Hadirkan Kantin Edukasi Entrepreneur, Romo Sanusi: Ada Transfer Pengetahuan | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Hadirkan Kantin Edukasi Entrepreneur, Romo Sanusi: Ada Transfer Pengetahuan


GUNTING PITA. Kepala SMA Katolik Pancasila Borong, Romo Hermenegildus Sanusi, Pinca Bank NTT Cabang Borong Nurchalis Tahir, dan Korwas Dinas Pendidikan Provinsi NTT, Lukas Sumba melakukan pengguntingan pita saat peresmian Kantin 576 Lopo Dia Bisa, Selasa (13/10). (FOTO: FANSI RUNGGAT/TIMEX)

BISNIS

Hadirkan Kantin Edukasi Entrepreneur, Romo Sanusi: Ada Transfer Pengetahuan


BORONG, TIMEXKUPANG.com-Bank NTT Cabang Borong berkolaborasi dengan SMA Katolik Pancasila Borong, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), membuka ruang edukasi entrepreneur milenial di wilayah itu dengan menghadirkan Kantin 576 Lopo Dia Bisa.

Kantin ini diresmikan, Selasa (13/10) siang ditandai dengan penguntingan pita secara bersama oleh Kepala SMA Katolik Pancasila Borong, Romo Hermenegildus Sanusi, Pimpinan Cabang (Pinca) Bank NTT Borong Nurchalis Tahir, dan Korwas Dinas Pendidikan Provinsi NTT, Lukas Sumba.

Peresmian kantin yang dibangun dengan kontruksi lantai dua diikuti dengan mencicipi minuman dan makanan yang tersedia di kantin 576 Lopo Dia Bisa. Acara peresmian itu dihadiri para guru dan pegawai sekolah, sejumlah Kasek di Kota Borong, para siswa, karyawan Bank NTT, dan masyarakat sekitar.

Kantin ini berlokasi di SMA Katolik Pancasila Borong, Golo Karot, Kelurahan Rana Loba, Kecamatan Borong. Tepatnya di pinggir ruas jalan Polsek Borong-Kembur-Lehong. Selain disediakan makanan dan minuman, kantin ini akan disediakan sejumlah prodak dari Bank NTT, termasuk produk QRIS.

“QRIS itu aplikasi untuk proses transaksi atau pembayaran melalui barcode dari Bank NTT yang tersedia di kantin 576 Lopo Dia Bisa. Transaksinya nanti secara digital melalui handphone (HP),” jelas Pinca, Nurchalis, kepada TIMEXKUPANG.com di sela-sela acara peresmian Kantin 576 Lopo Dia Bisa.

Pembayaran yang dimaksud disini, lanjut Nurchalis tanpa menggunakan fisik uang. Tapi melalui aplikasi program Bank NTT yang ada dalam ponsel. Ini juga salah satu upaya pencegahan penyebaran Covid-19. “Disini Bank NTT benar-benar menyiapkan menu digitalisasi,” kata Nurchalis.

Program Lopo Dia Bisa Bank NTT, lanjut Nurchalis, dimaksudkan untuk mengajak dan membuka ruang kepada masyarakat, khususnya kaum milenial agar bisa memanfaatkan kantin ini sebagai sarana berdiskusi, literasi, dan inklusi keuangan yang tepat dan baik, serta membicarakan hal yang membangun untuk kabupaten Matim.

“Kita bisa duduk ngobrol sambil minum kopi atau menikmati menu yang ada di sini. Kita bisa akses internet dari Wifi. Kami dari Bank NTT yang siapkan internetnya nanti. Sejatinya sudah dipasang, karena kita sudah ajukan ke pihak Telkom,” ujar Nurchalis.

Lanjut dia, hadirnya kantin 576 ini juga untuk mendukung program pemerintah dalam hal transaksi non tunai melalui kanal pembayaran yang disiapkan. Tidak kalah penting, mendorong anak-anak muda atau kaum milenial untuk bisa berpikir dan bisa menjadi wirausahawan.

“Ini program Lopo Dia Bisa pertama yang kita hadirkan di Matim. Harapanya kepada masyarakat, khususnya kaum milenial agar cerdas didalam mengelola keuangan dan memilih lembaga keuangan. Bank NTT ini, milik masyarkat NTT, yang memiliki kontribusi hanya untuk NTT,” bilangnya.

Sementara Kepsek Romo Sanusi, kepada TIMEXKUPANG.com mengatakan, kantin ini terbuka untuk umum. Dibuka sejak pagi hari hingga maksimal malam hari pukul 22.00 Wita. Tentu disediakan berbagai jenis makanan dan minuman. Dalam kantin itu, Bank NTT akan sediakan fasilitas wifi untuk bisa internetan.

“Mimpi kita, melalui kantin ini, orang datang dan pulang bisa berusaha. Di sini tempat belajar banyak hal. Nanti kita siapkan jenis buku, untuk bisa ngopi sambil baca, internet, termasuk yang pelayan nanti, minimal dia bisa mengajar banyak hal, sehingga ada transfer pengetahuan,” kata Romo Sanusi.

Lanjut Romo Sanusi, sarana ini hadir untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, khususnya generasi muda. Serta menjawab era digital. Salah satunya sistem pembayaran dengan non tunai. Kantin ini juga dijadikan tempat kekhasan Kabupaten Matim, seperti dengan menyediakan kopi asli dari Matim.

Kantin 576 Lopo Dia Bisa, berharap semoga bisa menjadi awal yang baik untuk pengembangan dan menghidupkan perputaran ekonomi kecil menengah di Matim, khususnya dalam Kota Borong. Selain itu diharapkan, generasi muda bisa belajar bagaimana memulai sebuah usaha atau menjadi wirausahawan.

“Sekolah ini usianya sudah mencapai 40 tahun. Pendirinya Pater Stanilaus Wyparlo, SVD. Jumlah muridnya sekira 930-an orang. Murid di dalamnya, tidak hanya beragama Katolik, tapi juga dari agama Islam, Protestan, dan agama lainnya,” kata Romo Sanusi. (Krf3)

Komentar

Berita lainnya BISNIS

To Top