Oknum ASN di TTU Diduga Hamili Pelajar, Ini Hukuman yang Bakal Diterima | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Oknum ASN di TTU Diduga Hamili Pelajar, Ini Hukuman yang Bakal Diterima


Kasat Reskrim Polres TTU, Iptu Sujud Alif Yulamlam. (FOTO: PETRUS USBOKO/TIMEX)

PERISTIWA/CRIME

Oknum ASN di TTU Diduga Hamili Pelajar, Ini Hukuman yang Bakal Diterima


KEFAMENANU, TIMEXKUPANG.com-Seorang oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) yang selama ini bekerja di lingkungan pemerintahan daerah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), khususnya Dinas Kelautan dan Perikanan setempat diduga melakukan persetubuhan terhadap anak di bawah umur.

ASN yang diketahui bernama Bernadinus Makuntuan, warga Noemuti, Kecamatan Noemuti itu diduga tega melakukan persetubuhan terhadap korban berinisial YDH, 13, seorang pelajar di Kefamenanu.

Akibat dari perbuatan pelaku, korban dinyatakan positif hamil. Buntutnya, keluarga korban pun langsung melaporkan kasus tersebut ke Mapolres TTU.

Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini menyebutkan bahwa, kasus tersebut terungkap ketika pada, Sabtu (17/10), sekira pukul 07:00 Wita, ibu kandung korban memberitahukan kepada kakanya bahwa korban tengah hamil.

Atas informasi tersebut, untuk memastikan bahwa korban telah hamil, kakak kandung dari ibu korban bersama ibu korban langsung membeli alat tes kehamilan dan melakukan tes kepada korban. Berdasarkan hasil tes, korban dinyatakan positif hamil.

Setelah memastikan hasil tersebut, korban pun mengakui kepada sang ibu dan kakak dari ibunya bahwa pelakunya bernama Bernadinus Makuntuan. Dari pengakuan korban itu, diketahui bahwa kejadian persetubuhan tersebut terjadi dua kali. Kali pertama dilakukan sekira bulan September 2020 dan kali kedua dilakukan tanggal 17 Oktober 2020 di kediaman pelapor.

Tak terima dengan perbuatan pelaku, kakak dari ibu kandung korban bersama ibu korban mendatangi Mapolres TTU dan melaporkan kasus amoral tersebut supaya diproses sesuai hukum yang berlaku.

Kasat Reskrim Polres Timor Tengah Utara (TTU), AKP. Sujud Alif Yulamlam ketika dikonfirmasi Timor Express, Senin (18/10) membenarkan adanya laporan terkait kasus persetubuhan anak di bawah umur dengan pelaku diduga seorang oknum ASN.

“Benar ada laporan kasus persetubuhan anak di bawah umur yang diduga dilakukan oleh oknum ASN dari keluarga korban. Kasus baru dilaporkan tadi,” ungkap Sujud.

Atas laporan tersebut, Kata Sujud, tim Penyidik Satreskrim Polres TTU langsung melakukan pemeriksaan, baik kepada korban maupun pelaku ketika diamankan.

Setelah menerima laporan, kata Sujud, Tim Buser Polres TTU langsung melakukan pencarian terhadap pelaku dan berhasil mengamankan pelaku dalam kurun waktu 1×24 Jam. Bahkan, pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka dan kini diamankan di Tahanan Sel Mapolres TTU

“Pelaku sudah kita tetapkan sebagai tersangka dan sudah kita amankan di Sel Mapolres TTU,” jelasnya.

Terkait ancaman hukuman, menurut Sujud, pelaku melakukan pelanggan terhadap Pasal 81 ayat 1 jo 76 D UU RI Nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti Undang Undang Nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan ke-2 atas UU Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi UU sub. 82 ayat 1 jo. 76 e dengan ancaman paling lama 15 tahun kurungan penjara.

“Pelaku punya istri dan lima orang anak. Pelaku mengaku melakukan hubungan itu atas dasar nafsu melihat korban. Karena korban masih duduk di bangku SMP kelas 1, maka pelaku terancam hukuman paling lama 15 Tahun penjara,” katanya. (mg26)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

Populer

To Top