16 KK di Besipae Serahkan Diri ke Keluarga Nabuasa, Begini Harapan Camat | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

16 KK di Besipae Serahkan Diri ke Keluarga Nabuasa, Begini Harapan Camat


KALUNGKAN SELENDANG. 16 KK warga Besipae mengalungkan selendang kepada para tokoh Amanuban Selatan (Nabuasa) sebagai tanda penyerahan diri, di Gereja Imanuel Maiskolen, Senin (19/10). (FOTO: YOPI TAPENU/TIMEX)

PERISTIWA/CRIME

16 KK di Besipae Serahkan Diri ke Keluarga Nabuasa, Begini Harapan Camat


SOE, TIMEXKUPANG.com-Usai insiden penyerangan antarwarga di Besipae, Senin (19/10), sebanyak 16 Kepala Keluarga (KK) memutuskan menyerahkan diri kepada keluarga besar Nabuasa sebagai usif (tokoh adat) di wilayah Amanuban Selatan.

Penyerahan diri itu berlangsung di Gereja Imanuel Maiskolen. Momen ini turut disaksikan Camat Amanuban Selatan, Jhon Asbanu, Kapolsek Amanuban Selatan, Ipda Made Wijaya, Danramil 1621-05 Panite, Kapten Yustamar diwakili oleh Serda B. Suhardy, Kaban Kesbang Pol TTS, Okto Nabuasa, dan anggota DPRD TTS, Gustaf Nabuasa. Dari unsur tokoh masyarakat Nabuasa, hadir Frans Nabuasa, Esau Nabuasa, dan Nope Nabuasa.

Keluarga Nabuasa yang diwakili Gustaf Nabuasa pada kesempatan itu mengatakan, sebagai manusia perbedaan prinsip, sikap, dan tindakan adalah wajar. “Namun satu hal yang perlu diingat bahwa walaupun sebagai manusia selalu berbeda, namun kita bersaudara,” katanya.

“Keluarga Nabuasa yang sebelumnya sempat marah akibat penyerangan terhadap Bapak Esau Nabuasa, sebagai salah satu tokoh di Amanuban Selatan namun secara tulus keluarga Nabuasa telah memaafkan masyarakat Besipae. Kami anggap 16 KK yang hari ini datang kepada kami, sebagai saudara kami sendiri. Kami tidak ada dendam sama sekali,” tegas Gustaf.

Sementara Nope Nabuasa menuturkan, karena 16 KK dengan jumlah 79 jiwa telah datang menyerahkan diri ke keluarga Nabuasa, maka keluarga akan memindahkan 16 KK dari lokasi Besipae yang telah disediakan keluarga Nabuasa yakni di Desa Polo, Kecamatan Amanuban Selatan.

Karena keluarga Nabuasa telah menyediakan lahan bagi 16 KK, baik itu lahan untuk pembangunan rumah dan juga lahan untuk bertani, maka ia mengharapkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT juga Pemkab TTS untuk membantu menerbitkan sertifikat hak milik bagi 16 KK tersebut.

BACA JUGA: Polisi-TNI Lakukan Pengamanan Terbuka di Besipae, Ini Penjelasan Kapolres dan Dandim TTS

BACA JUGA: Saling Serang Antarwarga di Besipae, Ester Selan: Kami Aman di Hutan

“Bagi masyarakat lain di Besipae yang belum datang kepada kami. Kami selalu membuka diri untuk saudara/i kami. Kalau mereka datang, kami pasti terima mereka sebagai saudara kami seperti 16 KK yang ada saat ini,” kata Nope.

Camat Amanuban Selatan, Jhon Asbanu mengatakan, persoalan sengketa lahan yang terjadi di Besipae, cukup menyita perhatian publik. Meski demikian, persoalan yang terjadi dengan berbagai dukungan banyak pihak, belakangan persoalan yang terjadi semakin terurai.

Dengan penyerahan diri 16 KK ke keluarga Nabuasa, untuk bersama-sama pemerintah mendukung program pembangunan yang terjadi di Besipae, diharapkan ke depan program pemerintah yang dilaksanakan di Besipae, bermanfaat baik untuk masyarakat umum.

“Sudah 16 KK menyerahkan diri berarti sisa 21. Jadi kondisi di Amanuban Selatan, tentu semakin baik ke depan. Saya hanya berharap, dari 16 KK yang ada ini, tidak menjadi pendusta dari penyerahan diri secara adat ini,” harap Jhon.

Pantauan koran ini, 16 keluarga menyerahkan diri kepada keluarga Nabuasa dengan cara mengalungkan selendang kepada tokoh-tokoh Amanuban Selatan (Nabuasa). Begitupun tokoh Amanuban Selatan (Nabuasa) menerima 16 KK warga Besipae dengan mengalungkan selendang sebagai tanda perikatan persaudaraan. (yop)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

Populer

To Top