Bantu 4.837 Pelaku IKM Terdampak Covid-19, Disperindag Kota Kucurkan Rp 2 M | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Bantu 4.837 Pelaku IKM Terdampak Covid-19, Disperindag Kota Kucurkan Rp 2 M


Kadisperindag Kota Kupang, Djidja Kadiwanu saat diwawancarai di ruang kerjanya, kemarin (21/10). (FOTO: Stevanie Irmania Rianghepat/TIMEX)

BISNIS

Bantu 4.837 Pelaku IKM Terdampak Covid-19, Disperindag Kota Kucurkan Rp 2 M


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang terus memberi perhatian serius kepada para pelaku usaha industri mikro kecil menengah yang terdampak pandemi Covid-19 di wilayah Kota Kupang. Salah satunya yaitu mengucurkan dana bantuan sebesar kurang lebih Rp 2 miliar dari APBD tahun 2020 untuk membantu ribuan pelaku usaha industri.

“Sejak masa Covid-19, tidak dipungkiri bahwa semua pelaku usaha baik kecil, mikro, dan menengah terdampak. Karena itu Pemerintah Kota Kupang melalui Dinas Perindag telah mengucurkan dana sebesar Rp 2 miliar lebih untuk mendorong usaha industri masyarakat agar terus eksis,” ungkap Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadisperindag) Kota Kupang, Djidja Kadiwanu saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, kemarin (21/10).

Dijelaskan, dana sebesar Rp 2 miliar lebih itu sudah didistribusikan ke 4.837 pelaku usaha, yang terdiri dari 3.592 pelaku usaha industri kecil dan 1.245 pelaku usaha industri menengah di Kota Kupang.

Kucuran dana bantuan sosial ini, jelas Djidja, merupakan bagian kebijakan Pemkot Kupang untuk memacu semangat usaha para pelaku industri di Kota Kupang agar tetap eksis berusaha di tengah pandemi Covid-19.

“Khusus pelaku industri tenun, kami bantu benang untuk 250 orang dengan total dana bantuan kurang lebih Rp 700 juta lebih. Sisanya untuk para pedagang di pasar berupa 100 buah gerobak, 100 buah coolbox, dan 100 buah tenda,” beber Djidja.

Dia berharap dana bantuan sosial yang sudah disalurkan ke ribuan pelaku usaha industri itu dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh para penerima bantuan guna melancarkan usahanya di tengah pandemi Covid-19.

“Pemerintah Kota Kupang tidak menginginkan usaha para pelaku industri di daerah ini sampai lesu apalagi colaps. Pemerintah ingin aktifitas industri di daerah ini tetap jalan sambil memperketat protokol kesehatan,” tegas Djidja. (ogi)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya BISNIS

Populer

To Top