Di Ngada, Pasien Covid-19 Bertambah 3, Sembuh 38 Orang | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Di Ngada, Pasien Covid-19 Bertambah 3, Sembuh 38 Orang


Ketua Pelaksana Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Ngada, Theodosius Yosefus Nono bersama Pjs Bupati Ngada, Linus Lusi saat konferensi Pers di halaman depan kantor Bupati Ngada, Selasa (20/10). (FOTO. Saver Bhula/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Di Ngada, Pasien Covid-19 Bertambah 3, Sembuh 38 Orang


BAJAWA, TIMEXKUPANG.com-Kasus pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Ngada bertambah tiga orang. Tiga pasien terkonfimasi positif Covid-19 ini merupakan penularan klaster Denpasar, yakni anggota TNI Kodim 1625/Ngada yang baru pulang mengikuti pendidikan di Bali.

Hal ini disampaikan Ketua Pelaksana Tim Gugus Tugas Covid-19 Ngada, Theodosius Yosefus Nono kepada TIMEX di halaman depan kantor Bupati Ngada, Selasa (20/10).

“Penambahan kasus ini merupakan hasil tracking yang dilakukan tim gugus Kabupaten Ngada terhadap 103 orang. Dari 103 orang itu, sebanyak 93 orang merupakan anggota Kodim 1625/Ngada dan keluarga besar. Sisanya 10 orang merupakan pelaku perjalanan,” ungkap Theodosius.

Meski ada penambahan, lanjutnya, tapi ada kabar baik yakni naiknya jumlah pasien yang dinyatakan sembuh menjadi 38 orang. “Kasus pasien positif korona di Kabupaten Ngada tercatat tinggal 8 orang hingga Selasa, 20 September 2020 ini. Yang tinggal 8 orang ini masih dirawat,” bebernya.

Theodosius menyebutkan, 8 pasien positif Covid-19 tersebut sementara dalam perawatan di lokasi karantina terpusat di Desa Turekisa, Kecamatan Golewa Barat, Kabupaten Ngada.

Theodosius berharap dan mengingatkan seluruh warga Kabupaten Ngada untuk meningkatkan kedisiplinan dengan menerapkan protokol kesehatan, seperti memakai masker saat berada di luar rumah, rajin mencuci tangan, dan menjaga jarak aman (Physical distancing).

Theodosius juga menegaskan, menjaga jarak ini bukan hanya berlaku di tempat umum tetapi berlaku di seluruh rumah tangga dan keluarga, karena di antara keluarga belum tentu semuanya negatif. “Belum tentu seluruh anggota keluarga aman dari virus corona,” ujarnya.

“Saya minta dalam beraktivitas dengan adaptasi kebiasaan baru di masa pandemi Covid-19 ini, masyarakat tetap menjaga jarak, cuci tangan pakai sabun dan sangat penting memakai masker saat berada di luar rumah,” tegasnya lagi.

Dengan penerapan adapatasi kebiasaan baru (AKB) tersebut, akan menjadi salah satu upaya memutus mata rantai penyebaran virus korona di Ngada.

“Tatanan kehidupan baru bukan berarti setiap kegiatan kehidupan yang bersifat keramaian bisa dijalani dengan bebas namun tetap dalam protokol kesehatan,” ungkapnya seraya berharap agar dalam menjalani tatanan kehidupan baru masyarakat benar-benar disiplin menerapkan protokol kesehatan Covid-19. Baik itu di pasar, kantor, tempat wisata, kegiatan sosial dan budaya serta acara publik lainnya. “Pada dasarnya kerjasama yang baik antara kita semua akan mampu memutus mata rantai Covid-19 ini,” jelasnya. (*)

PENULIS: Saver Bhula

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

Populer

To Top