8 Bangunan Tempat Usaha di TTU Terbakar, Ini Dugaan Penyebabnya | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

8 Bangunan Tempat Usaha di TTU Terbakar, Ini Dugaan Penyebabnya


MEMBARA. Kobaran api saat melalap delapan unit bangunan tempat usaha di area Terminal Bus Kefamenanu, Kelurahan Kefamenanu Selatan, Kecamatan Kota Kefamenanu, Jumat (23/10) pagi. (FOTO: PETRUS USBOKO/TIMEX)

PERISTIWA/CRIME

8 Bangunan Tempat Usaha di TTU Terbakar, Ini Dugaan Penyebabnya


KEFAMENANU, TIMEXKUPANG.com-Sebanyak delapan unit bangunan tempat usaha yang terletak di area Terminal Bus Kefamenanu, Kelurahan Kefamenanu Selatan, Kecamatan Kota Kefamenanu ludes terbakar, Jumat (23/10) pagi. Diduga kuat penyebab kebakaran hebat tersebut akibat arus pendek atau korsleting listrik.

Sesuai data yang dihimpun Timor Express di lokasi kejadian, delapan bangunan terbakar itu terdapat lima bangunan warung makan, dua kios, dan satu lapak sayur.

Adapun para pemilik bangunan adalah Abdul Gofar (kios), Kasturi (warung), Rokim (kios), Harto (warung), Supriono (warung), Kasmuri (warung), Sutik (warung), dan Blasisus (lapak sayur).

Sesuai pengakuan korban Abdul Gofar yang berada di lokasi kebakaran, menceritakan bahwa dirinya melihat sumber api muncul dari antara warung dan kios miliknya. Gofar kemudian berusaha menyelamatkan harta benda namun hanya sempat mengamankan sepeda motor.

Melihat nyala api yang semakin membesar, lanjut Gofar, dirinya berteriak minta tolong kepada warga sekitar untuk membantu memadamkan api. Sayangnya upaya itu tidak berhasil lantaran nyala api yang semakin membesar menyulitkan dirinya bersama warga lainnya memadamkan api.

Tak lama berselang, datang Tim Pemadam Kebakaran ke lokasi untuk memadamkan api namun juga tidak membuahkan hasil karena ketersediaan air di mobil damkar yang tidak mencukupi.

Nyala api, kata Gofar, baru berhasil dipadamkan setelah api mulai mengecil dan semua barang telah habis terbakar. Akibatnya tidak ada barang yang berhasil diselamatkan dari peristiwa tersebut, walau Tim Pemadam Kebakaran ada di lokasi kejadian.

“Tidak ada barang yang berhasil dievakuasi dan diselamatkan kecuali pakaian di badan karena api merambat dengan cepat dan melahap habis bangunan dan isi di dalamnya,” cerita Gofar.

Gofar mengakui, dirinya tidak mengetahui penyebab kebakaran tersebut sebab saat kejadian dirinya hanya melihat kobaran api di atas bubungan kios.

Menurut Gofar, seminggu yang lalu, kondisi listrik di deretan kios dan warung mereka mengalami korsleting, namun hal itu sudah diperbaiki oleh petugas dari PLN.

“Saya tidak tau penyebab kebakaran karena apa. Karena panik saya langsung keluar. Namun seminggu yang lalu saya ada korsleting sehingga kita sudah laporkan ke PLN dan sudah diperbaiki,” katanya.

Abdul mengungkapkan, dirinya hanya bisa pasrah kepada Tuhan dan menerima kenyataan bahwa peristiwa kebakaran tersebut harus dimaknai sebagai musibah yang harus diterima. Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran yang terjadi namum kerugian materil diperkirakan sekitar Rp 1.000.000.000.

“Kita hanya pasrah saja pada Tuhan dan bersyukur karena tidak ada korban jiwa namun tidak ada barang yang berhasil diselamatkan hanya pakaian di badan,” jelasnya.

Kepala BPBD Kabupaten TTU, Yosefina Lake ketika dikonfirmasi Timor Express melalui telepon seluler Jumat (23/10) membenarkan adanya peristiwa kebakaran delapan unit tempat usaha di Kelurahan Kefamenanu Selatan itu.

Dikatakan, pihaknya telah melakukan upaya pemadaman terhadap nyala api yang menghanguskan delapan unit tempat usaha tersebut namun tidak membuahkan hasil yang maksimal karena nyala api yang membesar dan menyebar ke seluruh bagian dari bangunan sehingga menyulitkan Tim Pemadam Kebakaran.

Selain itu juga, katanya, tim dari BPBD telah monitoring langsung di lokasi kejadian untuk melihat langsung kondisi bangunan yang hangus terbakar itu.

Yosefina mengaku pihaknya akan melakukan pendropingan bantuan tanggap darurat kepada para korban musibah kebakaran, terutama berupa bahan bangunan dan sembako.

“Kita sudah droping bantuan tanggap darurat ke delapan korban bencana kebakaran itu. Kita akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk membantu para korban,” katanya. (mg26)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

Populer

To Top