Didakwa Terima Suap Rp 45 M, Nurhadi: Semua Tak Benar, Akan Saya Buktikan! | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Didakwa Terima Suap Rp 45 M, Nurhadi: Semua Tak Benar, Akan Saya Buktikan!


ILUSTRASI. Terdakwa Nurhadi (tengah), mantan Sekretaris MA. (FOTO: Muhamaf Ali/JawaPos)

PERISTIWA/CRIME

Didakwa Terima Suap Rp 45 M, Nurhadi: Semua Tak Benar, Akan Saya Buktikan!


JAKARTA, TIMEXKUPANG.com-Mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi dan menantunya, Rezky Herbiyono tidak mengajukan nota keberatan atau eksepsi atas dakwaan jaksa penuntut umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Keduanya didakwa menerima suap dan gratifikasi terkait pengurusan perkara di MA.

“Sudah jelas saya mengerti yang disampaikan dakwaan kesatu dan dakwaan kedua. Jelas dan sekaligus yang mulia, saya sampaikan saya tidak menyampaikan eksepsi, saya mohon keadilan yang seadil-adilnya. Semua tidak benar akan saya buktikan,” kata Nurhadi menanggapi dakwaan Jaksa KPK melalui virtual, Kamis (22/10).

Pada kesempatan yang sama, tim kuasa hukum Nurhadi, Maqdir Ismail menyatakan, keterangan dakwaan belum didukung oleh keterangan saksi di persidangan. Menurutnya, Nurhadi ingin perkara yang menjeratnya segera selesai.

“Beliau lebih mau cepat membuktikan ketidakbenaran dakwaan, sehingga perkara cepat selesai. Karena memang fakta uraian dakwaan tidak didukung oleh keterangan saksi. Lebih banyak asumsi dari Penuntut Umum,” cetus Maqdir.

BACA JUGA: Matikan Lampu Kelabui KPK, Ada Mobil Kabur Sebelum Nurhadi Ditangkap

Sebelumnya, Jaksa KPK mendakwa Nurhadi dan menantunya, Rezky Herbiyono, menerima gratifikasi. Keduanya didakwa menerima gratifikasi sejumlah Rp 37.287.000.000 dari sejumlah pihak yang berperkara di lingkungan Pengadilan tingkat pertama, banding, kasasi, hingga peninjauan kembali.

“Terdakwa telah melakukan atau turut serta melakukan beberapa perbuatan yang harus dipandang sebagai perbuatan yang berdiri sendiri sehingga merupakan beberapa kejahatan, menerima gratifikasi,” kata Jaksa Wawan Yunarwanto membacakan surat dakwaan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (22/10).

Selain itu, Nurhadi dan menantunya juga turut didakwa menerima suap Rp 45.726.955.00 dari Direktur Utama PT Multicon Indrajaya Terminal (PT MIT) Hiendra Soenjoto. Uang suap tersebut diberikan agar memuluskan pengurusan perkara antara PT Multicon Indrajaya Terminal (PT MIT) melawan PT Kawasan Berikat Nusantara (PT KBN) terkait dengan gugatan perjanjian sewa menyewa depo kontainer.

Atas perbuatannya, Nurhadi dan Rezky didakwa melanggar Pasal 12B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Juncto Pasal 65 ayat (1) KUHP dan Pasal 12 huruf a atau Pasal 11 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP. (jpc/jpg)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

Populer

To Top