Pemprov Fasilitasi Pemulangan Jenazah Edu Nabunome, Pelari yang Bela NTT di 4 Periode PON | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Pemprov Fasilitasi Pemulangan Jenazah Edu Nabunome, Pelari yang Bela NTT di 4 Periode PON


ILUSTRASI. Edu Nabunome saat dirawat di sebuah rumah sakit di Jakarta pada tahun 2017 lalu. (FOTO: OBED GERIMU/TIMEX)

SPORT

Pemprov Fasilitasi Pemulangan Jenazah Edu Nabunome, Pelari yang Bela NTT di 4 Periode PON


Ikut 5 Kali PON dan 4 Kali SEA Games

KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT menjawab keinginan keluarga dengan membantu memfasilitasi pemulangan jenazah legenda atletik nasional asal Pene Selatan, Kabupaten TTS, Eduardus Nabunome yang meninggal dunia pada Senin (12/10) pukul 21.20 WIB di RS Medistra Jakarta.

Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Kadispora) NTT, Hildagardis Bria Seran yang dihubungi TIMEXKUPANG.com, Rabu (14/10) siang membenarkan rencana pemulangan jenazah pelari yang pernah membela NTT di empat periode pekan olahraga nasional (PON) itu melalui bantuan Pemprov NTT.

Menurut Hilda, dirinya sudah berkomunikasi dengan istri almarhum Edu Nabunome, Marselina Ina Piran, dan untuk proses pemulangan pengurusannya dibantu oleh Kepala Kantor Penghubung NTT di Jakarta, Viktor Manek.

“Selamat siang adik, informasi yang pasti adik tolong kontak Pak Viktor MANEK (Kepala Kantor Penghubung NTT di Jakarta, Red). Beliau mendapat tugas untuk mengurus pemulangan jenazah almarhum Edu Nabunome,” ungkap Hilda menjawab pertanyaan media ini siang tadi melalui pesan WhatsApp (WA).

Sementara itu, Kepala Kantor Penghubung NTT di Jakarta, Viktor Manek yang dihubungi ke ponselnya menjawab singkat dengan meminta media ini mengonfirmasi Sekretaris Daerah (Sekda) NTT. “Tanya Pak Sekda sa ama,” jawab singkat Viktor lewat pesan WA.

Wakil Sekretaris Umum (Wasekum) KONI NTT, Eduard Setty juga menginformasikan bahwa jenazah atlet legendaris Edu Nabunome akan dimakamkan di kampung halamannya di TTS. Melalui fasilitasi Pemprov NTT, kata Edu Setty, jenazah besok pagi, Kamis (15/10) pukul 06.00 Wita tiba di Kupang dan selanjutnya menuju TTS.

“Sebagai penghormatan terakhir kepada almarhum, maka Ketua Umum KONI NTT mengharapkan kita pengurus bersama-sama menjemput di Bandara El Tari-Terminal Cargo,” ungkap Edu Setty.

Prestasi Nasional

Edu Setty yang juga Sekum Pengprov PASI NTT, Eduard Setty menyatakan bahwa selama berkiprah di arena atletik, Edu Nabunome empat kali membela NTT di ajang PON.

Edu Nabunome, kata Edu Setty, terjun pertama kali di PON XI/1985 di Jakarta dengan menggondol medali emas nomor lari 1.500 meter putra. Empat tahun kemudian, pada PON XII/1989 juga di Jakarta, Edu Nabunome mempersembahkan tiga medali emas untuk NTT, masing-masing pada nomor lari 1.500 meter putra, 5.000 meter putra, dan 10 ribu meter.

Selanjutnya pada PON XIII/1993 Jakarta, Edu Nabunome kembali mempersembahkan tiga medali emas untuk NTT, yakni pada nomor lari 1.500 meter, nomor lari 5.000 meter dan lari marathon.

Edu Nabunome terakhir memperkuat NTT di arena PON pada PON XIV/1996 juga dengan merebut dua medali emas dan satu medali perak, masing-masing emas nomor lari 5000 meter dan lari marathon, serta medali perak nomor lari 10 ribu meter.

“Almarhum Edu Nabunome sempat memperkuat DKI Jakarta pada PON XV/2000 di Surabaya, dimana saat itu Edu tercatat sebagai warga DKI Jakarta, KTP-nya Jakarta sehingga akhirnya harus membela Provinsi DKI,” jelas Edu Setty.

BACA JUGA: KONI NTT Hening Cipta untuk Edu Nabunome, Jenazah Dimakamkan di TTS

Edu Nabunome, demikian Edu Setty, tak cuma berkiprah di arena PON, namun juga mengharumkan nama Indonesia di arena internasional, bahkan multieven seperti SEA Games dengan mendulang medali emas.

Selama membawa nama NTT, demikian Edu Setty, Edu Nabunome tak cuma mendulang prestasi di arena PON, namun ada banyak prestasi single even, baik nasional maupun internasional.

Prestasi Internasional

Di berbagai ajang regional atau internasional, Edu Nabunome merupakan atlet yang masih menjadi pemegang rekor nasional lari maraton dengan catatan waktu 2 jam 19 menit yang belum terpecahkan lagi hingga saat ini. Catatan itu dibuat Edo pada pada 12 September 1993 di ajang PON XIII/1993 yang berlangsung di Jakarta.

Edu juga masih memegang rekor lari 10 km (jalan raya) dengan waktu 29 menit 25 detik Rekor tersebut dibuatnya di ajang Bali 10K di Denpasar pada 20 Oktober 1989.

Selain itu, Edu juga merupakan atlet dengan catatan hattrick medali emas nomor lari 10.000 meter putra SEA Games tahun 1987, 1989, dan 1991. Di ajang SEA Games ini, Edu Nabunome menghentikan dominasi pelari Malaysia, Subramaniam.

Di nomor 5.000 meter putra, Edu juga mengoleksi medali emas di ajang SEA Games 1987 dan 1989. Atlet kelahiran 12 April 1968 itu juga mencetak emas pada nomor lari maraton di SEA Games 1997.

Edu juga mengoleksi sejumlah rekor nasional lainnya. Beberapa rekor nasional yang masih dipegang Edu Nabunome antara lain: rekor lari 10 ribu meter jalan raya, rekor nasional junior lari 10 ribu meter trek 30 menit 6 detik, rekor PON lari 5 ribu meter, dan rekor SEA Games maraton.

Data Peraih Emas Indonesia Eduardus Nabunome juga peraih medali emas untuk nomor lari 5.000 meter di SEA Games 1987 dan 1989. Di pesta olahraga terbesar Asia Tenggara itu pula, Edu menjadi yang terbaik untuk cabang lari maraton SEA Games 1997 dengan meraih medali emas untuk Indonesia, sekaligus mematahkan dominasi pelari Filipina, Hector Bagio.

Pasca 1997, Edu juga masih bertaji dengan keberhasilan meraih emas nomor lari 5000 meter di SEA Games 1999.

“Saya berharap dengan prestasi Edo itu bisa menginspirasi kalangan atletik untuk meniru prestasi yang lebih hebat,” kata Mustara Musa Ketua Umum PASI DKI Jakarta, terkait dengan torehan luar biasa Edu Nabunome sebagaimana dikuti dari Antara.

Edu juga masih memegang rekor nomor lari 10 km (jalan raya) dengan waktu 29 menit 25 detik. Rekor tersebut dibuatnya di ajang Bali 10K di Denpasar pada 20 Oktober 1989.

Beberapa rekor nasional yang masih dipegang Edu Nabunome antara lain: rekor lari 10 ribu meter jalan raya, rekor nasional junior lari 10 ribu meter trek 30 menit 6 detik, rekor PON lari 5 ribu meter, dan rekor SEA Games Maraton. (aln)

Komentar

Berita lainnya SPORT

Populer

To Top