mengklaim berbagai survei terhadap perilaku masyarakat menunjukan banyak warga Indonesia patuh dan disipilin menjalankan 3M. Sesuai survei Badan Pusat Statistik (BPS) pada September lalu menunjukkan dari 90 ribu orang yang disurvei, 90 persen lebih memakai masker dan lebih dari 75 persen warga sudah menjalankan cuci tangan pakai sabun dan menjaga jarak. Namum, dokter Reisa menilai meski survei tersebut menggambarkan banyak orang yang sudah tahu protokol 3M, ternyata masih ada yang belum benar-benar paham manfaat pencegahannya.

“Belum paham betul kenapa kita harus melakukannya. Masih ada yang praktiknya kurang tepat atau asal asalan. Mengetahuinya saja belum cukup. Memahami dan melakukannya dsiplin memakai masker dengan benar, jaga jarak aman dan cuci tangan dengan rutin sesuai dengan panduan itu baru bisa melindungi,” ujarnya.

Dokter Reisa mengklaim protokol 3M itu memberi bukti terkini di beberapa provinsi yang mencatatkan banyak kasus yang mulai turun. Misalnya dari zona merah ke zona kuning dan oranye.

“Kesuksesan mereka berkat kombinasi dari 3M dan 3T, kolaborasi yang baik antara Pemda dan masyarakatnya,” tutupnya. (jpc/jpg)

Komentar

Berita lainnya NASIONAL

To Top