Oknum Bea Cukai Razia Minuman di Malaka Tanpa Surat Izin, Eko Susilo: Datang Sita Seperti Perampok | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Oknum Bea Cukai Razia Minuman di Malaka Tanpa Surat Izin, Eko Susilo: Datang Sita Seperti Perampok


ILUSTRASI. Minuman impor. (FOTO: ISTIMEWA)

PERISTIWA/CRIME

Oknum Bea Cukai Razia Minuman di Malaka Tanpa Surat Izin, Eko Susilo: Datang Sita Seperti Perampok


BETUN, TIMEXKUPANG.com-Pemilik kios Agus Eko Susilo, warga Betun, Desa Wehali, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka mengaku kecewa dengan sikap oknum petugas Bea Cukai yang melakukan penyitaan barang impor berupa minuman di kios miliknya di Kota Betun, Kabupaten Malaka.

Eko kecewa karena menurutnya, saat penyitaan itu, oknum petugas Bea Cukai tidak memperlihatkan surat jalan dan surat penyitaan barang.

“Kami mengakui mungkin kami salah jual barang impor, tapi kenapa bisa lolos dari Bea Cukai? Setelah barang sudah di masyarakat baru datang sita seperti perampok, tanpa ada surat penyitaan,” ungkap Eko yang menyatakan kekecewaannya kepada wartawan di Betun, Kamis (15/10).

Eko bahwa mempertanyakan apakah diperbolehkan petugas Bea Cukai melakukan penyitaan barang langsung di kios milik masyarakat? Bukankah itu bagian dari tugas pihak kepolisian, dimana seharusnya Bea Cukai menggandeng pihak kepolisan dalam kegiatan ini.

“Tadi (15/10) saat istri saya yang jaga kios mereka datang tiga orang langsung cek dan ambil minuman untuk disita,” beber Eko.

Kepala Sub Seksi Adminstrasi Penangguhan dan Pengambilan, Kantor Bea Cukai PLBN Mota’ain, Abdul Wahid Saleh saat dihubungi Timor Express melalui telepon selulernya, Kamis (15/10) mengaku tidak mengetahui informasi terkait adanya penarikan barang impor di Malaka. “Info tersebut di atas juga saya belum tahu,” kata Wahid.

Terpisah Administrator PLBN Motamasin, Reynol Uran, SSTP, M.Si kepada Timor Express saat dikonfirmasi, Kamis (15/10) mengatakan, pihaknya hari ini tidak ada kegiatan razia minuman impor. “Kami di (PLBN) Motamasin juga tidak ada giat itu (Razia barang impor, Red,” jelasnya. (mg30)

, TIMEXKUPANG.com-Pemilik kios Agus Eko Susilo, warga Betun, Desa Wehali, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka mengaku kecewa dengan sikap oknum petugas Bea Cukai yang melakukan penyitaan barang impor berupa minuman di kios miliknya di Kota Betun, Kabupaten Malaka.

Eko kecewa karena menurutnya, saat penyitaan itu, oknum petugas Bea Cukai tidak memperlihatkan surat jalan dan surat penyitaan barang.

“Kami mengakui mungkin kami salah jual barang impor, tapi kenapa bisa lolos dari Bea Cukai? Setelah barang sudah di masyarakat baru datang sita seperti perampok, tanpa ada surat penyitaan,” ungkap Eko yang menyatakan kekecewaannya kepada wartawan di Betun, Kamis (15/10).

Eko bahwa mempertanyakan apakah diperbolehkan petugas Bea Cukai melakukan penyitaan barang langsung di kios milik masyarakat? Bukankah itu bagian dari tugas pihak kepolisian, dimana seharusnya Bea Cukai menggandeng pihak kepolisan dalam kegiatan ini.

“Tadi (15/10) saat istri saya yang jaga kios mereka datang tiga orang langsung cek dan ambil minuman untuk disita,” beber Eko.

Kepala Sub Seksi Adminstrasi Penangguhan dan Pengambilan, Kantor Bea Cukai PLBN Mota’ain, Abdul Wahid Saleh saat dihubungi Timor Express melalui telepon selulernya, Kamis (15/10) mengaku tidak mengetahui informasi terkait adanya penarikan barang impor di Malaka. “Info tersebut di atas juga saya belum tahu,” kata Wahid.

Terpisah Administrator PLBN Motamasin, Reynol Uran, SSTP, M.Si kepada Timor Express saat dikonfirmasi, Kamis (15/10) mengatakan, pihaknya hari ini tidak ada kegiatan razia minuman impor. “Kami di (PLBN) Motamasin juga tidak ada giat itu (Razia barang impor, Red),” jelasnya. (mg30)

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top